Iga Swiatek terus menunjukkan dominasinya di turnamen besar Wuhan Open 2025.
Petenis asal Polandia itu memastikan satu tempat di perempat final setelah mengalahkan Belinda Bencic dengan skor 7-6(2), 6-4 pada Rabu (8/10).
Kemenangan ini juga menandai kemenangan ke-125 Swiatek di level WTA 1000 sepanjang kariernya.
Bertanding untuk pertama kalinya di Wuhan, Swiatek tampil percaya diri sejak awal.
Usai pertandingan, petenis peringkat dua dunia itu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para penonton yang memberikan dukungan luar biasa di sepanjang laga.
“Selalu menyenangkan mendapat dukungan selama pertandingan,” ujar Swiatek.
“Di China, saya benar-benar merasakannya lebih dari di negara lain. Saya bahagia bisa bermain di sini dan berharap bisa menikmati atmosfer seperti ini lagi.”
BACA JUGA: Hasil Tenis WTA Wuhan Open 2025 Babak 16 Besar: Sabalenka dan Rybakina Lolos, Pegula Menang Dramatis
Kemenangan Sulit Atas Bencic
Pertarungan melawan Bencic bukanlah kemenangan mudah bagi Swiatek. Setelah unggul 3-0 di awal set pertama, Swiatek sempat kehilangan momentum dan tertinggal 4-5.
Namun, dua kesalahan dari forehand Bencic memberi peluang bagi Swiatek untuk menyamakan kedudukan dan memaksakan tiebreak.
Pada babak tiebreak, Swiatek tampil jauh lebih tajam. Ia membalikkan tekanan dengan agresivitas khasnya, berdiri dekat baseline dan mengembalikan servis Bencic dengan pukulan forehand yang menembus pertahanan lawan. Ia menutup set pertama dengan kemenangan meyakinkan 7-6(2).
Di set kedua, permainan berlangsung seimbang hingga skor 3-3. Namun, Swiatek kembali menemukan ritmenya.
Forehand winner yang cepat disusul kesalahan pukulan dari Bencic membuat Swiatek unggul dan akhirnya menutup pertandingan 6-4.
Dengan hasil ini, Swiatek memperpanjang rekor pertemuannya dengan Bencic menjadi lima kemenangan dari enam laga.
Bencic Bangkit Pasca Melahirkan
Meski kalah, performa Belinda Bencic patut diapresiasi. Setelah melahirkan putrinya, Bella, pada musim semi 2024, petenis asal Swiss itu perlahan menemukan kembali bentuk permainan terbaiknya.
Ia menjuarai turnamen Abu Dhabi pada Februari dan mencapai semifinal Wimbledon, di mana langkahnya terhenti oleh Swiatek yang akhirnya menjadi juara.
Catatan Impresif Swiatek di WTA 1000
Kemenangan ini membawa Swiatek mencatatkan 25 kali penampilan di perempat final turnamen WTA 1000, pencapaian luar biasa untuk petenis berusia 24 tahun.
Dalam laga melawan Bencic, Swiatek menorehkan delapan ace dan memanfaatkan empat dari enam peluang break point.
“Yang paling penting bagi saya adalah tetap bermain dengan percaya diri dan tidak membiarkan lawan mengontrol permainan,” ujar Swiatek seusai laga. “Pertandingan ini sangat ketat, dan saya senang bisa tampil solid di momen-momen krusial.”
Tantangan Baru: Jasmine Paolini
Di babak perempat final, Swiatek akan menghadapi Jasmine Paolini, unggulan ketujuh asal Italia.
Paolini melaju ke delapan besar setelah Clara Tauson terpaksa mundur karena cedera saat kedudukan 3-6, 6-1, 3-1.
Menariknya, Swiatek dan Paolini adalah dua dari lima petenis di perempat final yang pernah menjuarai turnamen WTA 1000.
Swiatek sendiri telah mengoleksi 11 gelar di level tersebut dan kini membidik gelar ke-12 dalam kariernya.
Pertemuan terakhir keduanya terjadi di final Cincinnati Open 2025, di mana Swiatek keluar sebagai juara dengan kemenangan dua set langsung.
Dalam total enam pertemuan sebelumnya, Swiatek selalu unggul, lima di antaranya dimenangkan dalam straight set.
“Paolini adalah lawan yang tangguh, kami sudah bertemu di final tahun ini,” kata Swiatek. “Dia petarung sejati dan tidak pernah menyerah. Saya harus siap sepenuhnya.”
Persaingan Ketat Menuju Akhir Turnamen
Selain Swiatek dan Paolini, beberapa nama besar lainnya juga masih bertahan di turnamen ini. Unggulan ketiga Coco Gauff menang atas wild card asal China, Zhang Shuai, dalam laga Kamis malam.
Kemenangan Coco Gauff ini menjadikannya petenis keenam di babak perempat final yang berstatus juara WTA 1000.
Dengan daftar peserta yang sarat bintang, Wuhan Open 2025 menjanjikan persaingan sengit menuju babak akhir.
Swiatek, yang tengah berada di puncak performa, akan menjadi sosok yang sulit dihentikan dalam upayanya menambah koleksi gelar besar.
Bagi Swiatek, setiap kemenangan bukan hanya soal statistik, tetapi juga konsistensi dan mental juara yang membuatnya terus mendominasi tenis putri dunia.
Jika mampu mempertahankan momentum ini, langkah menuju gelar WTA 1000 ke-12 tampak semakin terbuka lebar.






