Barcelona Pertahankan Juara Liga Spanyol, Trofi LaLiga ke-29 Sejarah Klub

Barcelona Pertahankan Juara Liga Spanyol, Trofi LaLiga ke-29 Sejarah Klub
Dani Olmo mencium tropi La Liga 2025/2026 - Dokumentasi IgG @fcbarcelona

Barcelona Pertahankan Juara Liga Spanyol setelah menundukkan rival abadinya, Real Madrid, dengan skor 2-0 dalam laga El Clasico di Camp Nou, Senin (10/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini memastikan Blaugrana mengunci gelar LaLiga 2025/2026 dengan keunggulan 14 poin di puncak klasemen saat kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan lagi.

Pasukan asuhan Hansi Flick tampil dominan sepanjang pertandingan dan sukses memperpanjang tren kemenangan mereka di kompetisi domestik. Gelar ini sekaligus menjadi trofi LaLiga ke-29 sepanjang sejarah klub asal Catalunya tersebut.

Barcelona Tampil Superior di El Clasico

Barcelona langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Dukungan penuh publik Camp Nou membuat Blaugrana tampil percaya diri menghadapi tekanan dari Real Madrid yang datang dengan misi wajib menang demi menjaga asa juara.

Gol pembuka Barcelona lahir pada menit kesembilan melalui aksi Marcus Rashford. Penyerang pinjaman dari Manchester United itu melepaskan tendangan bebas spektakuler yang menghujam sudut atas gawang tanpa mampu dihentikan Thibaut Courtois.

BACA JUGA: Ayah Meninggal, Hansi Flick Antar Barcelona Juara La Liga di Tengah Duka Mendalam

Keunggulan Barcelona bertambah pada menit ke-18 lewat gol Ferran Torres. Memanfaatkan umpan cerdik Dani Olmo, Torres dengan tenang menaklukkan Courtois dan membuat Camp Nou bergemuruh.

Real Madrid sebenarnya mencoba bangkit lewat sejumlah peluang dari Gonzalo Garcia hingga Jude Bellingham. Namun, lini pertahanan Barcelona tampil disiplin hingga membuat Los Blancos frustrasi sepanjang laga.

Barcelona Pertahankan Juara Liga Spanyol dengan Rekor Mengesankan

Keberhasilan Barcelona mempertahankan gelar musim ini tidak lepas dari performa konsisten mereka sepanjang kompetisi. Dari 35 pertandingan LaLiga musim ini, Blaugrana berhasil mencatatkan 30 kemenangan dan mengoleksi 91 poin.

Selain itu, Barcelona juga menjadi tim paling produktif di LaLiga dengan torehan 91 gol. Jumlah tersebut unggul jauh dibandingkan Real Madrid yang sejauh ini hanya mampu mencetak 70 gol.

Ketajaman lini depan Barcelona juga terlihat dari kontribusi merata para pemain. Lamine Yamal dan Ferran Torres sama-sama mencetak 16 gol di liga musim ini. Sementara itu, Robert Lewandowski menyumbang 13 gol dan Raphinha menambahkan 11 gol.

BACA JUGA: Segel Gelar Juara ke-29, Barcelona Tundukkan Real Madrid di El Clasico

Tak hanya tajam di lini depan, pertahanan Barcelona juga sangat solid. Mereka hanya kebobolan 31 gol sepanjang musim dengan penjaga gawang Joan Garcia mencatatkan 15 clean sheet.

Hansi Flick Bangun Era Baru Barcelona

Kesuksesan Barcelona musim ini semakin mengukuhkan reputasi Hansi Flick sebagai salah satu pelatih terbaik di Eropa saat ini. Setelah sukses mempersembahkan treble domestik musim lalu, pelatih asal Jerman itu kembali membawa Blaugrana mempertahankan dominasi di kompetisi domestik.

Gaya bermain menyerang dan agresif yang diterapkan Flick terbukti efektif. Barcelona bahkan mencatatkan 11 kemenangan beruntun di LaLiga musim ini, sebuah pencapaian yang sebelumnya hanya mampu diraih pelatih-pelatih legendaris seperti Pep Guardiola, Luis Enrique, dan Frank Rijkaard.

Kemenangan atas Real Madrid juga menjadi penutup sempurna bagi perjalanan luar biasa Barcelona musim ini. Dengan tiga laga tersisa, Blaugrana bahkan masih berpeluang memecahkan rekor margin juara terbesar dalam sejarah LaLiga.

Real Madrid Akhiri Musim Tanpa Gelar

Di sisi lain, kekalahan di Camp Nou membuat Real Madrid dipastikan mengakhiri musim tanpa trofi. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi skuad Los Blancos yang sebelumnya juga gagal bersaing di kompetisi Eropa.

BACA JUGA: Gol Tunggal Trossard Bawa Arsenal Dekati Gelar Premier League 2025/2026

Meski masih menyisakan tiga pertandingan, selisih 14 poin membuat Madrid tak mungkin lagi mengejar Barcelona di puncak klasemen. Situasi ini menjadi musim tanpa gelar kedua bagi klub ibu kota Spanyol tersebut sejak 2009/2010.