Tenis  

Petenis Indonesia Janice Tjen Kalahkan Fernandez di R1, Ukir Sejarah Manis di Australian Open 2026

Petenis Indonesia Janice Tjen Kalahkan Fernandez di R1, Ukir Sejarah Manis di Australian Open 2026
Janice Tjen - Dokumentasi IG: @wta

Langit Melbourne yang terik menjadi saksi lahirnya salah satu kisah paling emosional di hari ketiga Australian Open 2026.

Di tengah dominasi petenis-petenis unggulan, seorang wakil Indonesia justru mencuri perhatian dunia. Dengan permainan berani dan mental baja, petenis Indonesia Janice Tjen kalahkan Fernandez di R1, membuka babak baru sejarah tenis Tanah Air di Grand Slam.

Janice Tjen, yang tampil tanpa status unggulan, menumbangkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, lewat kemenangan dua set langsung 6-2, 7-6 (1) dalam waktu 1 jam 43 menit.

Hasil ini bukan hanya tiket ke babak kedua, tetapi juga catatan bersejarah: Tjen menjadi petenis Indonesia pertama yang memenangi pertandingan undian utama Australian Open sejak Yayuk Basuki melakukannya pada 1998.

BACA JUGA: Belinda Bencic Lewati Katie Boulter di Babak Pertama AO 2026, Dunia Tenis Kembali Milik Sang Ratu Swiss

Langkah Berani di Tengah Tekanan Panggung Besar

Bagi Janice Tjen, laga ini bukan sekadar debut di Australian Open, melainkan panggung pembuktian. Sejak awal pertandingan, tekanan terasa besar.

Fernandez datang sebagai favorit, dengan pengalaman finalis US Open dan peringkat lebih tinggi.

Namun Tjen tampil tanpa rasa gentar. Di set pertama, ia langsung menunjukkan kualitas servis yang nyaris sempurna.

Catatan 100 persen poin dari servis pertama menjadi fondasi kokoh yang membuat Fernandez kesulitan mengembangkan permainan.

Empat gim awal berlangsung ketat, hingga akhirnya Tjen menemukan celah. Break penting di gim kelima mengubah momentum. Dari kedudukan 3-2, ia melaju cepat, menyapu bersih empat gim terakhir untuk mengunci set pertama 6-2.

Sorak penonton mulai terdengar, terutama dari tribun yang diisi keluarga dan kerabat dekat Tjen. Atmosfer mendadak berubah: seorang petenis muda Indonesia tengah menantang unggulan besar di panggung dunia.

Set Kedua: Ujian Mental di Momen Kritis

Memasuki set kedua, Fernandez mencoba bangkit. Namun Tjen kembali lebih dulu mencuri break dan memimpin 2-1. Keunggulan itu sempat memberinya peluang menutup laga lebih cepat.

Sayangnya, jalan menuju kemenangan tidak semulus yang dibayangkan. Fernandez meningkatkan agresivitas, mematahkan servis Tjen, lalu kembali tertinggal.

Drama memuncak ketika Tjen melayani untuk pertandingan, tetapi justru kehilangan gim tersebut.

Saat Fernandez menyamakan skor dan bahkan unggul 6-5, ketegangan mencapai puncak. Tjen dipaksa mempertahankan servis di bawah tekanan besar. Dengan ketenangan luar biasa, ia berhasil memaksakan tie-break.

Di momen inilah mental juara Tjen benar-benar berbicara. Ia melesat cepat, merebut tiga poin pertama dan enam dari tujuh poin awal. Satu match point sudah cukup.

Sebuah pukulan penutup memastikan kemenangan 7-6 (1), sekaligus mengirim Fernandez angkat koper lebih awal.

Sejarah Baru untuk Tenis Indonesia

Kemenangan ini terasa istimewa bukan hanya karena menyingkirkan unggulan, tetapi juga karena maknanya bagi Indonesia.

Terakhir kali petenis Tanah Air memenangi laga utama Australian Open adalah 28 tahun lalu, ketika Yayuk Basuki melaju hingga babak keempat pada 1998.

“Ini momen yang sangat spesial,” ujar Tjen dalam konferensi pers usai laga. Ia mengaku bahagia bisa mencetak sejarah di hadapan keluarga yang hadir langsung di arena.

“Saya senang bisa menang untuk Indonesia. Melihat keluarga dan teman-teman di tribun memberi energi besar bagi saya,” tuturnya.

Lebih dari sekadar angka di papan skor, kemenangan ini membuka harapan baru bagi tenis Indonesia di level dunia.

BACA JUGA: Monfils Terhenti Shelton Melaju di Australia Terbuka: Air Mata Perpisahan dan Kilau Generasi Baru di Melbourne

Modal Servis Kuat dan Kepercayaan Diri Tinggi

Salah satu kunci sukses Tjen terletak pada performa servis. Di set pertama, ia tak kehilangan satu pun poin dari servis pertama, statistik langka di level Grand Slam.

Konsistensi itu membuat Fernandez sulit membangun ritme reli panjang. Selain itu, Tjen tampil berani mengambil risiko, sering maju ke net dan memaksa lawan keluar dari zona nyaman.

Kepercayaan diri ini bukan datang tiba-tiba. Beberapa bulan lalu, Tjen juga mencatat kejutan serupa di US Open dengan menyingkirkan unggulan ke-24 Veronika Kudermetova di babak pembuka. Dua Grand Slam berturut-turut, dua unggulan tumbang di tangannya.

Tantangan Berat Menanti di Babak Kedua

Perjalanan Tjen belum selesai. Di babak kedua, ia akan menghadapi mantan petenis nomor satu dunia, Karolina Pliskova. Ujian jelas jauh lebih berat.

Pliskova dikenal dengan servis keras dan pengalaman segudang di turnamen besar. Namun dengan performa seperti ini, peluang kejutan kembali terbuka.

Bagi Tjen, apa pun hasilnya nanti, langkah ke babak kedua sudah menjadi pencapaian penting dalam kariernya.

Kejutan Lain: Valentova Singkirkan Unggulan Tuan Rumah

Selain kemenangan Tjen, hari ketiga Australian Open juga dihiasi kejutan lain. Remaja Ceko, Tereza Valentova, membuat publik Australia terdiam setelah menyingkirkan unggulan ke-30 sekaligus petenis nomor satu tuan rumah, Maya Joint.

Valentova menang 6-4, 6-4 dalam 1 jam 32 menit. Ia menciptakan 17 peluang break dan mengonversi lima di antaranya, cukup untuk mengakhiri langkah Joint.

Ini menjadi kemenangan ketiga Valentova di babak pertama Grand Slam sepanjang karier mudanya, setelah sukses di Roland Garros dan US Open tahun lalu.

BACA JUGA: Lolos ke Babak Kedua Australia Terbuka: Dominasi Sinner Berlanjut, Fritz Ikut Menyalakan Asa di Melbourne

Australian Open 2026 dan Era Baru Kejutan

Hari ketiga turnamen menegaskan satu hal: Australian Open 2026 penuh kejutan. Unggulan tumbang, wajah-wajah baru bersinar, dan kisah inspiratif bermunculan dari berbagai penjuru dunia.

Di antara semua cerita itu, nama Janice Tjen bersinar paling terang bagi publik Indonesia. Dengan keberanian, disiplin, dan ketenangan, ia membuktikan bahwa mimpi besar bisa terwujud di panggung terbesar.

Kini, sorotan tertuju pada laga berikutnya. Apakah kisah indah ini akan berlanjut?

Yang pasti, hari itu akan selalu dikenang sebagai hari ketika Petenis Indonesia Janice Tjen Kalahkan Fernandez di R1 dan menghidupkan kembali harapan tenis Indonesia di level Grand Slam.