Paris Saint-Germain dan Luis Enrique Bentuk Arteta, Kini Jadi Lawan di Final Liga Champions

Paris Saint-Germain dan Luis Enrique Bentuk Arteta, Kini Jadi Lawan di Final Liga Champions
Mikel Arteta saat mengangkat trofi Liga Inggris 2025/2026 - Dokumentasi X:@ArsenalRadar

Paris Saint-Germain dan Luis Enrique menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Mikel Arteta jauh sebelum dirinya sukses membawa Arsenal meraih gelar Liga Inggris 2025/2026. Kini, takdir mempertemukan Arteta dengan dua entitas yang ikut membentuk kariernya saat Arsenal menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2026.

Setelah mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun, Arteta kini berpeluang menorehkan sejarah lebih besar. Namun, tantangan terakhirnya datang dari PSG dan pelatih mereka, Luis Enrique, sosok yang pernah menjadi mentor Arteta ketika masih muda di Barcelona.

Luis Enrique Jadi Mentor Mikel Arteta di Barcelona

Pada awal 2000-an, Arteta merupakan lulusan akademi La Masia yang berusaha menembus tim utama FC Barcelona. Persaingan saat itu sangat ketat karena ada nama-nama besar seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, hingga Pep Guardiola.

BACA JUGA: Klasemen Akhir Premier League 2025/2026: Arsenal Juara, Aston Villa ke Liga Champions, Wolves Degradasi

Di tengah persaingan tersebut, Luis Enrique menjadi salah satu pemain senior yang mendukung perkembangan Arteta. Pelatih Arsenal itu bahkan pernah mengaku sangat mengagumi karakter dan kepemimpinan Enrique.

Arteta menyebut Enrique selalu mendukung pemain muda dan meninggalkan identitas kuat di setiap tim yang pernah ia tangani, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Paris Saint-Germain Jadi Awal Karier Profesional Arteta

Kesulitan menembus skuad utama Barcelona membuat Arteta memilih dipinjamkan ke PSG pada 2001. Saat itu klub asal Paris belum menjadi kekuatan dominan seperti sekarang.

Meski PSG hanya finis di papan tengah Ligue 1, periode bersama Les Parisiens menjadi titik balik penting dalam karier Arteta. Ia bermain bersama nama besar seperti Jay-Jay Okocha dan Ronaldinho.

Arteta bahkan berhasil memenangkan Intertoto Cup bersama PSG sebelum akhirnya pindah ke Rangers FC, langkah yang kemudian membawanya menuju Premier League.

BACA JUGA: Hasil Manchester City vs Aston Villa: Ollie Watkins Tutup Era Emas Guardiola Dengan Kekalahan 1-2 di Etihad

Arsenal Pernah Ingin Merekrut Luis Enrique

Menariknya, hubungan Arteta dan Enrique kembali bersinggungan pada 2019. Setelah memecat Unai Emery, Arsenal sempat menjadikan Luis Enrique sebagai kandidat utama pelatih baru.

Namun Enrique memilih kembali menangani tim nasional Spanyol. Arsenal kemudian memberikan kesempatan kepada Arteta yang saat itu baru dikenal sebagai asisten Pep Guardiola di Manchester City.

Keputusan tersebut mengubah sejarah klub. Arteta perlahan membangun Arsenal hingga akhirnya sukses mengangkat trofi Premier League musim 2025/2026.

Final Liga Champions Jadi Momen Takdir Arteta

Kini perjalanan 25 tahun karier Arteta seolah berputar penuh. Di final Liga Champions 2025/26 di Puskas Arena, ia akan menghadapi PSG, klub yang memberinya awal karier profesional, sekaligus Luis Enrique, mentor yang pernah membimbingnya.

BACA JUGA: Arsenal Angkat Trofi Liga Inggris, Bukayo Saka: Tidak Ada Lagi Ejekan, Sekarang Giliran Kami

Jika berhasil menang, Arteta bukan hanya mengalahkan mantan gurunya, tetapi juga menyempurnakan perjalanan luar biasa dari pemain muda yang sempat tersisih menjadi pelatih juara Eropa.

Final ini bukan sekadar perebutan trofi Liga Champions, melainkan pertarungan antara masa lalu dan masa depan Mikel Arteta.