Putaran kedua BRI Super League 2025/26 langsung menyuguhkan tantangan berat bagi Kabau Sirah. Semen Padang FC jalani 2 laga tandang beruntun yang berpotensi menentukan arah perjalanan mereka di sisa musim.
Sesuai jadwal, tim asal Sumatera Barat ini akan lebih dulu bertamu ke markas Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu (24/1). Setelah itu, mereka harus terbang ke Sulawesi Selatan untuk menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Senin (2/2).
Dua pertandingan ini datang di momen yang sangat sensitif. Hingga putaran pertama berakhir di pekan ke-17, Semen Padang masih terpuruk di peringkat ke-17 dari 18 tim, tepat di dalam zona merah.
Dengan hanya separuh musim tersisa, setiap poin kini bernilai sangat mahal.
Posisi Kritis, 10 Poin Jadi Alarm Bahaya
Statistik putaran pertama menjadi cermin keras bagi kondisi Semen Padang FC. Dari 17 pertandingan, Kabau Sirah baru mengoleksi 10 poin, hasil dari tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan 13 kekalahan.
Catatan itu menempatkan mereka sebagai salah satu tim dengan performa terburuk sejauh ini. Jarak poin dengan tim di atas mereka memang belum terlalu jauh, tetapi konsistensi menjadi masalah utama.
Masuk ke putaran kedua, tekanan otomatis meningkat. Dua laga tandang ini bukan hanya soal mencari poin, melainkan juga soal membangun kembali kepercayaan diri tim yang sempat runtuh di paruh musim pertama.
Pelatih Dejan Antonic menyadari betul bahwa awal putaran kedua adalah momen krusial untuk memulai kebangkitan.
BACA JUGA: Minangkabau Open Swimming Championship 2026: Padang Jadi Panggung Lahirnya Bintang Renang Masa Depan
Boyong 24 Pemain, Sinyal Perubahan Serius
Untuk menghadapi dua laga tandang tersebut, manajemen mengambil langkah tegas. Sebanyak 24 pemain diboyong ke Bali dan Parepare, termasuk deretan rekrutan anyar yang diharapkan menjadi solusi instan.
Komposisi skuad ini menunjukkan bahwa Semen Padang tidak ingin setengah-setengah. Hampir semua lini mendapat sentuhan baru, dari penjaga gawang hingga penyerang.
Langkah ini menjadi sinyal jelas: Kabau Sirah tidak ingin tenggelam lebih lama di dasar klasemen.
Tiga Penjaga Gawang Siap Bersaing
Di posisi kiper, Dejan Antonic membawa tiga nama:Arthur Augusto, Rendy Oscario, dan Achmad Iqbal.
Ketiganya siap untuk bersaing sehat demi mengamankan gawang dalam dua laga berat ini. Rotasi kiper bisa menjadi opsi, tergantung kebutuhan taktik dan kondisi fisik pemain.
Lini Belakang Dipercaya Wajah Baru Asing
Salah satu fokus utama pembenahan ada di sektor pertahanan. Dua bek asing anyar, Jaime Giraldo dan Ravy Tsouka, langsung masuk daftar pemain yang dibawa tandang.
Mereka akan didukung oleh nama-nama lokal seperti Angelo Meneses, Asyraq Gufran, Leo Guntara, Ricky Ariansyah, Samuel Christianson, dan Zidane Afandi.
Lini belakang menjadi titik rawan Semen Padang di putaran pertama. Kehadiran bek asing baru hendaknya mampu memperbaiki organisasi pertahanan yang kerap rapuh.
BACA JUGA: Hasil Persik Kediri vs Semen Padang FC: Persik Menang 2-1, Perpisahan Manis untuk Ong Kim Swee
Empat Pemain Asing Perkuat Lini Tengah
Perubahan paling terasa terjadi di sektor tengah. Empat pemain asing baru langsung dibawa dalam tur tandang: Boubakary Diarra, Kianz Froese, Kazaki Nakagawa, dan Maicon de Souza.
Keempat pemain tersebut hendaknya menjadi motor permainan, baik dalam fase bertahan maupun menyerang.
Selain mereka, lini tengah juga diisi oleh: Rosad Setiawan, Alhassan Wakaso, Ripal Wahyudi, Irsyad Maulana, Firman Juliansyah, Armado Oropa, dan Ambrizal Umanailo.
Kombinasi pemain lokal dan asing ini memberi banyak opsi bagi Dejan Antonic untuk meramu formasi terbaik.
Lini Depan Diperkuat Striker Anyar
Di sektor serang, Guillermo Fernandez menjadi nama yang paling disorot. Striker asing anyar ini digadang-gadang sebagai jawaban atas minimnya produktivitas gol Semen Padang di putaran pertama.
Ia akan ditemani pemain muda M Syaiful Asri, yang diharapkan memberi energi segar di lini depan.
Efektivitas lini serang menjadi kunci. Tanpa gol, misi mencuri poin di kandang Bali United dan PSM Makassar akan terasa mustahil.
Enam Pemain Asing Sudah Siap Tempur
Penasehat Semen Padang FC, Andre Rosiade, memastikan bahwa mayoritas rekrutan baru sudah bisa turun.
Melalui akun Instagram pribadi dan kanal resmi klub, ia menyampaikan kabar penting:
“Enam pemain asing baru telah menyelesaikan seluruh proses administrasinya dan bisa bermain dalam laga melawan Bali United,” tulis Andre Rosiade, Rabu (21/1).
Kabar ini menjadi angin segar. Artinya, Dejan Antonic bisa langsung menurunkan kekuatan penuh sejak laga pertama putaran kedua.
Proses Administrasi Maicon Masih Berjalan
Namun, tidak semua berjalan mulus. Andre Rosiade juga mengungkapkan bahwa administrasi Maicon de Souza masih dalam tahap penyelesaian.
“Saat ini proses EPO Maicon dalam proses penerbitan. Juga terkait pencabutan KITAS di Kantor Imigrasi Samarinda sedang berproses, agar selanjutnya dapat diproses administrasinya di Padang,” jelas Andre.
Situasi ini membuat status Maicon masih bergantung pada kecepatan proses administrasi. Jika rampung tepat waktu, ia bisa menjadi tambahan penting di lini tengah.
BACA JUGA: Dejan Antonic Akui Krisis, Semen Padang FC Harus Berbenah Demi Keluar Dari Zona Merah
Bali United dan PSM, Dua Ujian Tanpa Ampun
Menghadapi Bali United di Gianyar dan PSM Makassar di Parepare jelas bukan tugas ringan.
Bali United kuat di kandang, sementara PSM Makassar memiliki atmosfer stadion yang terkenal menekan lawan.
Bagi Semen Padang, target realistis adalah mencuri poin, minimal satu hasil imbang dari dua laga. Namun, untuk keluar dari zona degradasi, kemenangan tetap menjadi target ideal.
Awal Kebangkitan atau Awal Masalah Baru?
Dua laga ini akan menjadi barometer sejauh mana perubahan yang manajemen dan pelatih lakukan akan berdampak nyata.
Jika rekrutan anyar langsung menyatu, Semen Padang berpeluang memulai kebangkitan besar di putaran kedua. Sebaliknya, jika kembali gagal meraih poin, tekanan akan semakin berat di sisa musim.
Satu hal yang pasti, Semen Padang FC jalani 2 laga tandang ini dengan beban besar di pundak. Bukan hanya tentang tiga poin, tetapi tentang mempertahankan harapan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dari Gianyar hingga Parepare, nasib Kabau Sirah sedang dipertaruhkan.






