Matteo Berrettini menjadi sorotan utama pada ajang Roland Garros 2026 setelah mencatat kemenangan dramatis atas Francisco Comesana pada babak ketiga. Petenis asal Italia itu menunjukkan mental juara dengan menyelamatkan dua match point sebelum akhirnya menang dalam duel maraton yang berlangsung lebih dari lima jam.
Bertanding di Court Simonne-Mathieu, Sabtu (30/5/2026), Berrettini harus bekerja ekstra keras untuk menaklukkan Comesana dengan skor 7-6(3), 5-7, 6-7(4), 6-4, 7-6(13). Pertandingan berlangsung selama 5 jam 13 menit dan menjadi salah satu laga terpanjang di Prancis Terbuka tahun ini.
BACA JUGA: Juan Manuel Cerundolo Ukir Sejarah di Roland Garros 2026 Usai Menangi Duel Hampir 6 Jam
Matteo Berrettini Tunjukkan Mental Baja
Laga berlangsung ketat sejak awal. Berrettini berhasil merebut set pertama melalui tie-break, tetapi Comesana mampu membalas dengan merebut dua set berikutnya.
Dalam kondisi tertinggal, petenis berusia 30 tahun itu tidak menyerah. Berrettini bangkit pada set keempat untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Drama terjadi pada tie-break set kelima. Berrettini menghadapi dua match point saat tertinggal 8-9 dan 12-13. Namun, berkat servis keras dan ketenangan luar biasa, mantan finalis Wimbledon 2021 itu mampu membalikkan keadaan.
Ia akhirnya mengonversi match point keempatnya untuk memastikan kemenangan yang sangat berharga.
“Saya memberikan segalanya di lapangan hari ini. Francisco bermain luar biasa dan saya benar-benar harus menemukan cara untuk bertahan,” ujar Berrettini usai pertandingan.
BACA JUGA: Mantan Petenis Nomor 1 Dunia Naomi Osaka Ukir Sejarah Baru di Roland Garros 2026
Pertama Kali Kembali ke Paris Sejak 2021
Keikutsertaan Roland Garros 2026 memiliki arti khusus bagi Berrettini. Ini merupakan penampilan pertamanya di Paris sejak 2021, saat dirinya berhasil mencapai babak perempat final.
Kini, Berrettini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyamai pencapaian terbaiknya di Roland Garros.
Menariknya, ia menjadi salah satu dari hanya tiga mantan finalis Grand Slam yang masih bertahan di nomor tunggal putra bersama Casper Ruud dan Alexander Zverev.
Tantangan Berikutnya: Juan Manuel Cerundolo
Pada babak keempat, Berrettini akan menghadapi petenis Argentina, Juan Manuel Cerundolo.
Cerundolo juga datang dengan modal luar biasa setelah membuat kejutan besar dengan menyingkirkan petenis nomor satu dunia Jannik Sinner pada putaran kedua.
BACA JUGA: Djokovic Tersingkir, 5 Set Nan Epic di Roland Garros Jadi Milik Fonseca
Tak hanya itu, Cerundolo juga baru saja memenangkan pertandingan epik hampir enam jam melawan Martin Landaluce dengan skor 6-4, 6-7(9), 7-6(4), 6-7(4), 7-6(10-8).
Duel Berrettini kontra Cerundolo diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak keempat karena keduanya sama-sama datang setelah menjalani laga maraton yang menguras fisik.
Alejandro Tabilo Cetak Sejarah
Sementara itu, petenis Chile Alejandro Tabilo juga mencatat prestasi penting di Roland Garros 2026.
Tabilo berhasil menghentikan langkah sensasional remaja tuan rumah berusia 17 tahun, Moise Kouame, dengan skor 4-6, 6-3, 6-4, 7-6(9).
Kemenangan tersebut membawa Tabilo untuk pertama kalinya menembus babak keempat turnamen Grand Slam. Ia juga menjadi petenis Chile keempat abad ini yang berhasil mencapai fase tersebut di Roland Garros.
Dengan performa impresif yang ditunjukkan sejauh ini, Berrettini dan Cerundolo kini siap memperebutkan satu tiket menuju perempat final Roland Garros 2026 dalam laga yang dipastikan berlangsung sengit.






