Juara bertahan Mirra Andreeva akhirnya memulai kiprahnya di Dubai Duty Free Tennis Championships dengan kemenangan yang tidak mudah.
Petenis muda asal Rusia itu sukses mengamankan tiket perempat final setelah menundukkan Jaqueline Cristian dengan skor 7-5, 6-3 dalam laga penuh tekanan, Rabu (18/2/2026).
Di babak delapan besar, Andreeva akan menghadapi unggulan kedua asal Amerika Serikat, Amanda Anisimova, yang sebelumnya menang meyakinkan 6-1, 6-3 atas wildcard Janice Tjen.
Pertemuan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling panas di turnamen.
Juara Bertahan Mirra Andreeva Hadapi Awal Tak Mulus
Sebagai juara bertahan, Andreeva mendapat bye di babak pertama dan kemudian melaju tanpa bertanding di babak kedua setelah Daria Kasatkina mundur karena cedera.
Situasi serupa juga dialami Anisimova usai Barbora Krejcikova mengundurkan diri.
Namun, start yang tertunda justru memengaruhi ritme permainan Andreeva. Dalam laga melawan Cristian, ia melakukan 31 unforced error, termasuk tujuh double fault.
Bahkan, tiga double fault muncul saat ia gagal menutup set pertama pada kedudukan 5-4.
“Saya merasa permainan saya jauh dari sempurna hari ini,” ujar Andreeva usai pertandingan. “Tegang dan sangat gugup. Saya terlalu peduli pada setiap poin.”
Meski tampil naik turun, petenis 18 tahun itu tetap mampu mengunci kemenangan di momen-momen krusial pada akhir setiap set.
Duel Penuh Break dan Drama
Pertandingan Andreeva kontra Cristian diwarnai total 13 kali break servis. Pola laga pun berulang: Andreeva unggul lebih dulu lewat permainan agresif saat return, namun kehilangan momentum akibat kesalahan sendiri.
Cristian sebenarnya memiliki peluang bangkit, termasuk saat gagal memaksimalkan drive volley di net pada set kedua. Namun pengalaman dan ketenangan Andreeva berbicara di saat genting.
Salah satu momen menarik adalah ketika Andreeva kembali membuka buku catatannya yang sempat viral musim lalu. Buku tersebut berisi catatan taktik dan evaluasi terhadap lawan-lawannya.
“Ketika saya gagal menutup set pertama, saya membaca kembali catatan saya dan mencoba fokus pada hal-hal yang harus saya lakukan,” ungkapnya.
Strategi itu kembali membuahkan hasil.
Motivasi Ekstra Sebagai Juara Bertahan
Turnamen Dubai tahun ini terasa berbeda bagi Andreeva. Untuk pertama kalinya dalam kariernya, ia tampil dengan status juara bertahan. Ia mengaku merasakan motivasi lebih besar dibanding turnamen lainnya.
Namun tekanan mempertahankan gelar juga membawa rasa gugup yang tak terduga. Ia menilai walkover di babak sebelumnya sedikit mengganggu ritme pertandingan, terlebih Cristian sudah memainkan laga tiga set sebelumnya.
Meski demikian, Andreeva optimistis performanya akan meningkat setelah melewati satu laga kompetitif.
Rekor Pertemuan dan Ambisi Balas Dendam
Pertandingan perempat final melawan Anisimova akan menjadi pertemuan kedua mereka di level WTA.
Sebelumnya, Anisimova menghentikan 13 kemenangan beruntun Andreeva dalam duel sengit di Miami tahun lalu.
Fakta tersebut menjadi motivasi tambahan bagi Andreeva.
“Saya menantikan kesempatan untuk membalas kekalahan itu,” tegasnya.
Di sisi lain, Anisimova datang dengan kepercayaan diri tinggi usai kemenangan solid atas Tjen.
Meski sempat menghadapi tekanan di akhir set pertama dan gagal menutup laga pada kesempatan pertama, ia tetap menunjukkan kontrol permainan sepanjang pertandingan.
BACA JUGA: Sensasi Denmark di Dubai 2026, Clara Tauson Melaju Ke Perempat Final Usai Tundukkan Magda Linette
Siap Panaskan Perempat Final Dubai
Pertemuan Mirra Andreeva dan Amanda Anisimova diyakini menjadi laga paling dinanti di babak delapan besar.
Keduanya sama-sama memiliki gaya permainan agresif dengan kekuatan dari baseline.
Andreeva akan berusaha memperbaiki akurasi servis dan meminimalkan double fault. Sementara Anisimova mengandalkan konsistensi dan pengalaman menghadapi tekanan.
Dengan satu laga sudah di tangan, Juara bertahan Mirra Andreeva percaya diri dapat menemukan ritme terbaiknya dan mempertahankan peluang mempertahankan gelar.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah sang juara bertahan menjaga tahtanya, atau Anisimova kembali menjadi batu sandungan?
Semua akan terjawab di perempat final Dubai yang akan berlangsung sengit.






