Hari pertama Daihatsu Indonesia Masters 2026 menjadi panggung penuh emosi bagi publik Istora. Sorak sorai penonton mengiringi perjuangan para pebulu tangkis Merah Putih yang bertarung sejak sesi kualifikasi hingga laga pamungkas malam hari.
Dari duel satu gim hingga pertarungan tiga gim yang menegangkan, Indonesia akhirnya memastikan sejumlah wakil melaju ke fase berikutnya.
Kata kunci utama hari itu jelas: daftar wakil Indonesia ke babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters terus bertambah seiring bergulirnya pertandingan Selasa (20/1/2026). Penampilan terakhir Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menjadi penutup manis sekaligus simbol daya juang tuan rumah.
Ana/Trias Menjadi Penutup Manis Hari Pertama
Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari tampil sebagai wakil Indonesia terakhir yang turun bertanding.
Menghadapi duet Hong Kong, Lui Lok Lok/Yeung Nga Ting, mereka langsung dihadapkan pada ujian mental.
Gim pertama berjalan tidak sesuai rencana. Ana/Trias kesulitan keluar dari tekanan dan harus merelakan gim pembuka dengan skor 16-21.
Situasi itu sempat membuat publik menahan napas, karena kekalahan berarti satu tiket 16 besar lepas dari genggaman.
Namun, pengalaman berbicara. Di gim kedua, Ana/Trias tampil lebih rapi, mengendalikan reli, dan memaksa lawan bermain dalam tempo mereka. Hasilnya, gim kedua diamankan dengan skor 21-14.
Memasuki gim penentuan, pasangan Indonesia langsung tancap gas. Empat poin beruntun di awal set ketiga menjadi fondasi kepercayaan diri. Keunggulan itu terus dijaga hingga akhirnya Ana/Trias menutup laga dengan skor 21-17.
Kemenangan 16-21, 21-14, 21-17 memastikan mereka masuk dalam Daftar Wakil Indonesia ke Babak 16 Besar Daihatsu Indonesia Masters, sekaligus mengakhiri perjuangan hari pertama dengan penuh kelegaan.
Sesi Kualifikasi: Ada Lolos, Ada Gugur Dini
Sejak sesi kualifikasi pagi hari, hasil beragam sudah menghiasi perjalanan wakil tuan rumah. Beberapa nama melangkah mantap, sementara yang lain harus menerima kenyataan pahit.
Anthony Sinisuka Ginting menjadi salah satu sorotan. Menghadapi Kantaphon Wangcharoen dari Thailand, Ginting tampil dominan dan menang straight game 21-12, 21-7, mengamankan tempat di babak utama tanpa drama berarti.
Sebaliknya, Prahdiska Bagas Shujiwo harus menghentikan langkah lebih awal setelah kalah dari Wang Po Wei dengan skor 18-21, 19-21.
Di sektor ganda putri, Nabila Ayu Cahya Permata Ayu/Nahya Muhyifa nyaris membuat kejutan, namun akhirnya kalah tipis dari pasangan Malaysia 21-16, 13-21, 19-21.
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi menunjukkan mental kuat. Sempat kehilangan gim pertama, mereka membalikkan keadaan dan menang atas wakil Prancis 20-22, 21-16, 21-14.
Hasil-hasil ini menjadi fondasi awal bagi bertambahnya Daftar Wakil Indonesia ke Babak 16 Besar Daihatsu Indonesia Masters sejak sesi kualifikasi.
Babak Utama 32 Besar: Dominasi Merah Putih Mulai Terlihat
Memasuki babak utama 32 besar, atmosfer Istora semakin memanas. Sejumlah pasangan unggulan Indonesia tampil meyakinkan.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melibas pasangan Taiwan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh dengan skor meyakinkan 21-16, 21-10. Kemenangan cepat ini mengirim mereka langsung ke 16 besar tanpa banyak energi terbuang.
Leo Carnando/Bagas Maulana juga tampil solid. Mereka menundukkan He Zhi Wei/Huang Jui Hsuan dengan skor identik 21-16, 21-16, menambah daftar wakil ganda putra yang lolos.
Di sektor ganda putri, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menang telak 21-8, 21-15 atas pasangan Thailand, menunjukkan kesiapan mereka bersaing di fase krusial.
Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu pun mencatat kemenangan impresif atas wakil China 21-14, 21-13, sebuah hasil penting yang mempertegas kekuatan sektor ganda putri Indonesia.
Laga Ketat dan Kejutan di Hari Pertama
Tak semua laga berjalan mudah. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus melewati pertarungan tiga gim sebelum menaklukkan pasangan Prancis 22-20, 15-21, 21-10.
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga dipaksa bermain tiga gim saat menghadapi wakil Malaysia. Mereka akhirnya menang 21-18, 19-21, 21-10.
Namun, ada pula hasil pahit. Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi yang sebelumnya lolos dari kualifikasi, harus tersingkir di babak utama setelah kalah dari pasangan India 19-21, 13-21.
Di sektor ganda putri, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine gagal melaju usai kalah 21-15, 20-22, 14-21 dari pasangan Taiwan.
Hasil-hasil ini memperlihatkan bahwa persaingan di Indonesia Masters 2026 benar-benar ketat, tanpa ruang bagi kelengahan sekecil apa pun.
Daftar Wakil Indonesia ke Babak 16 Besar Daihatsu Indonesia Masters (Hari Pertama)
Berdasarkan hasil pertandingan Selasa (20/1/2026), berikut wakil Indonesia yang memastikan tiket 16 besar:
- Anthony Sinisuka Ginting
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
- Leo Carnando/Bagas Maulana
- Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti
- Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu
- Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
- Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani
- Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum
- Siti Sarah Azzahra/Az Zahra Ditya Ramadhani
- Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari
Daftar ini masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya pertandingan di hari-hari berikutnya.
Harapan Besar Tuan Rumah di Fase Gugur
Dengan banyaknya wakil yang lolos sejak hari pertama, optimisme publik Istora kembali menguat. Kombinasi pemain senior dan generasi muda memberi warna tersendiri pada perjalanan Indonesia di turnamen level Super 500 ini.
Kemenangan dramatis Ana/Trias menjadi simbol bahwa mental juara masih menjadi kekuatan utama wakil tuan rumah. Di sisi lain, keguguran dini beberapa nama juga menjadi pengingat bahwa setiap laga di Indonesia Masters menuntut fokus penuh.
Perjalanan masih panjang. Namun satu hal sudah pasti: Daftar Wakil Indonesia ke Babak 16 Besar Daihatsu Indonesia Masters memberi harapan nyata bahwa tuan rumah siap berbicara banyak hingga akhir turnamen.
Hari pertama telah dilewati. Kini, sorotan tertuju pada babak 16 besar, tempat mimpi juara mulai diuji sesungguhnya.






