Turnamen Dongfeng Voyah WTA Wuhan Open 2025 berakhir dengan cerita luar biasa dari bintang muda Amerika Serikat, Coco Gauff.
Petenis berusia 21 tahun itu tampil luar biasa untuk menaklukkan rekan senegaranya, Jessica Pegula, dengan skor 6-4, 7-5 dalam final yang berlangsung di Wuhan, China, pada Ahad (12/10).
Dengan kemenangan ini, Coco Gauff juara WTA Wuhan Open 2025 dan sukses mengamankan gelar WTA 1000 ketiga dalam kariernya, sekaligus yang pertama di Wuhan.
Dominasi Gauff di Final All-American
Final kali ini menjadi duel dua bintang Amerika yang juga pernah berpasangan di nomor ganda.
Dalam laga perdana mereka sebagai lawan di partai final, Gauff tampil lebih solid sejak awal dan tidak kehilangan satu set pun sepanjang turnamen.
Pertarungan sengit selama 1 jam 42 menit itu memperlihatkan ketenangan luar biasa dari Gauff, yang mampu bangkit dari tekanan di set kedua untuk menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.
Bagi Gauff, hasil ini bukan sekadar gelar tambahan. Ia kini mencatat rekor baru sebagai pemain pertama di Era Terbuka yang memenangkan sembilan final lapangan keras pertamanya secara beruntun.
Dan ini adalah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya di WTA.
Jalan Berbeda Menuju Partai Puncak
Meski sama-sama datang sebagai unggulan, jalur kedua petenis menuju final WTA Wuhan Open 2025 cukup kontras.
Coco Gauff tampil dominan sejak awal turnamen, hanya kehilangan 16 game dalam lima pertandingan, sementara Pegula harus berjuang keras dengan melewati delapan laga tiga set untuk mencapai final.
Gauff langsung mengirim sinyal bahaya sejak awal pertandingan dengan merebut enam poin pertama dan unggul cepat 3-0.
Pegula sempat bangkit dan membalas dengan serangan agresif, termasuk backhand winner tajam di gim ketujuh yang membuat skor imbang 4-4.
Namun, Gauff kembali menemukan celah di gim ke-10 untuk mematahkan servis Pegula dan menutup set pertama 6-4 hanya dalam 47 menit.
Momen Ketegangan di Set Kedua
Set kedua menjadi ujian sebenarnya bagi mental juara Gauff. Pegula, yang sehari sebelumnya berhasil menyingkirkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka setelah tertinggal 2-5 di set penentuan.
Namun kembali menunjukkan daya juang tinggi. Ia memimpin 3-0 setelah Gauff melakukan enam kali double fault, tanda bahwa servisnya sempat goyah.
Namun, Gauff yang kini bekerja sama dengan spesialis biomekanik Gavin MacMillan sejak Agustus lalu, berhasil menstabilkan permainannya.
Ia mendapatkan dua kali break back untuk menyamakan kedudukan 3-3.
Pertarungan menjadi semakin sengit dengan saling tukar break, hingga Gauff akhirnya merebut 10 poin beruntun dan unggul 6-5.
Pada gim berikutnya, Pegula melakukan volley yang melebar di match point , membuat Gauff menjatuhkan raketnya dan mengangkat tangan tinggi ke udara, merayakan kemenangan bersejarah di Wuhan.
Statistik dan Fakta dari Hasil Final ATP Wuhan Open 2025
Dari hasil final WTA Wuhan Open 2025, sejumlah statistik menarik mencerminkan performa luar biasa Gauff:
- Durasi pertandingan: 1 jam 42 menit
- Skor akhir: Gauff menang 6-4, 7-5
- Servis as: Gauff 7
- Double fault: 6
- Break point diselamatkan: 4 dari 6
- Head-to-head baru: Pegula unggul tipis 4-3
Selain menjadi gelar ketiga di level WTA 1000, kemenangan ini juga memperpanjang rekor impresif Gauff di final lapangan keras menjadi 9-0, menunjukkan ketangguhan mentalnya dalam laga penentuan.
Gelar Ketiga dan Momentum Baru
Kemenangan ini menambah koleksi prestasi Gauff yang semakin mengesankan. Sebelumnya, ia telah menjuarai Cincinnati Open 2023 dan Qatar Open 2024, serta meraih gelar Grand Slam Roland Garros 2025.
Kini, Gauff dipastikan mengamankan tempat di WTA Finals 2025 di Riyadh, dengan posisi peringkat tiga dunia di belakang Iga Swiatek dan Aryna Sabalenka.
“Saya sangat bangga dengan cara saya bertarung hari ini,” ujar Gauff setelah pertandingan. “Jessica selalu menjadi lawan yang tangguh dan inspirasi bagi saya. Bisa menang di sini tanpa kehilangan satu set pun benar-benar luar biasa.”
Pegula sendiri menunjukkan sportivitas tinggi. “Coco bermain sangat solid. Saya sudah mencoba segalanya, tapi dia tampil lebih baik di momen krusial,” ucap Pegula usai laga.
BACA JUGA: Iga Swiatek Tersungkur di WTA Wuhan Open 2025, Jasmine Paolini Lolos ke Semifinal
Catatan Khusus: Konsistensi dan Keunggulan Mental
Musim 2025 menjadi tahun keemasan bagi Gauff. Selain tiga gelar besar, ia juga tercatat sebagai salah satu pemain dengan tingkat kemenangan tertinggi di lapangan keras.
Bahkan ia merupakan petenis Amerika pertama yang menjuarai WTA Wuhan Open sejak turnamen ini dimulai pada 2014.
Kemenangan ini juga menandai gelar ke-10 dalam karier profesionalnya, memperkuat statusnya sebagai ikon baru tenis putri dunia.
Dengan usia baru 21 tahun, Coco Gauff telah menegaskan bahwa dirinya bukan lagi sekadar bintang muda penuh potensi, tetapi kekuatan besar yang akan mendominasi WTA dalam waktu lama.






