Tenis  

Carlos Alcaraz Menang Tiga Set Langsung di Laga Pertama, Awal Mantap di Australia Terbuka 2026

Carlos Alcaraz Menang Tiga Set Langsung di Laga Pertama, Awal Mantap di Australia Terbuka 2026
Petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz melangkah ke babak kedua setelah tundukkan Adam Walton, di Rod Laver Arena dengan skor akhir 6-3, 7-6, 6-2. - Dokumentasi IG: @atptour

Carlos Alcaraz menang tiga set langsung di laga pertama dan langsung mengirim pesan tegas ke para rivalnya di Australia Terbuka, Ahad (18/01/2026).

Petenis nomor satu dunia itu membuka langkah menuju ambisi besar Career Grand Slam dengan kemenangan solid atas wakil tuan rumah, Adam Walton, di Rod Laver Arena dengan skor akhir 6-3, 7-6, 6-2.

Meski belum tampil sepenuhnya lepas, Alcaraz menunjukkan kematangan permainan yang menjadi ciri khasnya dalam duel berdurasi lebih dari dua jam tersebut.

Debut Musim Baru, Era Baru Alcaraz

Laga ini terasa istimewa bagi Alcaraz. Bukan hanya karena menjadi pertandingan perdananya di musim 2026, tetapi juga karena ia tampil tanpa sosok Juan Carlos Ferrero di sisinya untuk pertama kalinya setelah berpisah akhir tahun lalu.

BACA JUGA: Grand Slam Australia Terbuka 2026 – Zeynep Sonmez Tumbangkan Unggulan ke-11 Ekaterina Alexandrova, Ukir Sejarah Bagi Turki

Kini di bawah arahan Samuel Lopez, Alcaraz memasuki fase baru dalam kariernya, fase yang diwarnai target besar: melengkapi koleksi gelar Grand Slam.

Menghadapi Adam Walton, petenis peringkat 79 dunia, Alcaraz dituntut tampil sabar. Dukungan publik tuan rumah membuat Walton bermain tanpa beban, menghadirkan tantangan nyata bagi unggulan utama tersebut.

Jalannya Pertandingan Carlos Alcaraz vs Adam Walton

Set Pertama: Kontrol Sejak Awal

Alcaraz memulai pertandingan dengan pendekatan aman. Ia tidak memaksakan pukulan spektakuler, memilih membangun poin dengan reli panjang.

Strategi itu berbuah hasil. Servis solid dan groundstroke dalam membuat Walton kesulitan keluar dari tekanan.

Set pertama pun diamankan Alcaraz dengan skor 6-3. Bukan kemenangan telak, tetapi cukup untuk menunjukkan siapa yang memegang kendali.

Alcaraz memanfaatkan momen krusial dengan efisien, sebuah kualitas yang sering menjadi pembeda di laga Grand Slam.

Set Kedua: Ujian Mental dan Ketahanan

Tantangan sesungguhnya datang di set kedua. Walton mulai menemukan ritme, memanfaatkan pukulan datar dan konsistensi dari baseline. Alcaraz sempat tertinggal 1-3, situasi yang memaksa sang juara bertahan US Open untuk meningkatkan fokus.

Di sinilah karakter petarung Alcaraz terlihat. Ia memperbaiki posisi pengembalian, meningkatkan intensitas reli, dan perlahan membalikkan keadaan.

Set kedua akhirnya harus ditentukan lewat tie-break, di mana Alcaraz tampil dominan. Dengan ketenangan dan variasi pukulan, ia menutup set ini 7-6 dan mematahkan perlawanan mental Walton.

BACA JUGA: Australian Open 2026 – Alexander Zverev Main Empat Gim Lawan Gabriel Diallo, Bangkit dari Tekanan di Rod Laver Arena

Set Ketiga: Menutup dengan Keyakinan

Memasuki set ketiga, perbedaan level semakin terasa. Walton mulai kehilangan konsistensi, sementara Alcaraz justru kian nyaman membaca permainan lawan. Kombinasi forehand tajam dan pergerakan eksplosif membuat poin-poin penting jatuh ke tangannya.

Alcaraz menutup pertandingan dengan skor 6-2, memastikan tiket ke babak kedua tanpa kehilangan satu set pun. Statistik pun memperkuat dominasinya, dengan puluhan winner tercipta sepanjang laga.

Alcaraz: Menang Tanpa Harus Sempurna

Menariknya, Alcaraz sendiri mengakui bahwa ia belum tampil dalam performa terbaik. Namun, di situlah letak kekuatan sang petenis muda Spanyol.

Ia mampu menang meski tidak berada di puncak permainan. Konsistensi di momen krusial dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan menjadi kunci.

Australia Terbuka selalu dikenal sebagai turnamen dengan dinamika unik, cuaca, atmosfer, dan tekanan besar sejak babak awal. Alcaraz tampak memahami itu, memilih bermain cerdas ketimbang agresif berlebihan.

Misi Career Grand Slam Terus Berjalan

Kemenangan ini menjaga asa Alcaraz untuk mencatat sejarah. Dengan koleksi gelar Roland Garros, Wimbledon, dan US Open, Australia Terbuka menjadi kepingan terakhir yang belum ia miliki. Di usia 22 tahun, peluang itu masih terbuka lebar.

Di babak berikutnya, Alcaraz akan menghadapi Yannick Hanfmann, petenis Jerman yang dikenal ulet dan berbahaya di reli panjang.

Tantangan tentu akan meningkat, tetapi kemenangan tiga set langsung di laga pertama memberi fondasi kuat, baik secara fisik maupun mental.

Sorotan Lain di Hari Pertama

Hari pembuka Australia Terbuka juga diwarnai sejumlah hasil menarik. Alexander Bublik mencatat kemenangan pertamanya di Melbourne sejak 2022, sementara beberapa unggulan lain seperti Cameron Norrie, Francisco Cerundolo, dan Frances Tiafoe melaju mulus.

Kejutan pun hadir lewat kemenangan petenis muda Michael Zheng yang menyingkirkan Sebastian Korda.

Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Alcaraz. Sebagai unggulan teratas, setiap langkahnya selalu menjadi pusat perhatian.

BACA JUGA: Australian Open 2026 – Kejutan di Melbourne: Petenis Kualifikasi Arthur Fery Singkirkan Unggulan Italia

Langkah Kecil Menuju Sejarah Besar

Australia Terbuka baru saja dimulai, tetapi Carlos Alcaraz sudah menunjukkan kesiapan. Carlos Alcaraz Menang Tiga Set Langsung di Laga Pertama bukan sekadar catatan hasil, melainkan simbol kematangan seorang juara yang terus belajar dan berkembang.

Perjalanan masih panjang, tantangan akan semakin berat. Namun, dari Rod Laver Arena malam itu, satu pesan jelas tersampaikan: Alcaraz datang ke Melbourne bukan sekadar untuk bertanding, melainkan untuk mengejar sejarah.