Selamat Tinggal Manchester City: Air Mata Iringi Perpisahan Pep Guardiola Usai Satu Dekade Penuh Trofi

Selamat Tinggal Manchester City Air Mata Iringi Perpisahan Pep Guardiola Usai Satu Dekade Penuh Trofi
Pep Guardiola - Dokumentasi IG: @mancity

Selamat tinggal Manchester City menjadi ungkapan yang menggema di jalanan kota saat ribuan suporter memberikan penghormatan terakhir kepada Pep Guardiola. Parade juara yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi momen emosional setelah Guardiola resmi mengakhiri perjalanan luar biasanya bersama Manchester City.

Pelatih asal Spanyol itu meninggalkan Etihad setelah satu dekade penuh kesuksesan dan total 20 trofi. Meski Manchester City masih membawa pulang gelar domestik musim ini, perpisahan Guardiola menjadi sorotan utama dalam parade yang dipenuhi air mata, rasa bangga, dan ucapan terima kasih dari para penggemar.

Pep Guardiola Tinggalkan Warisan Besar di Manchester City

Ribuan pendukung memenuhi jalanan Manchester di bawah suhu panas mencapai 31 derajat Celsius untuk menyaksikan parade juara. Trofi Piala Liga dan FA Cup berada di atas bus terbuka, namun sosok Guardiola justru mendapat sambutan paling meriah.

BACA JUGA: Paris Saint-Germain dan Luis Enrique Bentuk Arteta, Kini Jadi Lawan di Final Liga Champions

Bagi banyak suporter, kepergian Guardiola terasa seperti akhir sebuah era. Beberapa pendukung bahkan mengaku berharap pria berusia 55 tahun itu bertahan satu dekade lagi demi terus membawa Manchester City meraih gelar.

Selama menangani City, Guardiola bukan hanya mempersembahkan trofi, tetapi juga mengubah wajah sepak bola Inggris melalui filosofi permainan menyerang dan dominasi penguasaan bola.

Air Mata Suporter Warnai Parade Perpisahan

Perpisahan Guardiola meninggalkan luka emosional bagi banyak pendukung Manchester City lintas generasi. Sejumlah keluarga yang telah menjadi pemegang tiket musiman selama puluhan tahun mengaku tak kuasa menahan tangis.

Anak-anak hingga suporter senior merasakan kehilangan sosok yang selama ini identik dengan era emas klub. Guardiola dinilai menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar kemenangan, yakni hubungan emosional kuat dengan komunitas Manchester City.

Momen tersebut memperlihatkan bagaimana pengaruh Guardiola melampaui ruang ganti maupun lapangan pertandingan.

BACA JUGA: Klasemen Akhir Premier League 2025/2026: Arsenal Juara, Aston Villa ke Liga Champions, Wolves Degradasi

Bernardo Silva dan John Stones Juga Dapat Salam Perpisahan

Selain Guardiola, parade juga menjadi panggung penghormatan bagi Bernardo Silva dan John Stones yang disebut akan meninggalkan klub.

Erling Haaland memberikan penghormatan kepada dua pemain senior tersebut. Menurutnya, Bernardo dan Stones merupakan figur penting baik di dalam maupun luar lapangan.

Sementara itu, Jeremy Doku mengaku akan sangat merindukan metode melatih Guardiola yang ia anggap sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa.

Perayaan Manchester City Ditutup Penghormatan untuk Guardiola

Puncak acara berlangsung di arena Co-Op Live yang penuh dengan sorak sorai pendukung yang mencapai sekitar 17 ribuan. Dalam suasana meriah, satu per satu 20 trofi Guardiola bersama Manchester City naik ke panggung oleh mantan pemain, anggota keluarga, hingga tokoh terkenal.

Legenda NBA Michael Jordan bahkan mengirim pesan khusus untuk mengucapkan selamat atas karier luar biasa Guardiola.

BACA JUGA: Hasil Manchester City vs Aston Villa: Ollie Watkins Tutup Era Emas Guardiola Dengan Kekalahan 1-2 di Etihad

Pada akhir acara, Guardiola menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pendukung Manchester City. Ia mengaku akan membawa hubungan emosional dengan klub itu sepanjang hidupnya.

Perpisahan ini menandai akhir perjalanan salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Inggris. Namun bagi suporter City, nama Pep Guardiola kemungkinan akan terus hidup jauh setelah peluit terakhir berbunyi.