Tenis  

Gemuruh Melbourne Jadi Saksi, Amanda Anisimova Tundukkan Waltert di Round 2 Australia Terbuka

Gemuruh Melbourne Jadi Saksi, Amanda Anisimova Tundukkan Waltert di Round 2 Australia Terbuka
Amanda Anisimova - Dokumentasi IG: @wta

Langkah Amanda Anisimova di Australian Open 2026 dimulai dengan keyakinan penuh. Petenis muda Amerika Serikat itu tampil meyakinkan di laga pembuka dan memastikan tiket ke babak berikutnya dengan kemenangan bersih. Di tengah sorakan publik Margaret Court Arena, momen itu terasa istimewa: Amanda Anisimova tundukkan Waltert di Round 2 Australia Terbuka dan menegaskan dirinya sebagai salah satu penantang serius di Melbourne tahun ini.

Kemenangan tersebut bukan sekadar soal angka di papan skor. Bagi Anisimova, pertandingan ini adalah pernyataan cinta pada Australia, panggung yang ia sebut sebagai “rumah kedua”, sekaligus bukti bahwa ia siap berbicara banyak di turnamen Grand Slam pertama musim ini.

Dominasi Petenis Amerika Warnai Hari Pembuka

Hari itu menjadi milik petenis Amerika Serikat. Sebelum Anisimova turun ke lapangan, kompatriotnya Jessica Pegula lebih dulu mengamankan kemenangan cepat. Pegula melibas Anastasia Zakharova 6-2, 6-1 hanya dalam waktu 66 menit di John Cain Arena.

Tak lama berselang, Anisimova menyusul dengan penampilan yang bahkan lebih efisien. Menghadapi Simona Waltert, ia hanya membutuhkan tepat satu jam untuk menutup pertandingan dengan skor 6-3, 6-2.

BACA JUGA: Bangkit dengan Keyakinan Baru, Daniil Medvedev Melenggang Ke Putaran 2 Australian Open 2026

Kemenangan ini membuat dua petenis Amerika bergabung dengan Coco Gauff di putaran kedua, menegaskan dominasi Negeri Paman Sam di sektor putri.

Atmosfer di Melbourne terasa spesial bagi Anisimova. Seusai pertandingan, ekspresi bahagianya tak bisa disembunyikan. Ia mengaku selalu merasa nyaman setiap kali bermain di Australia, seolah kembali ke rumah sendiri.

“Australia Seperti Rumah Kedua” bagi Anisimova

Di hadapan penonton, Anisimova menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia menikmati dukungan yang mengalir deras dari tribun dan mengaku rindu atmosfer khas Melbourne.

Baginya, Australian Open bukan sekadar turnamen, melainkan tempat di mana emosi, kenangan, dan ambisi bertemu. Ia menyukai bagaimana publik Australia menghadirkan energi yang hidup, riuh, dan penuh antusiasme.

Tak hanya soal penonton, Anisimova juga memuji kota Melbourne dan kualitas lapangan. Semua elemen itu membuatnya merasa berada di lingkungan yang sempurna untuk menampilkan permainan terbaik.

Rasa nyaman itu langsung terlihat sejak gim-gim awal pertandingan melawan Waltert.

Start Cepat, Anisimova Ambil Alih Kendali

Anisimova membuka pertandingan dengan agresif. Ia langsung mematahkan servis Waltert di gim kedua dan melesat unggul 2-0. Namun lawannya tak tinggal diam. Waltert segera membalas break dan membuat skor kembali seimbang.

Setelah itu, kedua petenis saling menjaga servis hingga Anisimova kembali menemukan celah. Break di kedudukan 3-2 membuatnya unggul 4-2, membuka jalan menuju penutupan set pertama.

Meski menang 6-3 dalam 35 menit, set pembuka sebenarnya jauh dari kata sempurna. Statistik mencatat Anisimova hanya mencetak lima winner, sementara melakukan 15 unforced error.

Ia juga membutuhkan tiga set point sebelum akhirnya mengamankan set tersebut.

Namun justru di situlah terlihat kedewasaan Anisimova. Di tengah permainan yang belum stabil, ia tetap tenang dan mampu menutup set dengan kepala dingin.

BACA JUGA: Coco Gauff Raih Kemenangan Perdana di Australia Terbuka 2026, Awal Mantap Sang Unggulan

Set Kedua Nyaris Tanpa Cela

Jika set pertama diwarnai ketidakteraturan, set kedua menjadi panggung dominasi penuh Anisimova. Permainannya berubah drastis. Servisnya nyaris tak tersentuh, dan kontrol reli berada sepenuhnya di tangannya.

Statistik mencatat Anisimova memenangi seluruh 16 poin servis di set kedua. Waltert praktis tak diberi ruang untuk berkembang.

Dengan tempo cepat dan akurasi tinggi, Anisimova mengunci kemenangan 6-2 dan menutup pertandingan dalam waktu tepat satu jam.

Transformasi permainan dari set pertama ke set kedua memperlihatkan kualitas mental sang petenis. Ia mampu melakukan penyesuaian cepat, mengurangi kesalahan, dan tampil klinis saat peluang terbuka.

Modal Penting Menuju Langkah Lebih Jauh

Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Anisimova datang ke Melbourne dengan ambisi besar. Performanya di set kedua, khususnya, memperkuat keyakinan banyak pihak bahwa ia berpotensi melangkah jauh, bahkan disebut-sebut sebagai kandidat finalis.

Di Australian Open 2026, Anisimova berada dalam barisan penantang yang mengejar dominasi dua kali juara dan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka. Persaingan jelas tidak mudah, tetapi kemenangan meyakinkan di laga pembuka memberi fondasi mental yang kokoh.

Namun jalan menuju gelar masih panjang. Anisimova tak mau terburu-buru membicarakan target besar. Fokusnya kini tertuju pada laga berikutnya, menghadapi salah satu dari Katerina Siniakova atau Panna Udvardy, dua lawan yang belum pernah ia hadapi sepanjang karier profesionalnya.

Tantangan Baru Menanti di Babak Kedua

Pertemuan dengan Siniakova atau Udvardy akan menjadi ujian berbeda. Siniakova dikenal sebagai petenis berpengalaman dengan permainan net yang solid, sementara Udvardy kerap tampil tanpa beban dan penuh kejutan.

Anisimova sadar bahwa setiap pertandingan di Grand Slam membawa dinamika unik. Meski unggul di atas kertas, ia harus tetap menjaga konsistensi, terutama dalam mengurangi kesalahan sendiri seperti yang sempat terjadi di set pertama melawan Waltert.

Keunggulan terbesar Anisimova saat ini adalah rasa nyaman di Melbourne. Ia menikmati suasana, meresapi dukungan publik, dan terlihat menemukan ritme yang pas di lapangan keras Australia.

Dominasi Amerika Terus Berlanjut

Hari itu benar-benar menjadi panggung petenis Amerika. Selain Anisimova dan Pegula, Coco Gauff lebih dulu memastikan tempat di putaran kedua. Kehadiran tiga nama ini menambah warna persaingan di sektor putri.

Jessica Pegula sendiri tampil sangat efisien. Kemenangan 6-2, 6-1 atas Zakharova dalam 66 menit menunjukkan ketajaman sejak awal turnamen.

Kombinasi Pegula, Gauff, dan Anisimova membuat Amerika Serikat menjadi salah satu kekuatan utama di Melbourne tahun ini.

Bagi Anisimova, keberhasilan rekan-rekannya juga menjadi motivasi tambahan. Ia tahu persaingan internal akan ketat, tetapi justru itulah yang memacu performanya.

BACA JUGA: Jadwal Australia Terbuka 2026 Hari Kedua Tunggal Putri: Swiatek dan Gauff Mulai Misi Besar di Melbourne

Melbourne, Tempat Kebangkitan dan Harapan

Di usia yang masih muda, Anisimova telah melewati banyak fase dalam kariernya. Dari sorotan besar hingga masa-masa sulit, ia kini kembali dengan versi yang lebih matang.

Kemenangan atas Waltert mungkin baru langkah pertama, namun maknanya besar. Ia bukan hanya mengamankan tiket ke babak berikutnya, tetapi juga menegaskan kesiapan mental dan teknis menghadapi tekanan turnamen besar.

Dan saat sorak penonton menggema di Margaret Court Arena, satu pesan terasa jelas: Amanda Anisimova Tundukkan Waltert di Round 2 Australia Terbuka bukan akhir cerita, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju mimpi besar di Melbourne.