Tenis  

Aryna Sabalenka Menang Mudah Atas Wakil China: Kubur Rasa Frustrasi, Sang Ratu Dunia Melaju Mulus

Aryna Sabalenka Menang Mudah Atas Wakil China Kubur Rasa Frustrasi, Sang Ratu Dunia Melaju Mulus
Aryna Sabalenka - Dokumentasi IG: @wta

Langkah Aryna Sabalenka di Australian Open 2026 kembali menegaskan satu hal: status petenis nomor satu dunia bukan sekadar label, melainkan cerminan mental baja di saat tekanan datang.

Dalam laga babak kedua melawan kualifikator asal China, Bai Zhuoxuan, Sabalenka sempat dibuat tidak nyaman. Namun pada akhirnya, ia tetap menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 6-3, 6-1 dan mengamankan tiket ke babak ketiga.

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang start sempurna Sabalenka di awal musim 2026. Lebih dari itu, duel ini menjadi gambaran jelas bagaimana sang juara bertahan mampu mengelola emosi, meredam frustrasi, dan kembali menguasai jalannya pertandingan.

Tak berlebihan jika laga ini kemudian dirangkum dalam satu frasa kunci: Aryna Sabalenka Menang Mudah Atas Wakil China, meski proses menuju kemenangan itu tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Awal Kilat: Lima Gim dalam 15 Menit

Pertandingan di Rod Laver Arena dibuka dengan tempo yang nyaris brutal dari Sabalenka. Dalam 15 menit pertama, petenis asal Belarus itu melesat memenangkan lima gim beruntun.

Servis keras, return agresif, serta pukulan forehand datar menjadi senjata utama yang membuat Bai Zhuoxuan nyaris tak sempat bernapas.

BACA JUGA: Jadwal Tunggal Putra Australia Open 2026 Hari Ke-4: Hari Penuh Duel Besar, Alcaraz hingga Zverev Siap Tempur

Di titik itu, banyak yang mengira pertandingan akan selesai cepat. Sabalenka tampak siap mencatat kemenangan ketujuh beruntun di awal 2026 tanpa drama berarti.

Ritme permainannya stabil, variasi pukulan bekerja efektif, dan kepercayaan diri terpancar jelas.

Namun, tenis jarang berjalan sesuai skenario.

Bai Zhuoxuan Bangkit, Sabalenka Mulai Terganggu

Memasuki tiga gim berikutnya, situasi berubah drastis. Bai Zhuoxuan, peringkat dunia 702, mulai menemukan pijakan. Ia memperpanjang reli, mengubah tempo, dan beberapa kali memancing kesalahan dari raket Sabalenka.

Dalam fase ini, durasi gim mendadak berlipat. Reli-reli panjang memaksa Sabalenka keluar dari zona nyamannya. Enam peluang set point sempat datang dan pergi tanpa bisa dikonversi. Frustrasi mulai terlihat, bahasa tubuh Sabalenka tak lagi setenang awal laga.

Di masa lalu, momen seperti ini kerap menjadi titik rawan. Versi lama Sabalenka dikenal mudah kehilangan kendali emosi saat momentum berbalik. Namun kali ini, cerita berjalan berbeda.

Mental Juara Bicara di Gim Kesembilan

Pada gim kesembilan set pertama, Sabalenka kembali menghadapi deuce. Tekanan terasa nyata. Tapi di sinilah kualitas petenis nomor satu dunia muncul.

Sebuah servis tak terjangkau menghasilkan set point ketujuh. Tanpa ragu, Sabalenka kembali menghantam servis keras, mengunci set pertama dengan skor 6-3.

Sorak sorai penonton langsung membahana, seolah menyambut kembalinya kendali penuh sang juara bertahan.

Setelah itu, arah pertandingan praktis berubah total.

BACA JUGA: Jadwal Australia Open 2026 Hari Ke-4 Tunggal Putri: Sabalenka, Gauff, dan Raducanu Siap Panaskan Melbourne!

Set Kedua: Sabalenka Lepas Kendali, Lawan Kehilangan Arah

Set kedua berjalan satu arah. Sabalenka tampil jauh lebih tenang, meminimalkan kesalahan, dan mulai mendikte permainan sejak awal.

Bai Zhuoxuan yang sempat merepotkan di set pertama, kini kesulitan mengimbangi kecepatan bola dan variasi pukulan lawan.

Dengan kombinasi servis tajam dan winner dari baseline, Sabalenka melesat meninggalkan lawannya. Set kedua ditutup cepat dengan skor 6-1, sekaligus mengakhiri laga dalam waktu 1 jam 12 menit.

Skor akhir 6-3, 6-1 menegaskan bahwa Aryna Sabalenka Menang Mudah Atas Wakil China, meski sempat diwarnai ketegangan di set pembuka.

Pengakuan Jujur Sabalenka: Sempat Kehilangan Arah

Usai pertandingan, Sabalenka tak menutup-nutupi bahwa ia sempat kebingungan menghadapi perubahan permainan Bai.

“Dia benar-benar menaikkan level di set pertama, dan untuk sesaat saya berpikir, ‘Apa yang harus saya lakukan? Dia memukul bola dengan sangat bagus,’” ujar Sabalenka dalam wawancara di lapangan.

Ia mengakui bahwa keberhasilannya menutup set pertama menjadi titik balik emosional.

“Saya sangat senang bisa mengamankan set itu. Itu memberi saya kepercayaan diri bahwa permainan saya masih ada. Saya fokus satu poin demi satu poin, dan itu membantu saya keluar dari situasi sulit.”

Pernyataan ini memperlihatkan sisi matang Sabalenka yang semakin berkembang. Ia tak lagi memaksakan segalanya, melainkan memilih menenangkan diri dan membangun ulang ritme.

Statistik Menunjukkan Proses, Bukan Sekadar Hasil

Meski menang meyakinkan, angka-angka di balik pertandingan ini menunjukkan bahwa Sabalenka sempat goyah.

Dari total 21 unforced error, sebanyak 14 terjadi dalam sembilan gim pertama. Artinya, hampir seluruh kesalahan sendiri terkonsentrasi di fase ketika Bai mulai bangkit.

Namun, Sabalenka menutup laga dengan 24 winner, sebuah angka yang menggambarkan dominasi agresif ketika ia sudah menemukan kembali permainannya.

Statistik ini menegaskan bahwa kemenangan bukan hanya soal kualitas teknik, tetapi juga kemampuan mengendalikan momen krusial.

BACA JUGA: Petenis Indonesia Janice Tjen Kalahkan Fernandez di R1, Ukir Sejarah Manis di Australian Open 2026

Makna Kemenangan bagi Perjalanan Sabalenka di Melbourne

Kemenangan ini membawa Sabalenka melaju ke babak 32 besar Australian Open 2026. Lebih penting lagi, laga ini menjadi ujian mental yang berharga.

Sebagai juara dua kali dan unggulan teratas, setiap lawan akan datang tanpa beban dan siap memberi perlawanan maksimal.

Laga melawan Bai Zhuoxuan menjadi pengingat bahwa bahkan petenis peringkat rendah pun bisa menciptakan masalah jika diberi ruang.

Namun, cara Sabalenka mengatasi situasi sulit menunjukkan bahwa ia kini berada di level kematangan baru. Bukan lagi sekadar petenis dengan pukulan keras, tetapi juga pemain dengan kontrol emosi yang jauh lebih stabil.

Tantangan Berikutnya dan Sinyal bagi Para Rival

Dengan performa ini, pesan Sabalenka kepada para rival sangat jelas: ia siap mempertahankan takhta.

Meski masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam mengurangi unforced error di fase awal laga, kemampuan bangkit dari tekanan menjadi senjata utama dalam perburuan gelar ketiga di Melbourne.

Jika ia terus bermain dengan keseimbangan agresivitas dan ketenangan seperti ini, jalan menuju pekan kedua Australian Open akan terbuka lebar.

Satu hal sudah pasti, dari laga ini publik kembali mendapat bukti bahwa Aryna Sabalenka Menang Mudah Atas Wakil China bukan sekadar hasil akhir, melainkan kisah tentang kedewasaan, kontrol diri, dan mental juara yang semakin sempurna.