Juara tunggal putra Wimbledon 2026 resmi menjadi milik Jannik Sinner setelah petenis nomor satu dunia itu menundukkan Alexander Zverev dalam laga final yang berlangsung sengit di Centre Court, Ahad(12/7/2026). Sinner bangkit setelah kehilangan set pertama sebelum menang 6-7(7), 7-6(2), 6-3, 6-4 untuk mempertahankan gelarnya di All England Club.
Kemenangan tersebut menjadikan Sinner sebagai petenis ke-10 dalam sejarah yang mampu mempertahankan gelar tunggal putra Wimbledon. Gelar ini juga menjadi trofi Grand Slam kelima sepanjang kariernya sekaligus gelar mayor pertama pada musim 2026.
Juara Tunggal Putra Wimbledon 2026 Diraih Lewat Pertarungan Sengit
Final berlangsung selama tiga jam 46 menit dengan kedua pemain sama-sama tampil agresif. Zverev lebih dulu mencuri set pembuka melalui tie-break setelah memanfaatkan servis yang konsisten dan pukulan forehand bertenaga.
BACA JUGA: Meski Kalah di Final Wimbledon 2026, Karolina Muchova Tetap Kejar Impian Juara Grand
Namun, Sinner menunjukkan mental juara. Petenis Italia itu meningkatkan kualitas permainannya pada tie-break set kedua untuk menyamakan kedudukan sebelum mengambil alih kendali pertandingan pada dua set berikutnya.
Dua break penting pada set ketiga dan keempat menjadi pembeda, sementara Sinner sukses menyelamatkan satu-satunya break point yang dihadapi sepanjang pertandingan.
Ia juga tampil impresif dengan membukukan 58 winner dan memastikan kemenangan lewat match point pertamanya.
Sinner Bangkit dari Kegagalan di Roland Garros
Keberhasilan mempertahankan gelar Wimbledon menjadi bukti kebangkitan Sinner setelah sempat mengalami hasil mengecewakan di Roland Garros 2026. Saat itu ia tersingkir secara mengejutkan pada putaran kedua oleh Juan Manuel Cerundolo.
Di Wimbledon, performanya terus meningkat. Setelah sempat tampil kurang meyakinkan pada pekan pertama, Sinner menemukan permainan terbaiknya di fase akhir turnamen, termasuk menyingkirkan Novak Djokovic tiga set langsung pada semifinal.
BACA JUGA: Juara Tunggal Putri Wimbledon 2026: Linda Noskova Raih Gelar Grand Slam Perdana
“Ini turnamen yang paling spesial. Saya sangat senang bisa kembali bermain di final dan meraih kemenangan,” ujar Sinner usai pertandingan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim pelatih yang dinilai berperan besar dalam keberhasilannya mempertahankan trofi.
Dominasi Sinner atas Zverev Berlanjut
Kemenangan ini semakin menegaskan dominasi Sinner atas Alexander Zverev. Petenis berusia 24 tahun itu kini mencatatkan 10 kemenangan beruntun atas rivalnya tersebut dan unggul 11-4 dalam rekor pertemuan.
Berkat hasil ini, Sinner juga memperlebar jarak poin di puncak ranking ATP menjadi hampir 5.000 poin atas Zverev yang akan naik ke posisi kedua dunia.
Selain membawa pulang trofi, Sinner juga berhak atas hadiah juara sebesar 3,6 juta poundsterling.
BACA JUGA: Zverev Akhiri Perjalanan Arthur Fery, Petenis Jerman Lolos ke Final Wimbledon 2026
Zverev Tetap Optimistis
Meski gagal menjadi juara, Alexander Zverev tetap memberikan apresiasi kepada lawannya.
“Selamat untuk Jannik. Dia kembali menunjukkan mengapa dirinya adalah pemain terbaik di dunia,” kata Zverev.
Petenis Jerman itu juga menilai pencapaiannya hingga final Wimbledon menjadi kemajuan besar dalam kariernya. Setelah menjuarai Roland Garros beberapa pekan lalu, ia kini semakin yakin suatu saat mampu mengangkat trofi Wimbledon.
“Saya belum pernah mencapai perempat final di sini sebelumnya. Kini saya berhasil bermain di final. Saya percaya suatu hari nanti saya bisa memenangkan turnamen ini,” ujar Zverev.
Dengan kemenangan tersebut, Jannik Sinner semakin mengukuhkan statusnya sebagai pemain terbaik dunia. Juara Tunggal Putra Wimbledon 2026 menjadi gelar keenamnya sepanjang musim ini sekaligus mempertegas dominasinya di panggung tenis dunia.






