Iga Swiatek hentikan langkah Maddison Inglis menjadi sorotan utama di babak keempat Australian Open 2026 setelah petenis unggulan kedua itu tampil dominan untuk memastikan tempat di perempat final.
Bermain di Rod Laver Arena, Senin (26/01) petang WIB, Swiatek menundukkan petenis tuan rumah yang lolos dari jalur kualifikasi, Maddison Inglis, dengan skor meyakinkan 6-0, 6-3 hanya dalam waktu 73 menit.
Kemenangan tersebut mengantarkan Swiatek ke perempat final Grand Slam ke-14 sepanjang kariernya, sekaligus yang ketiga di Australian Open. Hasil ini menegaskan konsistensi luar biasa petenis asal Polandia tersebut di level tertinggi tenis dunia.
Awal Dominan Swiatek di Hadapan Publik Australia
Meski menghadapi dukungan penuh publik tuan rumah untuk Inglis, Swiatek tampil tanpa rasa gentar.
Ini menjadi pertemuan pertama Swiatek melawan petenis Australia di Australian Open, namun pengalaman dan kualitas permainan membuatnya mampu mengendalikan jalannya laga sejak awal.
Set pertama sepenuhnya berada dalam kendali Swiatek. Ia mematahkan servis Inglis dua kali tanpa memberi ruang bagi lawannya untuk mengembangkan permainan.
Sorak sorai penonton sempat menggema ketika Inglis mendapatkan game point pertamanya saat tertinggal 0-3. Namun Swiatek dengan cepat memadamkan momentum tersebut lewat permainan agresif dan presisi tinggi.
Set pertama pun berakhir dengan skor telak 6-0, mencerminkan perbedaan level yang cukup signifikan di antara kedua pemain.
Iga Swiatek Hentingan Langkah Maddison Inglis di Set Kedua
Iga Swiatek hentikan langkah Maddison Inglis kembali terlihat jelas di set kedua, meski Inglis sempat menunjukkan perlawanan.
Petenis peringkat 168 dunia itu membuka set dengan mematahkan servis Swiatek, memanfaatkan kesalahan backhand sang unggulan.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Swiatek segera meningkatkan intensitas permainan dan merespons dengan merebut empat gim beruntun.
Variasi pukulan menjadi kunci, mulai dari drop shot cerdas, passing shot tajam, hingga permainan net yang solid.
Inglis tetap berjuang keras dan beberapa kali memaksa reli panjang, tetapi konsistensi Swiatek kembali menjadi pembeda.
Setelah mengamankan match point pertamanya dengan kombinasi servis dan pukulan forehand keras, Swiatek memastikan kemenangan straight set dan tiket ke delapan besar.
Catatan Statistik dan Rekor Istimewa
Selain itu, Swiatek kini mencatatkan enam kali berturut-turut mencapai perempat final Grand Slam. Di usia 24 tahun, ia menjadi pemain termuda yang menorehkan prestasi tersebut sejak Serena Williams pada periode 2002-2003.
Terakhir kali Swiatek tersingkir sebelum perempat final Grand Slam terjadi di Wimbledon 2024.
Konsistensi Swiatek juga sejajar dengan pemimpin peringkat dunia Aryna Sabalenka, yang sama-sama mencatat enam kali beruntun menembus perempat final turnamen major.
Menanti Duel Panas Kontra Elena Rybakina
Hasil ini memastikan Swiatek akan berhadapan dengan unggulan kelima, Elena Rybakina, di perempat final Australian Open 2026.
Rekor pertemuan kedua pemain terbilang ketat, dengan Swiatek unggul tipis 6-5 dalam head-to-head.
Namun, Rybakina memiliki modal penting setelah memenangkan satu-satunya pertemuan mereka di Australian Open pada edisi 2023.
Duel ini diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di perempat final, mengingat gaya bermain agresif Rybakina dan konsistensi baseline khas Swiatek.
Jika mampu membalas kekalahan tersebut dan melangkah ke semifinal, Swiatek akan semakin dekat dengan peluang meraih gelar Australian Open pertamanya sejak tampil konsisten di Melbourne dalam beberapa musim terakhir.
Perempat Final Australian Open Penuh Bintang
Dengan kemenangan Swiatek, susunan perempat final Australian Open 2026 kini lengkap dan diisi oleh enam unggulan teratas.
Selain Swiatek dan Rybakina, nama-nama seperti Aryna Sabalenka, Coco Gauff, Amanda Anisimova, dan Jessica Pegula juga memastikan tempat di delapan besar.
Situasi ini menandai pertama kalinya sejak US Open 1998 seluruh enam unggulan teratas melaju ke perempat final Grand Slam, dan yang pertama di Australian Open sejak 1991. Persaingan menuju gelar juara pun dipastikan semakin sengit.






