Pelanggaran Erling Haaland Bawa Bencana, VAR Anulir Gol Norwegia di Piala Dunia 2026

Pelanggaran Erling Haaland Bawa Bencana, VAR Anulir Gol Norwegia di Piala Dunia 2026
Timnas Norwegia tersingkir di Piala Dunia 2026 pada babak perempat final oleh tim Inggris dengan skor akhir 0-2. - Dokumentasi IG: @herrelandslaget

Pelanggaran Erling Haaland menjadi salah satu momen paling kontroversial pada perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Inggris. Gol Torbjorn Heggem yang sempat membawa Norwegia unggul dianulir setelah Video Assistant Referee (VAR) mendeteksi pelanggaran Haaland terhadap Elliot Anderson sebelum sepak pojok dieksekusi.

Keputusan tersebut memicu perdebatan luas karena merupakan penerapan pertama dari klarifikasi aturan baru IFAB mengenai pelanggaran sebelum bola kembali dimainkan. Insiden itu akhirnya menjadi titik balik yang ikut memengaruhi kekalahan Norwegia 1-2 setelah perpanjangan waktu.

Pelanggaran Erling Haaland Bikin Gol Norwegia Batal

Momen kontroversial terjadi pada menit ke-55 ketika Norwegia mencetak gol melalui Torbjorn Heggem dari situasi sepak pojok.

BACA JUGA: Dua Gol Jude Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Norwegia Tersingkir Lewat Extra Time

Namun, wasit asal Prancis Clement Turpin menghentikan selebrasi pemain Norwegia setelah mendapat rekomendasi dari VAR untuk meninjau tayangan ulang.

Dari hasil pemeriksaan, Haaland terlihat mendorong Elliot Anderson sebelum sepak pojok dilakukan. Sesuai aturan terbaru yang FIFA terapkan di FIFA World Cup 2026, pelanggaran tersebut juga memengaruhi proses terjadinya gol sehingga gol tersebut batal.

Alih-alih memberikan tendangan bebas, wasit justru memerintahkan untuk mengulangi sepak pojok sesuai dengan amandemen terbaru dari Laws of the Game.

Aturan Baru IFAB Jadi Perhatian

Sebelumnya, International Football Association Board (IFAB) telah mengumumkan klarifikasi baru mengenai penggunaan VAR.

Aturan tersebut memungkinkan wasit meninjau pelanggaran yang tim penyerang lakukan sebelum bola masuk ke lapangan dalam situasi sepak pojok maupun tendangan bebas.

BACA JUGA: Senne Lammens Blunder! Courtois Pasang Badan Usai Belgia Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Jika pelanggaran terbukti secara langsung memengaruhi terciptanya gol, maka VAR dapat merekomendasikan peninjauan ulang di monitor lapangan. Setelah itu, wasit berhak membatalkan gol, memberikan sanksi disiplin bila diperlukan, dan memerintahkan pengulangan sepak pojok.

Penerapan aturan inilah yang menjadi dasar batalnya gol Norwegia.

Dijuluki “Aturan Anti-Arsenal”

Di Inggris, banyak pihak menjuluki regulasi baru tersebut sebagai “aturan anti-Arsenal”.

Julukan itu muncul karena Arsenal terkenal sangat efektif memanfaatkan situasi bola mati dengan skema blok, screen, atau penghalang yang sering mereka gunakan untuk membuka ruang bagi rekan setim.

Melalui aturan baru tersebut, tindakan mendorong atau menghalangi pemain bertahan sebelum bola dimainkan kini berada dalam pengawasan VAR sehingga peluang terciptanya gol dari skema serupa dapat dibatalkan.

BACA JUGA: Gol Telat Mikel Merino Antar Spanyol Singkirkan Belgia dan Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026

Norwegia Protes Gol Jude Bellingham

Kontroversi tidak berhenti pada gol yang dianulir. Norwegia juga mempertanyakan proses gol penyama kedudukan Jude Bellingham pada akhir babak pertama.

Pihak Norwegia menilai bola hasil tendangan kiper Orjan Nyland sempat mengenai kabel spidercam yang membentang di atas lapangan sehingga arah bola berubah sebelum pemain Inggris kuasai.

Pelatih Ståle Solbakken dan sejumlah pemain langsung memprotes insiden tersebut kepada perangkat pertandingan.

Namun, FIFA menolak klaim tersebut. Berdasarkan data dari teknologi Connected Ball, sensor di dalam bola tidak mendeteksi adanya benturan yang menunjukkan bola menyentuh kabel spidercam.

Karena tidak ada bukti teknis yang mendukung protes Norwegia, gol Jude Bellingham tetap disahkan.

Dua keputusan besar itu membuat laga Norwegia kontra Inggris menjadi salah satu pertandingan paling kontroversial di Piala Dunia 2026. Meski mendapat banyak protes, FIFA menegaskan seluruh keputusan wasit telah sesuai dengan regulasi terbaru yang berlaku sepanjang turnamen.