Honda kembali menegaskan ambisinya untuk bangkit di MotoGP 2026. Setelah melalui masa sulit dalam beberapa musim terakhir, HRC melihat perubahan regulasi konsesi MotoGP sebagai momentum penting untuk kembali bersaing di papan atas.
Dua sosok yang dianggap akan memegang peranan besar dalam kebangkitan itu adalah Aleix Espargaro dan Takaaki Nakagami.
Masa Kejayaan yang Meredup dan Tantangan Setelah Era Marquez
Manajer teknis HRC, Mikihiko Kawase, menggambarkan kenaikan posisi Honda dalam sistem konsesi sebagai “langkah logis menuju puncak”.
Setelah mengalami penurunan tajam sejak cedera Marc Marquez pada 2020, Honda terus mencari arah untuk menghidupkan kembali performa RC213V.
Pada puncak kejayaannya, Honda meraih sepuluh gelar juara dunia antara 2002-2019 lewat Valentino Rossi, Nicky Hayden, Casey Stoner, hingga Marquez.
Namun semuanya berubah ketika Marquez absen panjang dan kemudian pindah ke Gresini Ducati. Honda terpuruk, berada di posisi terakhir konstruktor dengan hanya 75 poin dan kehilangan sponsor utama Repsol.
BACA JUGA: Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen F1 2025
Honda Manfaatkan Sistem Konsesi Baru untuk Bangkit
Meski tersungkur di klasemen, HRC sudah bekerja keras memaksimalkan sistem konsesi MotoGP yang kini menggunakan kategori A, B, C, dan D.
Hasilnya terlihat pada 2025, ketika Honda melampaui Yamaha di klasemen konstruktor dan menutup musim dengan 285 poin, cukup untuk naik dari kategori D ke C.
Namun, kenaikan kategori juga berarti berkurangnya kebebasan pengembangan. Honda kini mendapat batasan terkait jumlah ban untuk tes, larangan memanfaatkan pembalap utama untuk pengujian tertentu, hingga pengurangan ruang pengembangan mesin.
Espargaro dan Nakagami Jadi Ujung Tombak Tim Penguji
Dengan lebih sedikit ruang untuk bereksperimen, Honda semakin bergantung pada Test Team. Aleix Espargaro dan Takaaki Nakagami menjadi dua nama yang sangat menentukan arah pengembangan motor.
“Tim penguji bekerja luar biasa musim ini, terutama dengan hadirnya Nakagami dan Aleix. Peran mereka akan semakin penting pada 2026 karena ruang untuk keraguan semakin kecil,” kata Kawase.
Fokus Ganda: RC213V 2026 dan Mesin Baru 850cc 2027
HRC kini menghadapi tantangan ganda. Selain memperkuat paket 2026, mereka juga wajib menyiapkan motor baru yang akan digunakan pada regulasi 850cc di musim 2027.
Menurut Kawase, pembagian sumber daya untuk dua proyek besar itu akan segera lebih terstruktur sehingga proses pengembangan bisa berjalan lebih efisien.
Meski kesulitan, Honda membawa beberapa hasil positif dari musim lalu. Johann Zarco meraih kemenangan dalam kondisi basah di Le Mans, sementara podium lainnya datang dari Zarco di Silverstone dan Joan Mir di Motegi serta Sepang.
Target Honda untuk 2026: Konsisten di Lima Besar
Ketika ditanya soal target musim depan, Kawase menyampaikan harapan realistis namun ambisius: “Tujuan kami adalah kembali konsisten bersaing di lima besar. Kami ingin terus membuat kemajuan dan naik podium ketika peluang itu datang.”
MotoGP semakin kompetitif setiap tahun, dan Honda dituntut menjaga ritme pengembangan menuju tahun terakhir era mesin 1000cc.
“Pengembangan untuk musim 2026 sudah berjalan. Kami terus mencari performa di semua aspek,” tutup Kawase.
Momentum Kebangkitan Honda
Dengan struktur pengembangan yang lebih jelas, pembagian sumber daya yang lebih efisien, serta peran besar Espargaro dan Nakagami, Honda berharap musim 2026 bisa menjadi titik balik menuju era kejayaan berikutnya.






