Jessica Pegula, sang bintang Amerika ini kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling konsisten di tur WTA setelah menjuarai Dubai Duty Free Tennis Championships.
Petenis asal Amerika Serikat itu tampil klinis saat menundukkan Elina Svitolina dengan skor 6-2, 6-4 pada partai final.
Menariknya, Pegula justru menunjukkan peningkatan performa di usia yang mendekati 32 tahun, sebuah fase yang biasanya menjadi masa penurunan bagi banyak petenis. Namun bagi Pegula, cerita yang terjadi justru sebaliknya.
Sang Bintang Amerika Jessica Pegula Terus Berevolusi di Puncak Karier
Pegula mengaku obsesinya untuk terus berkembang menjadi bahan bakar utama kesuksesannya.
Ia menegaskan bahwa motivasi terbesarnya bukan sekadar mengangkat trofi, melainkan menjadi pemain yang lebih baik setiap hari.
BACA JUGA: Final All-American! Sebastian Korda Melaju ke Partai Puncak Delray Beach Open, Misi Rebut Gelar
“Setiap tahun saya selalu mengejutkan diri sendiri,” ujarnya. “Tenis itu sangat sulit dan sangat bergantung minggu ke minggu. Saya belajar untuk tidak terlalu larut dalam kekalahan dan tetap fokus setelah menang.”
Pendekatan mental ini terbukti ampuh. Sejak pertama kali menembus Top 10 WTA pada 2022 di usia 28 tahun, Pegula mampu mempertahankan konsistensinya selama empat musim beruntun dan kini membidik pencapaian kelima.
Kemenangan Klinis di Final Dubai
Dalam laga final yang berlangsung 73 menit, Pegula tampil sangat efisien.
Ia menutup pertandingan dengan ace bersih, lalu merayakan kemenangan dengan selebrasi ringan sebelum menghampiri tim pelatihnya.
Analis Tennis Channel, Andrea Petkovic, bahkan memuji forehand Pegula yang mematikan.
Menurut Petkovic, pukulan forehand down-the-line Pegula begitu presisi hingga layak “diajak makan malam dengan lilin dan wine,” sebuah pujian yang menggambarkan betapa tajamnya senjata Pegula malam itu.
Strategi Jadwal yang Berbuah Manis
Salah satu keputusan penting Pegula musim ini adalah melewatkan turnamen Doha setelah tampil di Australia.
Ia memilih waktu tambahan untuk reset fisik dan mental, keputusan yang kini terbukti tepat.
Pegula merasa langkah tersebut memberinya kepercayaan diri lebih besar saat datang ke Dubai.
Ia juga menegaskan bahwa kini dirinya semakin memahami formula kemenangan di lapangan.
“Saya merasa tahu apa yang perlu dilakukan untuk memenangkan pertandingan saat ini,” katanya.
Dominasi Hard Court Jadi Kunci
Empat gelar WTA 1000 Pegula, Guadalajara 2022, Montreal 2023, Toronto 2024, dan Dubai, semuanya diraih di lapangan keras.
Bukan kebetulan, karena gaya bermainnya memang sangat cocok di permukaan tersebut.
Pegula menjelaskan bahwa ia suka mengambil bola lebih awal, memukul datar dan dalam, serta memanfaatkan pantulan yang konsisten di hard court.
Ketika ritmenya sudah terbentuk, permainan Pegula menjadi sangat sulit dihentikan.
BACA JUGA: Baru Raih Career Grand Slam, Alcaraz Sabet Gelar ATP Qatar ExxonMobil Open 2026
Perkembangan Teknik yang Semakin Matang
Salah satu kekuatan utama Pegula adalah kemampuannya menyamarkan arah pukulan dari kedua sisi.
Dalam enam bulan terakhir, ia dan tim pelatih fokus meningkatkan efisiensi footwork, jarak pukulan, dan aliran gerakan.
Pegula menyadari dirinya bukan pemain paling cepat atau paling kuat, tetapi kemampuan adaptasi dan koordinasi mata-tangan menjadi senjata utamanya.
Pendekatan berbasis kekuatan alami inilah yang membuat permainannya semakin matang dari tahun ke tahun.
Tantangan Cedera Tak Menghentikan Laju
Menariknya, Pegula mengungkap bahwa masa pramusimnya justru tidak ideal karena terganggu cedera. Ia bahkan sempat ragu bisa tampil di Brisbane.
Namun hasilnya berbicara lain: semifinal Brisbane, performa solid di Australia, lalu gelar di Dubai.
Pegula menilai kunci utamanya adalah kejelasan taktik permainan yang sudah ia temukan sejak akhir musim lalu.
Jessica Pegula dan Mimpi Grand Slam
Meski sudah mengoleksi empat gelar WTA 1000, satu target besar masih belum tercapai: gelar Grand Slam tunggal.
Menurut Pegula, kemenangan seperti di Dubai sangat penting untuk membangun kepercayaan diri menuju level tersebut.
BACA JUGA: Jessica Pegula Juara Dubai Duty Free Tennis Championships 2026, Raih Gelar WTA 1000 Keempat
Ia percaya kombinasi kerja keras harian, peningkatan berkelanjutan, dan sedikit keberuntungan akan membuka jalan menuju trofi Grand Slam pertamanya.
Yang jelas, di usia yang hampir menyentuh 32 tahun, sang bintang Amerika ini justru menunjukkan bahwa puncak performanya mungkin belum tercapai.






