Tenis  

Djokovic Tersingkir, 5 Set Nan Epic di Roland Garros Jadi Milik Fonseca

Djokovic Tersingkir, 5 Set Nan Epic di Roland Garros Jadi Milik Fonseca
Duel luar biasa antara Novak Djokovic dan Joao Fonseca pada babak ketiga Roland Garros 2026 dimana Fonseca menang 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5. - Dokumentasi IG: @wta

Kisah 5 set nan epic di Roland Garros tersaji dalam duel luar biasa antara Novak Djokovic dan Joao Fonseca pada babak ketiga Prancis Terbuka 2026. Pertandingan berdurasi hampir lima jam itu berakhir dramatis setelah Fonseca bangkit dari ketertinggalan dua set untuk menang 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5 atas legenda tenis Serbia tersebut.

Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan di Grand Slam tahun ini sekaligus mengakhiri perjalanan Djokovic lebih cepat di Paris. Sementara bagi Fonseca, kemenangan tersebut menjadi tonggak besar dalam kariernya sebagai rising star tenis dunia.

Fonseca Tampil Luar Biasa di Momen Krusial

Dalam laga penuh tensi tinggi di Court Philippe-Chatrier, Djokovic sebenarnya tampil dominan pada dua set pertama. Namun, Fonseca perlahan menemukan ritme permainan terbaiknya dan mulai menekan sang juara 24 Grand Slam itu.

Djokovic mengakui level permainan Fonseca sangat luar biasa, terutama pada set keempat dan kelima yang menjadi penentu pertandingan.

“Level permainannya luar biasa. Dia tampil sangat baik di momen-momen penting,” ujar Djokovic usai pertandingan.

Petenis muda Brasil berusia 19 tahun itu memperlihatkan mental luar biasa dengan tetap agresif saat menghadapi tekanan. Bahkan ketika Djokovic sempat unggul 3-1 di set kelima, Fonseca mampu membalikkan keadaan dan memenangkan enam dari delapan gim terakhir.

Djokovic Akui Kehabisan Tenaga

Laga panjang dengan intensitas tinggi membuat kondisi fisik Djokovic mulai menurun memasuki set ketiga. Petenis Serbia itu mengaku mulai kehabisan tenaga saat pertandingan berlangsung semakin lama.

Menurut Djokovic, salah satu momen krusial terjadi saat dirinya gagal memanfaatkan break point di set keempat ketika skor 4-3.

Meski kalah, Djokovic tetap memberikan pujian besar kepada Fonseca yang dinilai layak memenangkan pertandingan.

“Dia memainkan tenis yang luar biasa. Setiap momen penting, dia selalu berani menyerang,” kata Djokovic.

Kekalahan ini juga sangat langka bagi Djokovic. Sebelumnya, ia hanya sekali kalah setelah unggul dua set terlebih dahulu, yakni saat menghadapi Jurgen Melzer di Roland Garros 2010.

Joao Fonseca Jadi Ancaman Baru di Roland Garros

Kemenangan atas Djokovic membuat nama Joao Fonseca semakin diperhitungkan di dunia tenis. Ia menjadi remaja pertama yang mampu mengalahkan Djokovic di ajang Grand Slam.

Fonseca tampil tanpa rasa takut sepanjang pertandingan. Ia mencetak 68 winner dan menutup pertandingan dengan tiga ace beruntun saat melakukan servis untuk kemenangan.

Penampilan sensasional tersebut mempertegas status Fonseca sebagai salah satu talenta muda terbaik generasi baru tenis dunia. Banyak pengamat menilai petenis Brasil itu memiliki potensi menjadi calon juara Grand Slam di masa depan.

Atmosfer Roland Garros Jadi Sorotan

Selain kualitas permainan, atmosfer pertandingan juga menjadi perhatian besar. Penonton di Court Philippe-Chatrier memberikan dukungan luar biasa sepanjang duel berlangsung.

Djokovic bahkan mengaku mendapat energi tambahan dari dukungan penonton meski akhirnya harus menyerah.

Laga ini diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan terbaik Roland Garros 2026 sekaligus salah satu duel klasik Grand Slam dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan kemenangan epik tersebut, Fonseca kini melaju ke babak keempat dan semakin membuka peluang lahirnya juara baru di Roland Garros tahun ini.