Gol Injury Time Andre Bikin Liverpool Tersungkur di Molineux

Gol Injury Time Andre Bikin Liverpool Tersungkur di Molineux
Liverpool tersungkur di Molineux setelah Wolverhampton Wanderers meraih kemenangan dramatis 2-1 - Dokumentasi IG: @wolves

Liverpool tersungkur di Molineux setelah Wolverhampton Wanderers meraih kemenangan dramatis 2-1 atas dalam lanjutan Premier League. Gol telat dari Andre memastikan kemenangan sensasional tuan rumah sekaligus memberi pukulan besar bagi ambisi The Reds di papan atas.

Kemenangan ini juga menandai back-to-back kemenangan liga pertama Wolves sejak April 2025, sekaligus menjaga asa mereka meski masih berada di zona berbahaya.

Babak Pertama: Liverpool Dominan Tanpa Hasil

Liverpool membuka laga dengan agresif demi menghindari kejutan. Cody Gakpo menjadi pemain pertama yang menguji kiper Jose Sa, namun upayanya masih mudah diamankan.

Tekanan terus dilancarkan tim asuhan Arne Slot. Peluang emas sempat datang ketika Jeremie Frimpong menerima umpan matang dari Hugo Ekitike, tetapi tembakannya melambung di atas mistar.

BACA JUGA: Sunderland Menang 1-0 Atas Leeds United Lewat Penalti Kontroversial

Di sisi lain, Wolves tampil sabar dan disiplin bertahan. Tim asuhan Rob Edwards bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang babak pertama.

Meski menguasai permainan, Liverpool hanya mampu menghasilkan dua tembakan on target hingga turun minum, membuat skor tetap 0-0.

Babak Kedua: Liverpool Tersungkur di Molineux Lewat Drama Akhir

Memasuki babak kedua, Liverpool sempat meminta penalti ketika umpan Frimpong diduga mengenai tangan Ladislav Krejci, tetapi wasit bergeming.

Peluang terbaik The Reds datang dari situasi sepak pojok. Sundulan Ekitiké mengarah ke Curtis Jones, namun bola justru mengenai Gakpo dan memantul ke mistar,momen yang membuat fans Liverpool frustrasi.

Serangan Liverpool terus berlanjut. Ekitike kembali menusuk dari sisi kanan dan mengirim umpan berbahaya, tetapi Krejčí melakukan intersepsi krusial sebelum bola mencapai Alexis Mac Allister.

Gol Kejutan Wolves

Saat Liverpool terlihat lebih dominan, Wolves justru melancarkan pukulan telak pada menit ke-78. Tolu Arokodare memenangkan duel fisik melawan Virgil van Dijk dan mengirim umpan kepada Rodrigo Gomes.

Dengan tenang, Gomes mencungkil bola melewati Alisson Becker untuk membawa Wolves unggul 1-0 dan membuat Molineux bergemuruh.

BACA JUGA: Barcelona Menang 3-0 Tapi Gagal, Atletico Madrid Melangkah ke Final Copa Del Rey

Liverpool nyaris langsung membalas lewat Rio Ngumhoma, tetapi Jose Sa melakukan penyelamatan gemilang yang membuat bola hanya membentur tiang.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil bagi Liverpool. Mohamed Salah berhasil mencuri bola dari Jean-Ricner Bellegarde sebelum menaklukkan Sa lewat sontekan tajam.

Gol tersebut menjadi gol Premier League pertama Salah sejak November dan menghidupkan kembali harapan Liverpool.

Namun drama belum selesai.

Gol Andre di Injury Time Hancurkan Liverpool

Saat Liverpool berusaha membalikkan keadaan di masa injury time, Wolves justru mencetak gol penentu. Tembakan Andre dari luar kotak penalti membentur Joe Gomez dan mengecoh Alisson.

Gol di detik-detik akhir itu memastikan kemenangan 2-1 Wolves dalam salah satu laga paling dramatis musim ini.

Meski masih terpaut 11 poin dari zona aman, kemenangan ini memberi harapan baru bagi Wolves. Performa penuh determinasi di Molineux menunjukkan mereka belum menyerah dalam perburuan bertahan di Premier League.

Sebaliknya, Liverpool harus menelan pil pahit. Kekalahan ini bisa berdampak besar pada perjuangan mereka finis di zona Liga Champions, yang kini semakin ketat.

BACA JUGA: Update Terbaru Klasemen LaLiga 2025/2026 Pekan 26: Barcelona Kokoh di Puncak, Real Madrid Tertekan

Jika tidak segera bangkit, peluang The Reds untuk mengamankan posisi lima besar bisa semakin terancam.

Pertandingan ini menjadi bukti bahwa efektivitas dan mental bertahan dapat mengalahkan dominasi penguasaan bola. Wolves tampil klinis di momen penting, sementara Liverpool membayar mahal karena gagal memaksimalkan peluang.

Hasil ini akan dikenang sebagai malam ketika Liverpool tersungkur di Molineux, sebuah peringatan keras bagi tim papan atas bahwa setiap laga Premier League selalu penuh kejutan.