Tenis  

Gauff Terlalu Tangguh bagi Eala, Melaju Mulus ke Semifinal Dubai Tenis Championships 2026

Gauff Terlalu Tangguh bagi Eala, Melaju Mulus ke Semifinal Dubai Tenis Championships 2026
Coco Gauff menaklukkan Alexandra Eala dengan skor telak 6-0, 6-2 hanya dalam 67 menit pada laga perempat final Dubai Duty Free Tennis Championships, Kamis (19/2/2026). - Dokumentasi : (c) WTA

Penampilan dominan tersaji ketika Coco Gauff terlalu tangguh bagi Eala dalam laga perempat final Dubai Duty Free Tennis Championships, Kamis (19/2/2026).

Coco Gauff tampil nyaris sempurna untuk menaklukkan Alexandra Eala dengan skor telak 6-0, 6-2 hanya dalam 67 menit.

Kemenangan ini terasa kontras dibanding perjuangan berat Gauff di babak sebelumnya, saat ia harus menyelamatkan tiga match point.

Kali ini, bintang muda Amerika Serikat itu tampil penuh percaya diri dan mengontrol pertandingan sejak awal hingga akhir.

Hasil tersebut memastikan Gauff melangkah ke semifinal Dubai dan akan berhadapan dengan Elina Svitolina yang sebelumnya menghentikan langkah Antonia Ruzic.

Gauff Terlalu Tangguh bagi Eala Sejak Gim Pembuka

Perbedaan performa Gauff langsung terlihat sejak gim pertama. Ia sukses merebut break awal dan unggul 2-0 sebelum terus memperlebar jarak.

Jika pada laga sebelumnya ia sempat tertinggal lebih dulu, kali ini Gauff justru tampil sangat agresif sejak awal.

Bahkan ia menyapu bersih enam gim pertama dan sempat memenangi 10 gim beruntun sebelum Eala akhirnya mencuri satu gim.

Start cepat ini memberi keuntungan besar bagi Gauff untuk bermain lebih lepas. Dengan kepercayaan diri tinggi, ia mampu mendikte reli dan menekan lawannya tanpa henti.

Servis Lebih Tajam Jadi Senjata

Salah satu peningkatan paling mencolok dari permainan Gauff terlihat pada sektor servis.

Meski masih mencatat delapan double fault, efektivitas servis pertamanya jauh lebih baik dibanding laga sebelumnya.

Ia memasukkan 54 persen first serve, naik 12 persen dari pertandingan sebelumnya, dan memenangkan 77 persen poin dari servis pertama tersebut. Secara keseluruhan, Gauff mengamankan 60 persen poin servisnya.

Sebaliknya, Eala kesulitan memaksimalkan servis. Meski mencatat 57 persen first serve masuk, ia hanya memenangkan 30 persen poin dari situasi tersebut.

Kesenjangan inilah yang menjadi salah satu faktor utama kekalahan telaknya.

Forehand Gauff Jadi Pembeda

Selain servis, forehand Gauff juga tampil sangat efektif. Ia mampu menekan error dan memilih momen tepat untuk menyerang.

Momen penting terjadi saat Gauff unggul 3-0 di set pertama. Error forehand Eala memberi game point, lalu Gauff menutup gim dengan winner forehand di depan net untuk memimpin 4-0.

Sepanjang pertandingan, Gauff mencatat 15 winner dan 19 unforced error — statistik yang jauh lebih efisien dibanding Eala yang hanya membuat delapan winner namun melakukan 33 unforced error.

Ketajaman forehand ini membuat Gauff mampu mengontrol reli panjang sekaligus mengakhiri poin dengan cepat saat peluang muncul.

Tiga Wakil Amerika di Semifinal

Dengan kemenangan ini, Gauff mencatat semifinal Dubai keduanya di level WTA 1000. Ia juga menjadi petenis Amerika ketiga yang lolos ke empat besar turnamen ini.

Sebelumnya, Jessica Pegula dan Amanda Anisimova juga memastikan tiket semifinal setelah memenangi laga tiga set yang lebih melelahkan.

Ini menjadi kali ketiga sejak format WTA 1000 diperkenalkan pada 2009 bahwa tiga petenis Amerika menembus semifinal dalam satu turnamen besar.

Svitolina Jadi Ujian Berikutnya

Di semifinal, Gauff akan menghadapi tantangan berat dari Elina Svitolina.

Petenis Ukraina itu sedang dalam performa solid setelah mengakhiri perjalanan impresif Ruzic.

Jika mampu mempertahankan level permainan seperti saat melawan Eala, Gauff berpeluang besar melangkah ke final Dubai untuk pertama kalinya.

Kebangkitan Mental Gauff

Usai pertandingan, Gauff mengakui performanya terus meningkat dari laga ke laga. Ia bahkan sempat tidak percaya bisa mencapai semifinal.

“Saya merasa semakin baik di setiap pertandingan. Sebelum turnamen ini saya tidak dalam kondisi mental terbaik, tapi satu pertandingan bisa mengubah segalanya,” ujar Gauff.

Pernyataan itu kini terbukti. Dari nyaris tersingkir di babak ketiga, Gauff justru tampil dominan di perempat final dan kembali menjadi kandidat kuat juara.