Atmosfer Metropolitano Stadium kembali menjadi saksi keperkasaan Atletico Madrid. Di hadapan pendukungnya sendiri, pasukan Diego Simeone tampil meyakinkan untuk menundukkan RCD Mallorca dengan skor telak 3-0.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan penegasan bahwa Atletico Madrid menang telak di Metropolitano Stadium dan masih pantas diperhitungkan dalam perburuan gelar LaLiga musim ini.
Hasil ini memperpanjang rekor kemenangan kandang Atletico menjadi 13 laga beruntun, sebuah catatan yang menunjukkan betapa sulitnya meraih poin di markas Rojiblancos. Di sisi lain, Mallorca kian terjepit di papan bawah, masih berada di posisi ke-16 dan hanya berjarak dua poin dari zona degradasi.
Tekanan Sejak Awal: Atletico Langsung Ambil Kendali
Sejak peluit pertama berbunyi, Atletico Madrid langsung memperlihatkan intensitas tinggi. Simeone menurunkan tim dengan pendekatan agresif, memaksa Mallorca bertahan dalam blok rendah dan jarang keluar dari area sendiri.
Peluang berbahaya pertama datang pada menit ke-15 melalui Alexander Sorloth. Penyerang Norwegia itu melepaskan tembakan mendatar dari dalam kotak penalti, namun kiper Mallorca, Leo Roman, masih mampu melakukan penyelamatan gemilang.
BACA JUGA: Barcelona Benamkan Oviedo di Camp Nou, Tiga Gol Indah Antar Blaugrana Kembali ke Puncak LaLiga
Meski peluang itu belum berbuah gol, tekanan Atletico tak pernah mengendur. Mallorca tampak kesulitan keluar dari tekanan, dan lini belakang mereka terpaksa bekerja ekstra keras sejak menit-menit awal.
Gol Pembuka Sorloth, Tradisi Cetak Gol Lebih Dulu Terjaga
Gol yang dinanti akhirnya hadir pada menit ke-22. Berawal dari sapuan kepala Johan Mojica yang tidak sempurna, bola justru jatuh ke kaki Marcos Llorente. Gelandang Atletico itu langsung melepaskan volley keras yang kembali ditepis Leo Roman.
Namun, pantulan bola mengarah tepat ke Sorloth. Dari jarak dekat, penyerang Norwegia itu tanpa ragu menceploskan bola ke gawang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk tuan rumah.
Gol ini punya makna khusus. Dengan gol Sorloth tersebut, Atletico tercatat selalu mencetak gol pembuka dalam 11 laga kandang LaLiga musim ini.
Sebuah statistik yang menggambarkan betapa kuatnya mental dan kesiapan mereka saat bermain di Metropolitano.
Mallorca Kembali Rapuh di Babak Pertama
Seperti banyak pertandingan sebelumnya, Mallorca kembali menunjukkan kelemahan yang sama: rapuh di babak pertama. Statistik berbicara jelas, 21 dari 31 gol yang mereka kebobolan musim ini terjadi sebelum turun minum.
Di laga ini, tren buruk itu kembali terulang. Sepanjang babak pertama, Mallorca bahkan gagal mencatat satu pun tembakan tepat sasaran.
Setiap upaya membangun serangan selalu kandas di lini tengah atau dipatahkan oleh pertahanan rapat Atletico.
Diego Simeone tampak puas dengan organisasi timnya. Pertahanan tampil disiplin, sementara lini tengah mampu menjaga tempo dan mengontrol jalannya laga. Skor 1-0 saat jeda menjadi cerminan dominasi tuan rumah.
Harapan Tamu Pupus, Gol Bunuh Diri Menggandakan Keunggulan
Memasuki babak kedua, Mallorca sebenarnya mencoba bermain sedikit lebih berani. Namun upaya itu tidak benar-benar menghasilkan ancaman berarti.
Alih-alih bangkit, mereka justru semakin terpuruk akibat sebuah insiden yang merugikan. Pada menit ke-75, upaya Mateu Morey untuk membuang bola justru berakhir sial.
Bola hasil sapuannya memantul mengenai wajah rekan setimnya, David Lopez, dan masuk ke gawang sendiri.
Gol bunuh diri itu mengubah skor menjadi 2-0 untuk Atletico Madrid. Sebuah momen yang praktis mematahkan mental Mallorca, sekaligus menegaskan betapa malam itu memang milik tuan rumah.
Almada Menutup Pesta, Skor Akhir 3-0
Dengan keunggulan dua gol, Atletico bermain lebih tenang. Simeone melakukan beberapa pergantian untuk menjaga kebugaran pemain, namun tetap mempertahankan intensitas permainan.
Gol penutup datang di menit ke-87 melalui Thiago Almada. Menerima bola di dalam kotak penalti, pemain asal Argentina itu melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Leo Román. Skor 3-0 memastikan pesta sempurna bagi publik Metropolitano.
Gol Almada menjadi penegasan akhir bahwa kemenangan ini bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari dominasi penuh sepanjang pertandingan.
Rekor Kandang Terus Membesar, Asa Juara Masih Terjaga
Kemenangan ini membuat Atletico Madrid semakin kokoh di zona empat besar. Lebih dari itu, hasil ini menjaga peluang mereka dalam perburuan gelar LaLiga ketiga di era Diego Simeone.
Meski masih berada di belakang para pesaing utama, konsistensi kandang menjadi modal besar. Metropolitano benar-benar menjadi benteng yang nyaris tak tertembus, dengan 13 kemenangan beruntun di semua ajang.
Bagi Simeone, kemenangan atas Mallorca bukan hanya soal skor, tetapi juga soal menjaga momentum. Setiap laga kandang kini terasa seperti final, dan Atletico terus menjalaninya dengan disiplin tinggi.
Mallorca di Ambang Bahaya, Tekanan Kian Meningkat
Di sisi lain, kekalahan ini semakin memperumit situasi Mallorca. Bertahan di peringkat ke-16, mereka kini hanya unggul dua poin dari zona degradasi, bahkan dengan satu pertandingan lebih banyak dibanding tim-tim di bawahnya.
Masalah terbesar Mallorca kembali terlihat jelas: tumpul di lini depan dan rapuh di awal laga. Tanpa satu pun tembakan tepat sasaran di babak pertama, sulit berharap mereka bisa mencuri poin dari markas sekuat Metropolitano.
Jika tren ini terus berlanjut, perjuangan Mallorca untuk bertahan di LaLiga musim ini akan semakin berat.
Statistik Penting Pertandingan
Atletico Madrid tampil dominan sejak awal hingga akhir laga. Mereka mencetak gol pada menit ke-22 lewat Sorloth, menggandakan keunggulan melalui gol bunuh diri David Lopez pada menit ke-75, dan menutup pertandingan lewat Thiago Almada di menit ke-87.
Mallorca kembali gagal mencetak gol di Metropolitano, melanjutkan catatan buruk mereka yang tidak pernah mencetak gol dalam tiga kunjungan terakhir ke stadion ini.
Metropolitano Tetap Angker, Atletico Kian Percaya Diri
Laga ini sekali lagi menegaskan satu hal: Metropolitano Stadium adalah tempat yang sangat sulit ditaklukkan. Dengan organisasi rapi, mental kuat, dan efektivitas tinggi, Atletico Madrid terus mengumpulkan kemenangan demi kemenangan di kandang.
Atletico Madrid menang telak di Metropolitano Stadium bukan hanya judul berita, tetapi gambaran nyata tentang dominasi Rojiblancos di rumah sendiri.
Selama rekor kandang ini terus terjaga, peluang mereka untuk terus menekan papan atas LaLiga akan selalu terbuka.
Bagi Mallorca, alarm bahaya semakin keras berbunyi. Sementara bagi Atletico, malam ini menjadi satu langkah lagi menuju mimpi besar yang belum sepenuhnya padam.






