Turnamen ATP Shanghai Masters 2025 semakin memanas. Novak Djokovic kembali menorehkan sejarah setelah memastikan diri ke babak semifinal usai menyingkirkan petenis Belgia, Zizou Bergs, dengan skor 6-3, 6-4 pada Kamis (9/10) malam waktu setempat.
Kemenangan tersebut menandai pencapaian luar biasa bagi petenis Serbia berusia 38 tahun, yang kini menjadi semifinalis tertua dalam sejarah turnamen ATP Masters 1000.
Djokovic Tunjukkan Mental Baja di Shanghai
Meski unggul dua set langsung, perjalanan Djokovic tidak semudah yang terlihat di papan skor.
Petenis peringkat empat dunia itu sempat mengalami masalah pada kaki kiri dan kelelahan akibat panasnya suhu di Shanghai, terutama setelah laga berat di babak keempat melawan Jaume Munar.
Namun, dengan pengalaman dan determinasi tinggi, sang legenda berhasil menuntaskan laga dengan efisien.
Menurut catatan Infosys ATP Stats, Djokovic mampu menyelamatkan empat dari lima break point yang dihadapinya.
Hebatnya, ia juga memperpanjang rekor sempurnanya musim ini menjadi 27-0 setiap kali memenangkan set pertama.
“Saya hanya berusaha bertahan di lapangan,” ungkap Djokovic setelah pertandingan.
“Zizou bermain luar biasa dan punya pukulan yang sangat keras. Kadang saya hanya mencoba mengembalikan satu bola ekstra dan membuatnya melakukan kesalahan, dan itu berhasil.”
Petenis dengan koleksi 100 gelar tur ATP itu sempat nyaris kehilangan momentum ketika gagal menutup pertandingan di kedudukan 5-4 pada set kedua.
Bergs, yang tampil penuh semangat, berhasil mematahkan servis Djokovic dan menyamakan skor.
Namun, Djokovic menunjukkan kelasnya dengan memenangkan salah satu rally terbaik turnamen sebelum kembali mematahkan servis lawan dan akhirnya menutup laga dengan keunggulan 6-4.
Rekor Baru dan Tantangan Berikutnya
Kemenangan atas Bergs membawa Djokovic mencetak rekor 80 kali tampil di semifinal turnamen Masters 1000, memperpanjang rekor dunia yang sudah ia pegang sebelumnya.
Kini, ia hanya berjarak dua kemenangan lagi untuk meraih gelar Masters 1000 ke-41 dalam kariernya, dan yang pertama sejak menjuarai Rolex Paris Masters 2023.
Di semifinal, Djokovic akan menghadapi Valentin Vacherot, petenis kualifikasi asal Monako yang membuat kejutan besar dengan menyingkirkan unggulan ke-10 Holger Rune lewat pertarungan tiga set 2-6, 7-6(4), 6-4.
“Sekarang waktunya fokus ke semifinal. Saya tahu setiap lawan di tahap ini bisa berbahaya,” kata Djokovic. “Saya harus menjaga kondisi dan bermain lebih agresif.”
Hasil Perempat Final ATP Shanghai Masters 2025
Berikut hasil lengkap pertandingan perempat final ATP Shanghai Masters 2025 yang digelar Kamis, 9 Oktober 2025:
[Q] Valentin Vacherot (MON) mengalahkan [10] Holger Rune (DEN) 2-6, 7-6(4), 6-4
[4] Novak Djokovic (SRB) mengalahkan Zizou Bergs (BEL) 6-3, 7-5
Dengan hasil tersebut, Vacherot dan Djokovic menjadi dua pemain pertama yang memastikan tempat di semifinal.
Dua tiket semifinal lainnya akan diperebutkan hari ini oleh empat petenis top lainnya.
BACA JUGA: Hasil Tenis WTA Wuhan Open 2025 Babak 16 Besar: Sabalenka dan Rybakina Lolos, Pegula Menang Dramatis
Jadwal ATP Shanghai Masters Hari Ini (10 Oktober 2025)
Babak perempat final lanjutan akan berlangsung hari ini, Jumat (10/10), menampilkan duel-duel menarik antara para bintang tenis dunia. Berikut Jadwal ATP Shanghai Masters Hari Ini:
Perempat Final 1:
Arthur Rinderknech (FRA) vs Felix Auger-Aliassime (CAN) [12]
Mulai tidak sebelum pukul 18.30 waktu setempat
Perempat Final 2:
Daniil Medvedev (RUS) [16] vs Alex de Minaur (AUS) [7]
Dilanjutkan setelah pertandingan pertama selesai
Dua laga tersebut akan menentukan siapa yang menyusul Djokovic dan Vacherot ke babak semifinal.
Para penggemar tenis dapat menyaksikan pertandingan melalui siaran langsung di berbagai platform olahraga internasional serta layanan streaming resmi ATP.
Djokovic di Jalur Menuju Gelar Kelima di Shanghai
Jika mampu menyingkirkan Vacherot, Djokovic akan berpeluang besar meraih gelar kelimanya di Shanghai Masters, memperpanjang dominasinya di tanah Asia. Ia sebelumnya menjuarai turnamen ini pada 2012, 2013, 2015, dan 2018.
Djokovic sendiri telah memegang banyak rekor di turnamen ini, termasuk rekor tak terkalahkan di final dan rekor kemenangan terbanyak di antara para pemain aktif.
Namun, dengan munculnya talenta baru seperti Vacherot dan performa impresif Medvedev, jalannya menuju trofi kali ini tak akan mudah.
“Turnamen ini punya arti penting bagi saya. Saya selalu menikmati bermain di Shanghai dan para fans di sini sangat luar biasa,” tutur Djokovic. “Saya ingin menutup musim Asia ini dengan hasil terbaik.”
Penantian Gelar Besar Selanjutnya
Djokovic kini semakin dekat dengan gelar besar ke-41 di level Masters 1000, sesuatu yang akan semakin memperkokoh statusnya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah tenis.
Dalam usia 38 tahun, daya juang dan konsistensinya tetap menginspirasi banyak pemain muda di tur.
Sementara itu, perhatian publik juga tertuju pada Valentin Vacherot, sang underdog yang telah menumbangkan beberapa unggulan untuk mencapai semifinal perdananya di turnamen sebesar ini.
Pertarungan semifinal antara Djokovic vs Vacherot diprediksi akan menjadi duel menarik antara pengalaman dan kejutan baru, pertandingan yang wajib disaksikan oleh para pencinta tenis dunia.






