Australian Open 2026 langsung menghadirkan kejutan besar sejak hari pertama. Petenis kualifikasi Arthur Fery menyingkirkan Flavio Cobolli dalam laga babak pertama yang berlangsung dramatis di John Cain Arena Ahad (18/01/2026).
Kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan cerita tentang keberanian, mental baja, dan mimpi besar seorang pemain yang datang tanpa status unggulan, namun pulang membawa sorotan dunia.
Arthur Fery, petenis asal Inggris berusia 23 tahun, tampil tanpa beban dan penuh keyakinan. Menghadapi Cobolli yang menyandang unggulan ke-20, Fery justru menunjukkan ketenangan luar biasa.
Skor akhir 7-6(1), 6-4, 6-1 menjadi bukti bahwa peringkat bukan segalanya ketika mental dan momentum berpihak.
Arthur Fery Tampil Lepas dan Percaya Diri
Sejak awal laga, Fery memperlihatkan gaya bermain agresif dari baseline. Pukulan-pukulan datarnya kerap memaksa Cobolli berada dalam posisi bertahan.
Meski set pertama berjalan ketat dan harus ditentukan lewat tie-break, Fery justru tampil dominan di momen krusial tersebut.
Tie-break set pembuka menjadi titik balik. Fery melaju tanpa ampun, memperlihatkan ketajaman pukulan dan ketenangan membaca permainan lawan. Kemenangan di set pertama seolah membuka keran kepercayaan diri sang petenis kualifikasi.
Memasuki set kedua, Fery semakin berani mengambil risiko. Ia kerap maju menekan dan tidak ragu memanfaatkan peluang break point. Ketika set kedua berhasil diamankan, tekanan mental justru beralih ke kubu Cobolli.
Flavio Cobolli Tak Pernah Benar-Benar Bangkit
Cobolli sejatinya datang ke Melbourne dengan modal kuat. Petenis Italia itu baru saja menjadi bagian penting dari keberhasilan negaranya meraih gelar Piala Davis ketiga secara beruntun. Namun, performa solid di ajang beregu tak serta-merta terbawa ke Grand Slam.
Dalam pertandingan ini, Cobolli tampak kesulitan menemukan ritme. Ia beberapa kali meminta perawatan medis dan terlihat tidak berada dalam kondisi fisik terbaik. Pukulan-pukulannya kerap melenceng, sementara servisnya mudah ditebak oleh Fery.
Set ketiga menjadi gambaran jelas perbedaan momentum. Fery melaju tanpa hambatan, sementara Cobolli terlihat semakin frustrasi. Kesalahan demi kesalahan membuat set penentuan berjalan satu arah.
Kemenangan Besar dalam Karier Arthur Fery
Bagi Arthur Fery, kemenangan ini memiliki arti khusus. Australian Open 2026 menjadi penampilan pertamanya di undian utama Grand Slam di luar Wimbledon.
Tampil di panggung besar, di hadapan ribuan penonton, Fery justru terlihat menikmati setiap reli.
Kemenangan atas Cobolli menambah daftar kejutan yang pernah ia ciptakan di level Grand Slam. Sebelumnya, Fery juga sempat menyingkirkan unggulan saat tampil di Wimbledon.
Kini, Melbourne menjadi panggung berikutnya untuk membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan.
Peringkat 185 dunia yang disandang Fery seolah tak mencerminkan kualitas permainannya. Ia bermain efektif, memanfaatkan peluang, dan menunjukkan kematangan yang jarang terlihat dari pemain yang datang melalui jalur kualifikasi.
Zverev Ikut Lolos, Tapi Sorotan Tetap ke Fery
Di hari yang sama, unggulan ketiga Alexander Zverev juga memastikan langkah ke babak kedua. Petenis Jerman itu harus bekerja keras sebelum akhirnya menaklukkan Gabriel Diallo dalam empat set. Meski menang, Zverev mengakui laga tersebut tidak mudah.
Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Arthur Fery. Di tengah deretan bintang besar yang berlaga di Australian Open, kisah underdog selalu punya tempat tersendiri di hati penonton.
Fery kini menanti lawan berikutnya di babak kedua. Tantangan tentu akan semakin berat, tetapi kemenangan atas Cobolli menjadi modal mental yang sangat berharga.
BACA JUGA: Carlos Alcaraz Bakal Cetak Sejarah Sebagai Petenis Elit Open Era di Australian Open 2026
Mimpi yang Mulai Menjadi Nyata
Australian Open kerap melahirkan cerita-cerita tak terduga. Arthur Fery adalah salah satunya. Dari pemain kualifikasi yang nyaris luput dari perhatian, ia kini menjadi perbincangan.
Kemenangan ini bukan hanya soal skor, tetapi tentang keberanian bermimpi dan kesiapan memanfaatkan peluang. Di usia 23 tahun, Fery membuktikan bahwa kerja keras dan kepercayaan diri bisa membuka pintu ke level tertinggi.
Melbourne menjadi saksi lahirnya sebuah cerita baru. Bagi Arthur Fery, perjalanan masih panjang. Namun satu hal pasti: hari ini, namanya telah tercatat sebagai pembuat kejutan di Australian Open 2026.
Statistik Pertandingan Arthur Fery vs Flavio Cobolli
Australian Open 2026 – Babak 128 Besar
| Statistik | Arthur Fery (Q) | Flavio Cobolli (20) |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 7-6(1), 6-4, 6-1 | – |
| Peringkat Dunia | 185 | 22 |
| Aces | 6 | 7 |
| Double Faults | 0 | 8 |
| Persentase Servis Pertama | 71% (60/85) | 58% (48/83) |
| Poin dari Servis Pertama | 70% (42/60) | 63% (30/48) |
| Poin dari Servis Kedua | 52% (13/25) | 34% (12/35) |
| Break Point Diselamatkan | 50% (3/6) | 40% (4/10) |
| Break Point Dikoversi | 60% (6/10) | 50% (3/6) |
| Poin Return Servis Pertama | 38% (18/48) | 30% (18/60) |
| Poin Return Servis Kedua | 66% (23/35) | 48% (12/25) |
| Total Poin Servis Dimenangkan | 65% (55/85) | 51% (42/83) |
| Total Poin Return Dimenangkan | 49% (41/83) | 35% (30/85) |
| Total Poin Dimenangkan | 57% (96/168) | 43% (72/168) |






