Ujungnya penantian 50 tahun berakhir setelah Sunderland AFC memastikan tiket kompetisi Eropa musim 2026/2027. Klub berjuluk The Black Cats itu sukses finis di posisi ketujuh klasemen akhir Premier League dan berhak tampil di UEFA Europa League untuk pertama kalinya sejak 1973.
Pencapaian ini menjadi salah satu kisah paling mengejutkan dalam sejarah modern sepak bola Inggris. Sunderland yang sempat terpuruk hingga kasta ketiga kini justru akan kembali tampil di panggung Eropa setelah lebih dari lima dekade menunggu.
Dari League One Menuju Kompetisi Eropa
Perjalanan Sunderland menuju Eropa tidak terjadi dalam semalam. Klub ini terakhir tampil di Premier League pada 2017 sebelum mengalami degradasi beruntun hingga terlempar ke League One pada 2019.
BACA JUGA: Kapten Tim Manchester United Murka, Bruno Fernandes Tuduh Roy Keane Berbohong soal Rekor Assist
Situasi semakin sulit ketika klub mengalami tekanan finansial dan gagal beberapa kali dalam upaya promosi. Bahkan, hanya empat tahun lalu Sunderland masih berjuang di playoff League One usai mengalami kekalahan telak dari sejumlah tim seperti Bolton dan Portsmouth.
Momentum kebangkitan mulai terlihat saat Sunderland menunjuk Regis Le Bris sebagai pelatih. Keputusan tersebut awalnya diragukan karena Le Bris datang setelah mengalami degradasi bersama Lorient.
Namun, pelatih asal Prancis itu perlahan mengubah wajah Sunderland dan membangun fondasi tim yang kompetitif.
Regis Le Bris Jadi Sosok Kunci Kebangkitan Sunderland
Le Bris dikenal memiliki latar belakang akademik di bidang fisiologi dan biomekanik. Pendekatan ilmiahnya terhadap sepak bola terbukti efektif dalam mengembangkan pemain muda dan mengatur kebugaran tim.
Strategi berani yang dilakukan saat Sunderland masih bermain di Championship menjadi bukti kecerdasannya. Ia sempat merotasi besar-besaran skuad menjelang playoff hingga tim kalah lima laga beruntun.
Meski dikritik, keputusan itu terbukti tepat. Sunderland akhirnya promosi berkat gol-gol dramatis di menit akhir sepanjang babak playoff.
Keberhasilan promosi menjadi awal dari kejutan besar musim ini.
Transfer Besar dan Performa Mengejutkan di Premier League
Usai promosi, Sunderland melakukan investasi besar dengan mendatangkan 14 pemain baru senilai sekitar 160 juta poundsterling. Nama seperti Granit Xhaka, Enzo Le Fee, dan Nordi Mukiele langsung memberi dampak signifikan.
Sunderland membuka musim dengan kemenangan 3-0 atas West Ham dan terus tampil konsisten. Mereka bahkan mampu mengalahkan rival sekota Newcastle dua kali serta menyapu bersih kemenangan atas Chelsea musim ini.
Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda membuat Sunderland menjelma menjadi tim kuda hitam Premier League.
BACA JUGA: Paris Saint-Germain dan Luis Enrique Bentuk Arteta, Kini Jadi Lawan di Final Liga Champions
Kemenangan atas Chelsea Akhiri Penantian 50 Tahun
Hari penentuan terjadi saat Sunderland menghadapi Chelsea pada laga terakhir musim. Bermain di Stadium of Light, The Black Cats menang 2-1 dan berharap hasil dari pertandingan lain berpihak kepada mereka.
Harapan itu menjadi kenyataan. Brentford hanya bermain imbang melawan Liverpool sementara Brighton kalah dari Manchester United.
Hasil tersebut memastikan Sunderland finis di posisi ketujuh dan lolos ke Europa League. Para suporter menangis haru di tribun, sementara para pemain merayakan keberhasilan yang terasa mustahil beberapa tahun lalu.
Dari klub yang pernah terjebak di League One, Sunderland kini kembali ke kompetisi Eropa. Penantian 50 Tahun akhirnya berakhir dan kisah kebangkitan mereka akan dikenang sebagai salah satu cerita terbaik dalam sejarah sepak bola Inggris.






