Crystal Palace juara UEFA Conference League setelah menundukkan Rayo Vallecano dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung di Leipzig. Gol tunggal Jean-Philippe Mateta pada babak kedua memastikan klub asal Inggris itu meraih trofi Eropa pertama sepanjang sejarah mereka.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian luar biasa bagi Crystal Palace di bawah asuhan Oliver Glasner. Setelah sukses mempersembahkan trofi FA Cup musim lalu, The Eagles kini melengkapi kebangkitan mereka dengan gelar bergengsi di kompetisi Eropa.
BACA JUGA: Enzo Fernandez Dikaitkan ke Manchester City, Era Baru The Citizens Bisa Dimulai
Crystal Palace Juara UEFA Conference League Berkat Gol Mateta
Final UEFA Conference League berlangsung sengit sejak menit awal. Crystal Palace dan Rayo Vallecano sama-sama tampil agresif demi memburu gelar juara.
Namun, kebuntuan baru pecah pada babak kedua ketika Jean-Philippe Mateta berhasil memanfaatkan peluang emas di depan gawang lawan. Striker asal Prancis itu mencetak gol kemenangan yang langsung mendapat sambutan meriah para pendukung Palace.
Keunggulan tersebut berhasil mereka pertahankan hingga laga usai. Crystal Palace pun resmi mengangkat trofi UEFA Conference League untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Era Oliver Glasner Jadi Masa Keemasan Crystal Palace
Kesuksesan ini sekaligus mempertegas era emas Crystal Palace bersama Oliver Glasner. Pelatih asal Austria tersebut sebelumnya membawa Palace menjuarai FA Cup usai mengalahkan Manchester City pada final musim lalu.
Tidak hanya itu, Crystal Palace juga berhasil merebut Community Shield setelah mengalahkan Liverpool lewat drama adu penalti.
Kini, trofi UEFA Conference League menjadi pencapaian terbesar Palace di level Eropa. Menariknya, gelar ini hadir di tengah kabar Glasner yang akan meninggalkan klub pada akhir musim karena kontraknya habis.
Perjalanan Crystal Palace Menuju Gelar Juara
Perjalanan Crystal Palace menuju tangga juara tidak berjalan mudah. Mereka bahkan gagal finis di delapan besar fase liga sehingga harus memainkan babak tambahan play-off knockout.
Dalam perjalanan menuju final, Palace sukses menyingkirkan sejumlah tim kuat seperti Zrinjski Mostar, AEK Larnaca, Fiorentina, hingga Shakhtar Donetsk.
Kontribusi para pemain kunci juga sangat menentukan keberhasilan ini. Ismaila Sarr tampil tajam sebagai top skor kompetisi dengan sembilan gol dari 13 pertandingan.
BACA JUGA: Penantian 50 Tahun Berakhir! Sunderland Lolos ke Eropa dan Ukir Sejarah Baru
Sementara itu, Daichi Kamada menjadi motor serangan dengan torehan empat assist, menjadikannya salah satu pemain dengan assist terbanyak di turnamen.
Crystal Palace Dipastikan Tampil di Liga Europa
Awalnya, Crystal Palace sebenarnya diproyeksikan bermain di Liga Europa. Namun, mereka sempat diturunkan ke UEFA Conference League akibat regulasi kepemilikan klub yang melibatkan mantan pemilik saham, John Textor.
Meski begitu, kemenangan di final UEFA Conference League kini memastikan Palace tampil di Liga Europa musim 2026/2027.
Trofi ini sekaligus menjadi simbol kebangkitan Crystal Palace sebagai kekuatan baru sepak bola Inggris di kompetisi Eropa.






