Fajar/Fikri hanya butuh 30 menit untuk menang menjadi tajuk sempurna bagi penampilan luar biasa Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri pada babak pertama Indonesia Masters 2026.
Dalam tempo super singkat, pasangan ganda putra andalan Indonesia itu menghancurkan perlawanan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh dari Taiwan dan menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Bertanding di Istora Senayan, Selasa (20/1/2026), pasangan peringkat empat dunia tersebut tampil agresif sejak servis pertama.
Tanpa memberi banyak ruang bagi lawan berkembang, Fajar/Fikri menyudahi pertandingan dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-10 hanya dalam waktu 30 menit.
Kemenangan telak ini langsung menyedot perhatian publik Istora. Sorak sorai penonton mengiringi setiap smes keras dan penempatan bola presisi dari duet Merah Putih, yang tampak bermain dengan kepercayaan diri penuh.
Awal Ketat, Lalu Fajar/Fikri Mengamuk
Laga sebenarnya diawali dengan pertarungan sengit. Chen/Lin tidak datang sebagai pelengkap undian. Beberapa reli panjang terjadi di menit-menit awal, dengan kedua pasangan saling menekan dan berebut momentum.
Namun perlahan, Fajar/Fikri mulai menemukan ritme permainan. Setelah kedudukan imbang di poin-poin awal, mereka mulai menjauh berkat kombinasi serangan cepat dan pertahanan rapat.
Momen penting datang saat Fikri melesakkan smes keras yang gagal dikembalikan lawan, membawa pasangan Indonesia unggul 9-5. Keunggulan itu terus melebar, hingga interval gim pertama ditutup dengan skor 11-6 untuk Fajar/Fikri.
Usai jeda, dominasi tuan rumah semakin terasa. Chen/Lin kesulitan keluar dari tekanan, bahkan baru mampu menyentuh dua digit angka ketika tertinggal jauh 10-17.
Meski sempat memperkecil jarak menjadi 15-18, upaya kebangkitan wakil Taiwan itu akhirnya dipatahkan.
Game point diraih setelah pengembalian Chen/Lin menyangkut di net. Sempat kecolongan satu poin, Fajar/Fikri akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-16.
Gim Kedua: Serangan Tanpa Ampun
Unggul satu gim tidak membuat Fajar/Fikri mengendurkan tempo. Justru sebaliknya, mereka tampil semakin agresif di awal gim kedua.
Chen/Lin tampak kewalahan menghadapi rentetan smes keras dan permainan cepat pasangan Indonesia. Tanpa terasa, wakil Taiwan tertinggal 8-11 saat interval.
Setelah jeda, situasi makin berat bagi Chen/Lin. Mereka bahkan sempat tertahan di angka 8, sementara Fajar/Fikri terus melaju jauh meninggalkan lawan.
Satu kesalahan pengembalian Fajar sempat memberi poin tambahan bagi Chen/Lin menjadi 9-19. Namun momen itu hanya menjadi jeda singkat sebelum pasangan Merah Putih kembali menutup ruang perlawanan.
Lewat pengembalian bola cermat ke area kosong, Fajar/Fikri mengunci kemenangan gim kedua dengan skor telak 21-10. Laga pun berakhir cepat, hanya 30 menit sejak servis pertama dimainkan.
Fajar/Fikri Hanya Butuh 30 Menit Untuk Menang, Pesan Kuat untuk Para Rival
Kemenangan singkat ini menjadi pernyataan keras dari Fajar/Fikri kepada seluruh pesaing di sektor ganda putra. Fajar/Fikri Hanya Butuh 30 Menit Untuk Menang bukan sekadar judul sensasional, melainkan gambaran nyata betapa dominannya performa mereka di laga pembuka.
Sebagai pasangan peringkat empat dunia, Fajar/Fikri menunjukkan kualitas kelas atas. Kombinasi kecepatan Fajar di depan net dan kekuatan smes Fikri dari belakang lapangan membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Tak hanya tajam menyerang, pertahanan mereka pun solid. Beberapa kali Chen/Lin mencoba memancing reli panjang, namun selalu berakhir dengan kesalahan sendiri atau pukulan mematikan dari pasangan Indonesia.
BACA JUGA: Upadate Daftar Atlet Indonesia di Daihatsu Indonesia Masters 2026: Ada Ubed dan Alwi Farhan
Atmosfer Istora Jadi Energi Tambahan
Dukungan publik Istora kembali menjadi faktor penting. Ribuan penonton yang memadati tribun memberi energi ekstra bagi Fajar/Fikri.
Setiap poin kemenangan disambut sorak sorai, menciptakan atmosfer panas yang semakin menekan mental lawan. Chen/Lin terlihat beberapa kali kehilangan fokus, terutama saat tertinggal jauh di gim kedua.
Bagi Fajar/Fikri, bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan besar. Mereka tampak menikmati suasana, bermain lepas tanpa beban, dan tampil sangat percaya diri.
Analisis Teknis: Dominasi di Servis dan Net
Jika ditelaah lebih dalam, kunci kemenangan cepat Fajar/Fikri terletak pada dua aspek utama: kualitas servis dan kontrol di area depan net.
Servis Fikri kerap menyulitkan lawan, memaksa Chen/Lin mengembalikan bola setengah tanggung yang langsung dihukum Fajar di depan net. Sementara itu, rotasi posisi mereka berjalan sangat rapi, membuat pertahanan Taiwan terus berada dalam tekanan.
Kesalahan sendiri dari Chen/Lin juga cukup banyak, terutama di momen-momen kritis. Hal ini mempercepat laju poin Fajar/Fikri dan membuat jarak skor cepat melebar.
Modal Berharga Menuju Babak Berikutnya
Kemenangan 30 menit ini menjadi modal ideal bagi Fajar/Fikri menghadapi laga-laga berikutnya. Selain menghemat energi, hasil ini juga meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk menatap babak selanjutnya.
Indonesia Masters 2026 dikenal sebagai turnamen dengan persaingan ketat. Banyak pasangan elite dunia turun berlaga, sehingga konsistensi dan stamina menjadi faktor krusial.
Dengan performa seperti ini, Fajar/Fikri layak sebagai salah satu kandidat kuat juara. Jika mampu menjaga level permainan, bukan tidak mungkin mereka melangkah jauh hingga fase akhir turnamen.
Harapan Publik dan Tantangan ke Depan
Publik Indonesia tentu berharap penampilan gemilang ini menjadi awal perjalanan panjang Fajar/Fikri di Istora. Setelah menyingkirkan wakil Taiwan dengan cara meyakinkan, tantangan lebih berat tengah menanti di babak berikutnya.
Beberapa pasangan unggulan dunia masih bertahan di bagan undian. Setiap laga akan menjadi ujian konsistensi, mental, dan kesiapan strategi.
Namun satu hal sudah jelas: dengan performa seperti ini, Fajar/Fikri telah mengirim sinyal kuat bahwa mereka datang ke Indonesia Masters 2026 bukan sekadar untuk tampil, melainkan untuk berburu gelar.
BACA JUGA: Daihatsu Indonesia Masters 2026 Tanpa Bintang Dunia: Jojo Absen, Masih Ada Chen Yu Fei dan Putri KW
Indonesia Masters 2026 Semakin Panas
Penampilan Fajar/Fikri menambah panas persaingan di hari pertama Indonesia Masters 2026. Turnamen ini kembali menghadirkan drama, kejutan, dan aksi kelas dunia di Istora Senayan.
Dengan masih banyak wakil Indonesia yang akan tampil, antusiasme publik pasti terus meningkat. Setiap pertandingan menjadi panggung pembuktian, dan Fajar/Fikri sudah lebih dulu mencuri perhatian.






