Amanda Anisimova kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara di Australian Open 2026. Di tengah suhu ekstrem Melbourne, petenis peringkat empat dunia itu tampil efisien dan penuh kontrol saat menaklukkan rekan senegaranya, Peyton Stearns, dengan skor 6-1, 6-4 di Margaret Court Arena.
Kemenangan ini mengantar Anisimova ke babak 16 besar untuk tahun kedua berturut-turut. Lebih dari sekadar hasil, laga ini menjadi cerminan kedewasaan permainan Anisimova: cepat, tegas, dan nyaris tanpa celah, meski sempat mendapat ujian lewat perlawanan terlambat dari Stearns.
Menang Cepat di Tengah Suhu Ekstrem Melbourne
Pertandingan digelar pada salah satu hari terpanas sepanjang turnamen. Termometer di sekitar arena mendekati 95 derajat Fahrenheit, bahkan diprediksi menembus 100 derajat di sore hari. Kondisi ini membuat duel diprediksi menguras fisik.
Namun Anisimova memastikan dirinya tidak terlalu lama berada di bawah terik matahari. Ia menutup pertandingan hanya dalam 1 jam 11 menit pada Sabtu sore, dengan tempo agresif sejak gim pertama.
Sebagai petenis yang besar dan berlatih di Florida, Anisimova mengaku sudah sangat akrab dengan latihan di bawah cuaca panas. Pengalaman itu kini terasa membuahkan hasil di Melbourne.
Ia menyebut bahwa masa-masa latihan musim panas yang berat di masa muda kini menjadi modal penting saat menghadapi kondisi ekstrem di turnamen besar.
Start Sempurna, Stearns Langsung Tertekan
Anisimova memulai laga dengan penuh fokus. Meski sempat menghadapi break point di gim pembuka, ia berhasil mempertahankan servis dan langsung menekan Stearns.
Tak butuh waktu lama, Anisimova mematahkan servis lawannya untuk unggul 2-0. Dominasi terus berlanjut ketika ia kembali mencuri servis dan memimpin 5-1. Set pertama ditutup hanya dalam sedikit lebih dari 30 menit dengan skor 6-1.
Di set pertama ini, Anisimova terlihat jauh lebih siap secara mental. Variasi pukulan, kedalaman bola, serta kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang membuat Stearns kesulitan mengembangkan permainan.
Set Kedua: Stearns Bangkit, Anisimova Tetap Terkendali
Memasuki set kedua, Anisimova masih berada di jalur yang sama. Ia kembali mematahkan servis Stearns dan melesat unggul 4-1, lalu memperlebar jarak menjadi 5-2.
Di titik ini, pertandingan tampak akan berakhir cepat. Namun Stearns, mantan andalan University of Texas, menunjukkan mental baja. Ia menyelamatkan match point, mematahkan servis Anisimova, dan memperkecil jarak menjadi 5-4.
Tekanan mulai terasa. Stearns bahkan kembali menyelamatkan match point kedua. Tetapi pada momen krusial, Anisimova menunjukkan kelasnya.
Sebuah forehand winner keras menjadi pukulan terakhir yang mengakhiri perlawanan Stearns dan memastikan kemenangan 6-4.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Anisimova atas Stearns di ajang WTA Tour.
Statistik Panas di Tengah Cuaca Panas
Laga ini dipengaruhi langsung oleh suhu ekstrem. Sepanjang lebih dari 100 poin yang dimainkan, tidak ada satu reli pun yang mencapai sembilan pukulan. Kedua pemain sepakat memperpendek poin dan mengambil risiko sejak awal.
Secara angka, Anisimova mencatat 30 unforced error, lebih dari dua kali lipat milik Stearns yang hanya 14. Namun agresivitas itu juga menghasilkan 14 winner, berbanding enam milik Stearns.
Pukulan penentu kemenangan datang dari forehand, sisi yang pada laga ini justru menjadi senjata utama Anisimova.
Salah satu momen terbaik terjadi saat ia sudah unggul break di set kedua, ketika sebuah forehand down the line membuka peluang triple break point.
Stearns sempat menyelamatkan satu, namun gagal pada kesempatan berikutnya, membuat Anisimova semakin menjauh.
Rekor Konsisten Anisimova di Melbourne
Dengan kemenangan ini, Anisimova mencatatkan pencapaian penting: untuk keempat kalinya sepanjang karier, ia menembus babak 16 besar Australian Open.
Lebih impresif lagi, hingga babak ketiga ia belum kehilangan satu set pun. Dalam tiga laga awal, Anisimova selalu menang straight set dan nyaris tidak pernah berada dalam situasi genting.
Stabilitas ini menjadi sinyal kuat bahwa ia bukan sekadar unggulan tinggi, tetapi benar-benar siap bersaing hingga pekan kedua turnamen.
Kematangan Mental Jadi Pembeda
Di usia yang relatif masih muda, Anisimova menunjukkan kematangan yang berbeda dibanding beberapa musim lalu. Ia tidak panik saat Stearns bangkit di set kedua, tidak memaksakan pukulan mustahil, dan tetap setia pada rencana permainan.
Keputusan untuk terus menyerang, meski dengan risiko error lebih banyak, justru menjadi kunci. Dalam kondisi panas, bermain pasif hanya akan memperpanjang reli dan menguras tenaga.
Anisimova memilih jalan sulit: agresif, cepat, dan menentukan poin dengan raketnya sendiri.
Tantangan Berikutnya: Noskova atau Wang Xinyu
Di babak 16 besar, Anisimova akan menghadapi pemenang duel antara unggulan ke-13 Linda Noskova dan Wang Xinyu.
Melawan Wang, Anisimova belum pernah bertemu. Sementara menghadapi Noskova, ia unggul 2-1 dalam rekor pertemuan, termasuk kemenangan tiga set di final Beijing tahun lalu.
Siapapun lawannya, Anisimova dipastikan tidak akan mendapat jalan mudah. Namun dengan performa seperti ini, ia layak dipandang sebagai ancaman serius bagi siapa pun di paruh atas undian.
Panas, Tekanan, dan Ambisi Besar di Australian Open 2026
Kemenangan atas Stearns menegaskan satu hal: Amanda Anisimova Menangkan Laga Antar Petenis AS bukan sekadar headline, melainkan bukti kesiapan mental dan teknis menghadapi tekanan turnamen Grand Slam.
Di tengah suhu ekstrem, tekanan sebagai unggulan tinggi, dan perlawanan rekan senegara, Anisimova tampil tanpa panik. Ia mengendalikan tempo, memanfaatkan kekuatan forehand, dan menutup laga dengan otoritas.
Australian Open 2026 kini memasuki fase krusial. Dan di antara deretan nama besar, Amanda Anisimova berdiri sebagai salah satu sosok paling konsisten dan berbahaya di jalur perebutan gelar.
Jika performa ini berlanjut, Melbourne mungkin sedang menyaksikan lahirnya cerita besar baru dari seorang petenis Amerika yang sedang berada di puncak kedewasaan permainannya.






