Tenis  

Jessica Pegula Tembus Semifinal Wuhan Open 2025 Lewat Drama Tiga Set, Catat Rekor Unik di WTA

Jessica Pegula Tembus Semifinal Wuhan Open 2025 Lewat Drama Tiga Set, Catat Rekor Unik di WTA
Jessica Pegula - Dokumentasi Instagram/@wta

Beberapa momen dalam olahraga sulit dijelaskan dengan logika, dan perjalanan Jessica Pegula di China belakangan ini menjadi salah satunya.

Petenis asal Amerika Serikat itu kembali menorehkan kisah luar biasa di ajang Wuhan Open 2025, setelah menembus semifinal dengan cara yang benar-benar tidak biasa, enam kemenangan tiga set dari tujuh pertandingan beruntun!

Pegula Bangkit dari Kekalahan Set Pertama

Bertanding di Dongfeng · Voyah Wuhan Open pada Jumat (10/10), Pegula sempat tampak kelelahan setelah kalah 2-6 di set pertama dari petenis kualifikasi, Katerina Siniakova, hanya dalam waktu 30 menit.

Dalam dua pekan terakhir, Pegula telah menghabiskan lebih dari 15 jam di lapangan, sebuah beban fisik luar biasa bagi siapa pun.

Namun, seperti sudah menjadi ciri khasnya dalam turnamen ini, Pegula kembali bangkit dengan luar biasa.

Ia menyapu bersih set kedua hanya dalam waktu 23 menit tanpa memberi satu poin pun pada lawannya, hasil 6-0 yang disebut “bagel” dalam dunia tenis.

Dengan momentum itu, Pegula menuntaskan laga lewat kemenangan 2-6, 6-0, 6-3 dalam waktu 1 jam 36 menit.

“Sejujurnya, saya juga tidak tahu bagaimana saya bisa terus bertahan,” ujar Pegula sambil tertawa seusai laga.

“Mungkin kondisi fisik saya sedang sangat baik. Saya tidak merasa perlu menambah latihan fisik karena selama turnamen ini, saya bisa terus bertarung di setiap pertandingan.”

Ia menambahkan, “Tentu saya berharap semuanya bisa berjalan lebih mudah, baik secara mental maupun fisik. Tapi kalau saya harus menang di setiap pertandingan lewat tiga set sepanjang hidup saya, mungkin saya akan tetap senang.”

BACA JUGA: Petenis Nomor 2 Dunia, Iga Swiatek Raih Kemenangan ke-125 di WTA 1000, Tantang Jasmine Paolini di Perempat Final Wuhan Open

Catat Rekor Langka di WTA

Kemenangan ini membawa Pegula mencetak rekor menarik. Ia menjadi pemain pertama di WTA yang menyelesaikan tujuh pertandingan tiga set secara beruntun di babak utama turnamen sejak Jelena Ostapenko melakukannya pada 2023.

Bedanya, Ostapenko hanya memenangkan lima di antaranya, sedangkan Pegula sudah mengoleksi enam kemenangan.

Strategi dan Perubahan Permainan

Perubahan nasib Pegula di pertandingan ini berawal dari strategi sederhana, menahan agresivitas dan menenangkan diri. Di set pertama, ia mengakui terlalu memaksakan pukulan.

“Saya terlalu berusaha mencari poin cepat. Saya tidak cukup tenang, dan dia (Siniakova) langsung menekan sejak awal,” kata Pegula.

“Di set kedua, saya hanya mencoba lebih rileks dan biarkan tubuh saya menemukan ritme.”

Pendekatan itu berbuah manis. Statistik menunjukkan peningkatan drastis pada servisnya: di set pertama, ia hanya memasukkan 46% servis pertama, tapi di set kedua angka itu melonjak menjadi 80%. Ia bahkan tidak menghadapi satu pun break point di set tersebut.

Ketangguhan di Titik-Titik Kritis

Set penentuan berlangsung jauh lebih ketat. Siniakova, yang merupakan petenis nomor satu dunia di sektor ganda, sempat mendapat dua peluang break di awal set ketiga ketika unggul 1-0.

Namun Pegula menunjukkan mental baja dengan menyelamatkan keduanya dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Dari situ, Pegula melaju dengan percaya diri. Ia mencatat 11 poin beruntun untuk unggul, meski Siniakova sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-3.

Namun, pada saat-saat krusial, kesalahan justru datang dari Siniakova. Dua unforced error di game terakhir memastikan kemenangan Pegula, yang menutup laga dengan enam poin beruntun.

Hasil ini memperpanjang rekor Pegula menjadi 18 kemenangan beruntun atas pemain kualifikasi dan lucky loser, sejak terakhir kali kalah dari Taylor Townsend di Roma tahun lalu.

BACA JUGA: Hasil Tenis WTA Wuhan Open 2025 Babak 16 Besar: Sabalenka dan Rybakina Lolos, Pegula Menang Dramatis

Konsistensi Luar Biasa Sepanjang Musim

Keberhasilan ini juga menandai semifinal ketiga beruntun bagi Pegula setelah tampil di Beijing pekan lalu dan US Open sebelumnya.

Total, ia telah mencapai delapan semifinal sepanjang musim 2025, dengan rekor lima kemenangan dan dua kekalahan di babak empat besar.

Namun, tren terbaru belum sepenuhnya berpihak padanya. Dua semifinal terakhir berakhir dengan kekalahan, salah satunya dari Aryna Sabalenka di New York.

Ironisnya, Pegula akan kembali berhadapan dengan petenis nomor satu dunia itu di semifinal Wuhan. Dari sepuluh pertemuan sebelumnya, Pegula hanya mampu menang dua kali, kalah delapan kali, termasuk empat kekalahan beruntun.

Misi Balas Dendam dan Peluang Juara

Meski catatan head-to-head tidak berpihak padanya, Pegula punya alasan untuk optimistis.

Dalam tiga dari lima turnamen terakhir di mana ia menyingkirkan Siniakova, Pegula akhirnya berhasil keluar sebagai juara, termasuk di Bad Homburg awal tahun ini.

Kini, dengan kepercayaan diri tinggi dan daya tahan luar biasa, Pegula siap menantang lagi takdirnya.

Jika pola tiga set ini berlanjut, mungkin satu lagi kemenangan penuh drama akan mengantarnya ke final, dan mungkin juga gelar besar berikutnya.