Bodo/Glimt Menang Sensasional, Inter Milan Jadi Korban Kejutan Besar Liga Champions

BodoGlimt Menang Sensasional, Inter Milan Jadi Korban Kejutan Besar Liga Champions
Dokumentasi: (c) Bodo Glim

Bodo/Glimt Menang dramatis atas Inter Milan setelah menutup leg kedua play-off Liga Champions UEFA dengan skor 2-1 di San Siro.

Hasil ini memastikan wakil Norwegia melaju dengan agregat meyakinkan 5-2 sekaligus mencatat salah satu kejutan terbesar dalam sejarah kompetisi elite Eropa.

Kemenangan tersebut membuat Bodo/Glimt menjadi klub Norwegia pertama sejak 1987 yang mampu lolos dari fase gugur Liga Champions.

Prestasi ini semakin menegaskan status mereka sebagai kuda hitam paling berbahaya musim ini.

BACA JUGA: Bhayangkara Presisi Lampung FC Jaga Momentum, Henry Doumbia Siap Lanjutkan Tren Positif

Inter Dominan, Tapi Finishing Tumpul

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Inter langsung tampil menekan sejak awal.

Peluang emas sudah hadir di menit ketiga ketika umpan lambung Federico Dimarco disambut sundulan Sebastiano Esposito, namun bola masih melayang tipis di atas mistar.

Sepanjang babak pertama, Nerazzurri praktis mendominasi. Davide Frattesi dua kali mendapat peluang emas, termasuk sundulan jarak dekat yang digagalkan penyelamatan gemilang kiper Nikita Haikin.

Dimarco kembali mengancam lewat tembakan keras dari tepi kotak penalti, tetapi Haikin tampil luar biasa dengan menepis bola ke atas mistar.

Meski menerima tekanan, Bodo/Glimt justru sempat memberi peringatan serius pada menit ke-36. Sundulan Hakon Evjen memaksa Yann Sommer melakukan penyelamatan penting.

BACA JUGA: Jadwal BRI Super League Hari Ini 24 Februari: Malut United vs Persija Panaskan Pekan ke-23!

Bodo/Glimt Menang Berkat Efektivitas Mematikan

Memasuki babak kedua, Inter kembali menguasai permainan. Namun justru tim tamu yang mampu memecah kebuntuan mendekati satu jam laga.

Kesalahan fatal Manuel Akanji dalam penguasaan bola, langsung Ole Blomberg manfaatkan.

Tembakannya memang ditepis Sommer, tetapi bola rebound disambar Jens Petter Hauge menjadi gol pembuka yang membungkam publik San Siro.

Gol tersebut membuat mental Inter goyah. Akanji hampir menebus kesalahannya, tetapi sepakannya hanya membentur tiang gawang.

Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-72. Hauge mengirim umpan terobosan brilian yang ia selesaikan dengan tenang oleh Evjen untuk menggandakan keunggulan tim Norwegia.

BACA JUGA: Liverpool Curi Kemenangan Dramatis di Markas Forest, Gol Menit 97 Mac Allister Jadi Penentu

Gol Hiburan Inter Tak Cukup

Inter sempat memperkecil ketertinggalan lewat penyelesaian jarak dekat Alessandro Bastoni. Namun gol tersebut datang terlambat untuk mengubah jalannya pertandingan.

Bodo/Glimt tetap tenang di sisa waktu dan berhasil mengamankan kemenangan 2-1 sekaligus agregat 5-2.

Hasil ini terasa semakin luar biasa mengingat klub Norwegia tersebut bahkan belum pernah memenangkan pertandingan Liga Champions sebelum Januari lalu.

Kini mereka justru mencatat empat kemenangan beruntun dan melaju ke undian babak 16 besar.

Kemenangan bersejarah ini menegaskan reputasi Bodo/Glimt sebagai spesialis kejutan di Eropa.

Dengan permainan efektif dan mental kuat, mereka berpotensi kembali merepotkan lawan-lawan besar di fase berikutnya.

Sebaliknya, kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Inter. Untuk pertama kalinya sejak musim 2020/2021, mereka gagal menembus babak 16 besar Liga Champions.

Meski demikian, peluang meraih gelar domestik masih terbuka bagi Nerazzurri, yang tetap berada di jalur perebutan Serie A dan Coppa Italia.