Guardiola Sebagai Sosok Inspirasinya, Arteta Bungkam Pengkritik dan Antar Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026

Guardiola Sebagai Sosok Inspirasinya, Arteta Bungkam Pengkritik dan Antar Arsenal Juara Liga Inggris 20252026
Pep Guardiola dan Mikel Arteta - Dokumentasi IG: @mikelarteta

Mikel Arteta menyebut bahwa Pep Guardiola sebagai sosok inspirasi yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Apalagi setelah ia akhirnya sukses membawa Arsenal meraih gelar Liga Inggris 2025/2026.

Setelah 22 tahun menunggu sejak era Invincibles, The Gunners akhirnya kembali berdiri di puncak sepak bola Inggris di bawah arahan Arteta, sosok yang dulu sempat diragukan karena minim pengalaman melatih.

Keberhasilan Arsenal memastikan gelar juara sekaligus menjadi pembuktian besar bagi Arteta. Mantan kapten Arsenal itu sukses mengungguli mentor sekaligus inspirasinya, Pep Guardiola, dalam perebutan trofi Premier League musim ini.

Guardiola Sebagai Sosok Inspirasi dalam Karier Mikel Arteta

Sebelum menjadi pelatih Arsenal, Arteta menghabiskan waktu sebagai asisten Pep Guardiola di Manchester City. Hubungan keduanya terjalin sejak masih menjadi pemain muda di akademi Barcelona hingga akhirnya bekerja bersama di Etihad Stadium.

BACA JUGA: Bintang Muda dan Fans Arsenal: Max Dowman Cetak Sejarah, Suporter Rayakan Gelar Premier League Setelah 22 Tahun

Arteta bahkan pernah menyebut Guardiola sebagai sosok yang membuka jalan karier kepelatihannya.

“Sebagai pemain dan pelatih, dia adalah inspirasi bagi saya. Dia orang yang memberi kesempatan kepada saya menjadi asisten pelatih,” ujar Arteta.

Pengalaman mendampingi Guardiola membuat Arteta belajar tentang filosofi sepak bola modern. Namun menariknya, Arsenal racikan Arteta tidak sepenuhnya meniru gaya bermain Manchester City.

Arteta Bangun Arsenal dengan Filosofi Berbeda

Alih-alih mengandalkan dominasi penguasaan bola seperti Guardiola, Arsenal musim ini lebih kuat dalam organisasi pertahanan, efektivitas bola mati, dan konsistensi sepanjang musim.

Pendekatan tersebut dinilai lebih dekat dengan pengaruh mantan pelatihnya di Everton, yakni David Moyes. Arteta belajar pentingnya membangun karakter tim serta keseimbangan skuad.

Strategi itu terbukti berhasil. Arsenal tampil solid dan mampu menghindari penurunan performa yang sebelumnya sering menghancurkan peluang juara mereka.

BACA JUGA: Daftar Manajer Juara Premier League: Mikel Arteta Sudah Berapa Gelar? Masuk Daftar Elite Bersama Sir Alex Ferguson

Perjalanan Sulit Arteta Hingga Bungkam Kritik

Saat ditunjuk sebagai pelatih Arsenal pada 2019, banyak pihak meragukan keputusan klub. Arteta belum pernah menjadi manajer utama dan langsung mendapat tanggung jawab membangun ulang tim yang sedang terpuruk.

Musim pertamanya berakhir di posisi kedelapan, pencapaian terburuk Arsenal dalam seperempat abad. Bahkan setelah memenangkan Piala FA, kritik tetap bermunculan.

Arsenal juga sempat gagal lolos Liga Champions dan tiga kali hanya finis sebagai runner-up Premier League. Namun Arteta tetap mempertahankan proyek jangka panjangnya.

Kesabaran itu akhirnya terbayar pada musim 2025/2026 ketika Arsenal mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun.

Arsenal Kini Bidik Sejarah Lebih Besar

Keberhasilan menjuarai Premier League belum menjadi akhir perjalanan Arsenal musim ini. The Gunners masih berpeluang mencatat sejarah dengan memenangkan final Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain.

BACA JUGA: Momen Bersejarah Arsenal, Kapan Penyerahan Trofi dan Medali Juara Premier League 2025/2026?

Jika mampu meraih trofi Eropa, musim 2025/2026 bisa menjadi periode paling bersejarah dalam era modern Arsenal.

Arteta yang dulu diragukan kini sukses membuktikan diri. Ia tidak hanya mengembalikan Arsenal ke puncak, tetapi juga mengalahkan sosok yang selama ini menjadi inspirasinya, Pep Guardiola.