Tenis  

Novak Djokovic Melaju Ke Round 3 Australia Open, Langkah Mantap Sang Legenda Menuju Sejarah Baru

Novak Djokovic Melaju Ke Round 3 Australia Open, Langkah Mantap Sang Legenda Menuju Sejarah Baru
Novak Djokovic - Dokumentasi IG: @atptour

Novak Djokovic melaju ke round 3 Australia Open dengan cara yang kembali menegaskan statusnya sebagai raja Melbourne Park.

Petenis Serbia berusia 38 tahun itu tampil sangat dominan saat menyingkirkan Francesco Maestrelli di babak kedua Australian Open 2026.

Bermain di Rod Laver Arena, Djokovic menang straight set 6-3, 6-2, 6-2 dalam pertandingan yang sepenuhnya berada di bawah kendalinya.

Hasil ini bukan hanya mengantarnya ke putaran ketiga, tetapi juga mendekatkannya pada satu pencapaian monumental: 400 kemenangan di turnamen Grand Slam.

Di tengah usia yang semakin menua, Djokovic justru menunjukkan permainan yang terasa matang, efisien, dan penuh kontrol.

BACA JUGA: Karolina Pliskova Hadapi Keys di Round 3 Australia Open, Duel Emosional Sang Comeback Queen

Awal Musim yang Tenang, Akhir Pertandingan yang Meyakinkan

Menariknya, laga melawan Maestrelli baru menjadi pertandingan kedua Djokovic sepanjang musim 2026. Sejak meraih gelar ke-101 dalam kariernya di Athena pada November lalu, Djokovic nyaris tidak tampil di turnamen resmi.

Namun minimnya jam terbang itu sama sekali tidak terlihat di lapangan. Sejak set pertama, ia langsung memegang kendali ritme permainan.

Set pembuka memang sempat berjalan ketat. Djokovic membutuhkan waktu 47 menit dan harus melewati tujuh set point sebelum akhirnya mengunci skor 6-3. Tetapi setelah itu, arah pertandingan sepenuhnya berubah.

Di dua set berikutnya, Djokovic tampil jauh lebih agresif. Ia mempercepat tempo, memperpendek reli, dan memaksa Maestrelli terus berada dalam posisi bertahan hingga akhirnya menutup laga dengan dua set identik 6-2.

Servis Tajam dan Kontrol Baseline Jadi Kunci

Salah satu faktor utama di balik kemenangan ini adalah kualitas servis Djokovic.

Ia memenangkan 86 persen poin dari servis pertama, sebuah statistik yang mencerminkan betapa sulitnya Maestrelli menekan permainan petenis Serbia itu sejak awal reli.

Bahkan saat menghadapi dua break point di gim pertama set kedua, Djokovic tetap tampil tenang. Ia memancing kesalahan return dari lawannya dan kembali mengambil alih momentum.

Dalam reli panjang dari baseline, Djokovic hampir tidak pernah kehilangan kendali. Ia sabar menunggu celah, lalu menghukum Maestrelli dengan pukulan datar dan akurat.

BACA JUGA: Hasil Australia Open Hari Ke-5 Tunggal Putra: Zverev dan De Minaur Bertahan, Medvedev Melaju Tanpa Ampun

Gerakan Bebas Jadi Sinyal Bahaya bagi Para Rival

Hal yang paling mencuri perhatian bukan hanya skor telak, tetapi cara Djokovic bergerak di lapangan.

Di usia 38 tahun, dengan riwayat cedera yang cukup panjang, Djokovic justru terlihat ringan, cepat, dan sangat seimbang dalam setiap pergerakan. Transisi dari bertahan ke menyerang berlangsung mulus, tanpa tanda-tanda keterbatasan fisik.

Ini menjadi sinyal yang jelas bagi para pesaingnya: Djokovic bukan hanya lolos, tetapi benar-benar siap bersaing hingga pekan kedua turnamen.

Satu Kemenangan Lagi Menuju Rekor 400 Laga Grand Slam

Dengan kemenangan atas Maestrelli, Djokovic kini mengoleksi 399 kemenangan di turnamen Grand Slam.

Artinya, di babak ketiga nanti, ia berpeluang mencatatkan rekor bersejarah sebagai pemain pertama dengan 400 kemenangan di level major.

Calon lawannya adalah pemenang duel antara Botic van de Zandschulp dan Shang Juncheng.

Menariknya, Van de Zandschulp bukan lawan sembarangan. Tahun lalu, petenis Belanda itu sempat mengalahkan Djokovic di Indian Wells, membuat rekor pertemuan mereka imbang 1-1. Sementara itu, Djokovic belum pernah berhadapan dengan Shang sepanjang kariernya.

Siapa pun yang akan dihadapi, tekanan sejarah jelas akan menyertai Djokovic di laga berikutnya.

Melbourne Park, Rumah Kedua Sang Juara 10 Kali

Australian Open selalu memiliki tempat istimewa dalam karier Djokovic.

Turnamen 2026 ini menjadi penampilan ke-21 Djokovic di Melbourne Park, sebuah angka luar biasa yang mencerminkan konsistensinya di level tertinggi.

Ia telah meraih 10 gelar Australian Open, lebih banyak dari siapa pun dalam sejarah. Bahkan di putaran pertama tahun ini, Djokovic sudah mencatatkan kemenangan ke-100-nya di Australian Open.

Tak berlebihan jika Melbourne disebut sebagai panggung favorit sang legenda.

Jalan Menuju Final Masih Panjang dan Penuh Rintangan

Meski tampil meyakinkan, perjalanan Djokovic menuju gelar ke-11 di Australia masih sangat panjang.

Berdasarkan bagan undian, ia berpotensi menghadapi Lorenzo Musetti di perempat final dan Jannik Sinner di semifinal.

Sinner adalah juara bertahan dua kali sekaligus salah satu rival terkuat Djokovic dalam dua musim terakhir. Sementara Musetti juga datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Lorenzo Sonego 6-3, 6-3, 6-4 di babak sebelumnya.

Artinya, performa stabil seperti di babak kedua harus terus dipertahankan jika Djokovic ingin melangkah jauh.

BACA JUGA: Mirra Andreeva dan Jasmine Paolini Melaju Ke R3 Australia Open 2026: Dominasi Remaja, Ketangguhan Dewasa

Fokus pada Proses, Bukan Sekadar Rekor

Meski hanya satu kemenangan lagi dari rekor 400 kemenangan Grand Slam, Djokovic dikenal sebagai sosok yang jarang terbawa euforia.

Bagi dirinya, yang terpenting adalah menjaga level permainan, kesehatan fisik, dan konsistensi dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Namun bagi dunia tenis, momen ini tetap istimewa. Di usia 38 tahun, Djokovic masih mampu mengontrol pertandingan tiga set tanpa kehilangan set, kemudian ia menjaga kualitas servis di level tertinggi, dan terus menulis sejarah baru di turnamen terbesar dunia.

Lebih dari Sekadar Lolos ke Putaran Ketiga

Novak Djokovic Melaju Ke Round 3 Australia Open bukan sekadar catatan hasil pertandingan. Ini adalah pernyataan tegas bahwa sang legenda belum selesai.

Dengan performa yang semakin matang, fisik yang terlihat stabil, dan sejarah besar di depan mata, Melbourne Park kembali berpotensi menjadi saksi lahirnya satu bab penting dalam karier Novak Djokovic.

Perjalanan masih panjang. Namun satu hal semakin jelas: raja Australia Open belum kehilangan mahkotanya.