Zverev akhiri perjalanan Arthur Fery pada babak semifinal Wimbledon 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 7-6(0), 6-2, 6-4 di Centre Court, Jumat. Hasil ini mengantar Alexander Zverev untuk pertama kalinya sepanjang karier menembus final Wimbledon dan menjaga peluang meraih gelar Grand Slam kedua secara beruntun.
Petenis unggulan kedua itu kini tinggal selangkah lagi untuk mengukir sejarah baru setelah sebelumnya sukses menjuarai Roland Garros 2026.
Zverev Akhiri Perjalanan Arthur Fery dengan Permainan Solid
Alexander Zverev tampil tenang menghadapi dukungan penuh publik Inggris yang memenuhi Centre Court untuk memberikan semangat kepada Arthur Fery. Meski hampir seluruh stadion mendukung lawannya, petenis Jerman itu tetap mampu menunjukkan permainan terbaik.
BACA JUGA: Sinner Melaju Ke Final Wimbledon 2026 Usai Singkirkan Novak Djokovic Tiga Set Langsung
Set pertama berlangsung cukup ketat. Fery sempat membalas break awal Zverev sehingga pertandingan harus ditentukan lewat tie-break. Namun, Zverev tampil sempurna dengan menyapu tie-break 7-0 berkat servis keras dan pukulan groundstroke yang sulit dibendung.
Momentum tersebut membuat permainan Zverev semakin dominan. Pada set kedua, Fery hanya mampu menghasilkan tiga winner sehingga Zverev dengan mudah menang 6-2.
Di set ketiga, satu break pada gim kelima sudah cukup bagi Zverev untuk mengunci kemenangan 6-4 sekaligus memastikan tiket ke final.
Final Wimbledon Pertama Sepanjang Karier
Keberhasilan ini menjadi pencapaian spesial bagi Zverev. Setelah sembilan kali tampil di Wimbledon tanpa pernah melewati babak 16 besar, kini ia akhirnya berhasil mencapai final untuk pertama kalinya.
Petenis berusia 29 tahun itu juga menjadi pria Jerman pertama yang mencapai final Wimbledon sejak Boris Becker pada 1995.
BACA JUGA: Linda Noskova Melaju Mulus ke Final Wimbledon 2026, Siap Ukir Sejarah di All-Czech Final
Bahkan, Zverev kini hanya berjarak satu kemenangan untuk mengakhiri penantian 35 tahun Jerman terhadap juara tunggal putra Wimbledon sejak Michael Stich mengangkat trofi pada 1991.
Zverev mengaku sangat bahagia karena Wimbledon selama ini merupakan turnamen Grand Slam yang paling sulit baginya.
Siap Tantang Sinner atau Djokovic
Pada partai final, Zverev akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara juara bertahan Jannik Sinner dan Novak Djokovic.
Meski memiliki catatan kurang baik melawan kedua pemain tersebut, Zverev tetap optimistis. Ia telah kalah sembilan kali beruntun dari Sinner, termasuk di final Australia Open tahun lalu. Sementara melawan Djokovic di Grand Slam, ia hanya sekali menang dari lima pertemuan.
Dengan nada bercanda, Zverev mengatakan berharap bisa menghadapi “pemain junior”, meski sadar siapa pun lawannya nanti akan menjadi tantangan yang sangat berat.
Namun, ia menegaskan satu-satunya cara untuk meraih gelar adalah dengan percaya pada kemampuannya sendiri.
BACA JUGA: Karolina Muchova Tembus Final Wimbledon 2026, Tantang Linda Noskova di Laga Puncak
Arthur Fery Tetap Ukir Prestasi Bersejarah
Meski langkahnya terhenti, Arthur Fery tetap mencatat pencapaian luar biasa di Wimbledon 2026. Berstatus wildcard, ia menjadi pemain undangan pertama yang mencapai semifinal tunggal putra sejak Goran Ivanisevic 25 tahun silam.
Performa impresif tersebut juga mengangkat peringkat ATP Fery dari posisi 114 menjadi peringkat 36 dunia. Lonjakan itu memastikan dirinya bisa tampil langsung di berbagai turnamen besar musim berikutnya.
Zverev pun memberikan pujian kepada Fery. Menurutnya, petenis Inggris tersebut memiliki masa depan cerah dan perjalanan di Wimbledon tahun ini hanyalah awal dari karier yang lebih besar.






