Ganda putra andalan Malaysia tumbang menjadi kejutan besar pada hari pertama Indonesia Masters 2026, Selasa (20/01) petang WIB.
Publik Istora Senayan dibuat terpana ketika pasangan unggulan pertama, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, harus angkat koper lebih cepat usai kalah dramatis dari duet Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard, dalam pertarungan tiga gim yang menegangkan.
Datang dengan status favorit juara, Aaron/Soh justru gagal memanfaatkan pengalaman dan peringkat unggulan. Dalam laga penuh tensi tinggi itu, pasangan Negeri Jiran harus menyerah dengan skor 22-20, 19-21, 16-21.
Kekalahan ini sekaligus memastikan langkah Lundgaard/Vestergaard melaju ke babak 16 besar, sementara unggulan pertama harus mengubur mimpi mereka sejak putaran awal.
Status Unggulan Tak Menjamin Jalan Mulus
Sebagai pasangan unggulan nomor satu, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik tiba di Jakarta dengan ekspektasi tinggi. Reputasi mereka sebagai salah satu ganda putra elite dunia membuat banyak pihak memprediksi jalan mereka bakal relatif ringan di babak pertama.
Namun realitas di lapangan berkata lain. Sejak poin-poin awal, duel berjalan ketat. Lundgaard/Vestergaard tampil tanpa beban, berani mengimbangi tempo cepat yang coba dibangun Aaron/Soh.
Gim pertama langsung menghadirkan drama. Kedua pasangan silih berganti memimpin, memaksa laga berlangsung hingga fase krusial.
Dalam situasi adu ketenangan, Aaron/Soh akhirnya berhasil merebut gim pembuka dengan skor tipis 22-20.
Meski unggul lebih dulu, raut wajah tegang tetap terlihat di kubu Malaysia. Kemenangan itu tidak datang dengan mudah, dan perlawanan sengit dari wakil Denmark menjadi sinyal bahwa laga ini jauh dari kata aman.
Gim Kedua Jadi Titik Balik
Memasuki gim kedua, tekanan justru semakin terasa di pihak unggulan. Lundgaard/Vestergaard mulai membaca pola permainan lawan dan tampil lebih agresif.
Pasangan Denmark itu sukses memimpin di interval dengan skor 11-8, memaksa Aaron/Soh berada dalam posisi tertekan. Setelah jeda, wakil Malaysia mencoba bangkit. Beberapa reli panjang berhasil mereka menangkan hingga skor kembali seimbang.
Namun di momen-momen akhir, ketenangan Lundgaard/Vestergaard menjadi pembeda. Mereka mampu menjaga fokus dan memanfaatkan kesalahan kecil Aaron/Soh untuk mengunci gim kedua dengan skor 21-19.
Skor imbang 1-1 membuat pertandingan semakin panas. Atmosfer Istora yang riuh menambah intensitas laga, sementara tekanan mental mulai terasa berat di pundak pasangan unggulan.
BACA JUGA: Upadate Daftar Atlet Indonesia di Daihatsu Indonesia Masters 2026: Ada Ubed dan Alwi Farhan
Gim Penentuan: Dominasi Denmark di Momen Kritis
Masuk ke gim ketiga, duel berjalan semakin ketat. Kedua pasangan terus saling kejar poin sejak awal. Aaron/Soh sempat tertinggal tipis 4-5 sebelum kembali kehilangan momentum hingga interval dengan skor 9-11.
Setelah interval, pasangan Malaysia berusaha mengejar ketertinggalan. Namun upaya mereka kerap kandas di hadapan pertahanan solid Lundgaard/Vestergaard. Serangan cepat dari Denmark membuat jarak poin tetap terjaga.
Saat memasuki fase akhir gim, situasi semakin sulit bagi Aaron/Soh. Pasangan Denmark hanya membutuhkan dua poin lagi untuk memastikan kemenangan, sementara wakil Malaysia masih tertinggal sekitar empat angka.
Match point pun lebih dulu diraih Lundgaard/Vestergaard. Dalam satu reli penentuan, pasangan Denmark menuntaskan perlawanan dan memastikan kemenangan 21-16 di gim ketiga.
Skor akhir 22-20, 19-21, 16-21 menjadi penanda berakhirnya perjalanan unggulan pertama di Indonesia Masters 2026.
Ganda Putra Andalan Malaysia Tumbang, Kejutan Besar di Hari Pertama
Hasil ini langsung menjadi salah satu kejutan terbesar di babak awal turnamen. Ganda Putra Andalan Malaysia Tumbang bukan hanya berarti tersingkirnya unggulan pertama, tetapi juga membuka peta persaingan menjadi semakin terbuka.
Bagi Aaron/Soh, kekalahan ini terasa pahit. Mereka datang sebagai tumpuan harapan Malaysia, namun justru harus mengakhiri langkah lebih cepat dari perkiraan.
Sebaliknya, Lundgaard/Vestergaard tampil sebagai pahlawan kejutan. Dengan permainan disiplin dan mental baja, mereka berhasil menyingkirkan pasangan elite dunia di hadapan ribuan penonton Istora.
Analisis Pertandingan: Tekanan Mental Jadi Faktor Penentu
Jika melihat jalannya laga, perbedaan utama terletak pada ketenangan di poin-poin krusial. Di gim pertama, Aaron/Soh masih mampu menjaga fokus hingga merebut kemenangan 22-20.
Namun setelah kehilangan gim kedua, tekanan mental mulai menggerogoti permainan mereka. Beberapa kesalahan sendiri muncul di saat-saat penting, memberi celah bagi lawan untuk mengambil alih kendali.
Sementara itu, Lundgaard/Vestergaard justru tampil semakin percaya diri. Meski bukan unggulan, mereka bermain lepas, berani menyerang, dan jarang melakukan kesalahan fatal.
Konsistensi inilah yang akhirnya membawa pasangan Denmark membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke babak 16 besar.
BACA JUGA: Daihatsu Indonesia Masters 2026 Tanpa Bintang Dunia: Jojo Absen, Masih Ada Chen Yu Fei dan Putri KW
Implikasi Besar bagi Peta Persaingan
Gugurnya unggulan pertama sejak babak awal jelas mengubah peta persaingan di sektor ganda putra. Jalur menuju gelar juara kini terbuka lebar bagi pasangan lain.
Beberapa kontestan unggulan di bagan yang sama kini memiliki peluang lebih besar untuk melaju jauh. Sementara bagi publik tuan rumah, hasil ini menambah warna persaingan dan meningkatkan antusiasme di hari-hari berikutnya.
Turnamen Indonesia Masters 2026 pun semakin menarik untuk diikuti, dengan potensi lahirnya kejutan-kejutan baru.
Lundgaard/Vestergaard Siap Tantang Lawan Berikutnya
Keberhasilan menumbangkan unggulan pertama menjadi suntikan moral besar bagi Lundgaard/Vestergaard. Kemenangan ini bukan hanya tentang tiket ke babak 16 besar, tetapi juga bukti bahwa mereka mampu bersaing dengan pasangan papan atas dunia.
Dengan performa solid yang mereka tunjukkan, pasangan Denmark berpotensi menjadi kuda hitam di turnamen ini.
Sementara itu, Aaron/Soh harus segera melakukan evaluasi. Kekalahan dini ini menjadi pengingat bahwa status unggulan tidak pernah menjamin kemenangan, terutama di turnamen seketat Indonesia Masters.
Istora Kembali Jadi Panggung Drama
Istora Senayan sekali lagi membuktikan reputasinya sebagai panggung drama bulu tangkis dunia. Sorak sorai penonton, reli panjang, dan kejutan besar menjadi paket lengkap yang menghiasi hari pertama babak utama.
Ganda Putra Andalan Malaysia Tumbang akan dikenang sebagai salah satu momen paling mengejutkan di Indonesia Masters 2026.
Dengan masih banyak laga besar menanti, satu hal sudah pasti: turnamen ini baru saja dimulai, dan kejutan tampaknya belum akan berhenti.






