Tenis  

Karolina Pliskova Hadapi Keys di Round 3 Australia Open, Duel Emosional Sang Comeback Queen

Karolina Pliskova Hadapi Keys di Round 3 Australia Open, Duel Emosional Sang Comeback Queen

Karolina Pliskova hadapi Keys di Round 3 Australia Open bukan sekadar pertemuan dua mantan juara besar, tetapi juga simbol kebangkitan seorang petenis yang sempat terlempar jauh dari peta persaingan dunia.

Setelah 12 bulan absen akibat cedera pergelangan kaki yang parah, mantan petenis nomor satu dunia itu akhirnya kembali merasakan atmosfer pekan kedua Grand Slam. Kemenangan beruntun di Melbourne menjadi titik terang dari perjalanan panjang dan menyakitkan yang ia lalui sejak cedera serius di US Open 2024.

Kini, tantangan terbesarnya menanti: Madison Keys, juara bertahan Australian Open, yang sedang berada di puncak kepercayaan diri.

Cedera Mengerikan di US Open Mengubah Segalanya

Semua bermula pada putaran kedua US Open 2024. Saat menghadapi Jasmine Paolini, Pliskova mendarat dengan posisi yang salah pada kaki kirinya. Beberapa ligamen dan tendon di pergelangan kaki rusak parah.

Cedera itu bukan hanya menghentikan satu turnamen, tetapi menghentikan seluruh musim.

Dua operasi harus dijalani. Rehabilitasi berlangsung berbulan-bulan. Selama satu tahun penuh, Pliskova tak pernah tampil di WTA Tour. Peringkatnya anjlok drastis hingga keluar dari top 1000 dunia.

“Pergelangan kaki ini masih sangat kaku,” kata Pliskova.
“Ini tidak akan pernah benar-benar pulih. Tapi setidaknya itu memaksa saya bermain lebih cepat.”

Pernyataan itu menggambarkan realitas pahit: Pliskova tak lagi memiliki mobilitas seperti dulu. Namun, ia memilih beradaptasi, bukan menyerah.

BACA JUGA: Hasil Australia Open Hari Ke-5 Tunggal Putra: Zverev dan De Minaur Bertahan, Medvedev Melaju Tanpa Ampun

Protected Ranking Jadi Pintu Masuk ke Melbourne

Karena peringkatnya sudah terjun bebas, Pliskova memanfaatkan protected ranking untuk bisa masuk ke undian utama Australian Open 2026.

Sebelum Melbourne, ia hanya sempat tampil di dua turnamen WTA 125 di Portugal dan Türkiye. Total, sejak comeback pada September, ia baru memainkan lima pertandingan resmi.

Minimnya jam terbang membuat ekspektasi terhadapnya rendah. Namun, justru di situ Pliskova menemukan ruang untuk bermain tanpa beban.

Singkirkan Sloane Stephens, Langkah Pertama Penuh Makna

Pada putaran pertama, Pliskova langsung mendapat ujian berat: Sloane Stephens, juara US Open 2017 yang juga pernah mengalami cedera kaki serius.

Pertandingan berlangsung ketat. Set pertama ditentukan lewat tie-break, yang dimenangi Pliskova 7-6(7). Di set kedua, ia tampil lebih solid dan menutup laga 6-2.

Kemenangan itu bukan hanya soal skor. Itu adalah kemenangan pertama Pliskova di Grand Slam setelah lebih dari setahun absen.

Ia menangis di lorong pemain. Bukan karena euforia, tetapi karena lega.

Tumbangkan Janice Tjen, Kembali ke Round 3 Grand Slam

Di putaran kedua pada Kamis (22/01/2026), Pliskova menghadapi rising star Janice Tjen. Kali ini, ia tampil lebih tenang dan matang.

Dengan permainan agresif khasnya, Pliskova menang 6-4, 6-4, memastikan tiket ke babak ketiga.

Inilah kali pertama Pliskova mencapai Round 3 Grand Slam sejak Australian Open 2023.

Sebuah pencapaian besar bagi petenis yang setahun lalu bahkan tak tahu apakah masih bisa berjalan normal, apalagi bertanding di level tertinggi.

“Yang Saya Butuhkan Hanya Pertandingan” Usai mengalahkan Tjen, Pliskova jujur soal kondisi fisiknya. “Saya merasa fisik tidak dalam kondisi bagus,” katanya. “Tapi itu wajar setelah absen lama. Yang saya butuhkan hanya pertandingan.”

Menurutnya, bukan teknik atau strategi yang paling sulit, melainkan membangun kembali kepercayaan diri.

“Kadang di turnamen besar, Anda bisa langsung bertemu unggulan di ronde pertama. Saya beruntung tidak mengalami itu. Saya hanya berharap bisa bermain satu atau dua laga, dan sekarang saya sudah dapat lebih.”

Ia menegaskan bahwa keputusan di lapangan, kapan menyerang, ke mana mengarahkan bola, hanya bisa diasah lewat pertandingan sungguhan, bukan latihan.

BACA JUGA: Jadwal Australia Open Hari Ke-5 Tunggal Putri: Ujian Mental Swiatek, Anisimova, dan Deretan Unggulan Menuju R3

Karolina Pliskova Hadapi Keys di Round 3 Australia Open, Ujian Terberat Menanti

Kini, Karolina Pliskova hadapi Keys di Round 3 Australia Open dalam situasi yang sangat berbeda dari pertemuan terakhir mereka.

Madison Keys adalah juara bertahan Australian Open. Ia melaju ke babak ketiga dengan mulus setelah menyingkirkan Ashlyn Krueger.

Secara statistik dan momentum, Keys jelas diunggulkan. “A lot of things change,” kata Pliskova.
“Dia juara bertahan di sini. Saya sempat absen lama. Dia favorit.”

Namun, Pliskova tak datang tanpa keyakinan. “Saya punya senjata saya sendiri. Saya hanya bisa memberi kejutan. Kita lihat nanti.”

Rekam Jejak Head to Head, Kenangan di Brisbane

Menariknya, kedua petenis baru pernah bertemu sekali sepanjang karier mereka. Pertemuan itu terjadi lebih dari enam tahun lalu, di final Brisbane International 2020.

Saat itu, Pliskova menang dramatis dalam tiga set: 6-4, 4-6, 7-5. Kemenangan itu menjadi salah satu dari 17 gelar tunggal WTA yang pernah ia raih.

Namun, waktu telah banyak mengubah segalanya. Keys kini berada di masa keemasan karier, sementara Pliskova tengah menata ulang hidup sebagai atlet pasca cedera besar.

BACA JUGA: Mirra Andreeva dan Jasmine Paolini Melaju Ke R3 Australia Open 2026: Dominasi Remaja, Ketangguhan Dewasa

Tantangan Fisik dan Mental Menjelang Duel Besar

Pliskova mengakui bahwa jeda satu hari sebelum laga sangat berarti baginya. “Sehari libur sangat membantu. Kemarin hari yang berat, terutama setelah kemenangan besar di ronde pertama.”

Ia menambahkan bahwa transisi dari minggu-minggu latihan ke ritme pertandingan adalah hal tersulit.

“Perbedaannya sangat besar. Dari latihan langsung ke pertandingan. Saya butuh lebih banyak laga seperti ini.”

Secara fisik, Pliskova mungkin belum 100 persen. Namun, secara mental, ia terlihat jauh lebih siap dibanding beberapa bulan lalu.

Karolina Pliskova hadapi Keys di Round 3 Australia Open bukan hanya tentang siapa yang lebih kuat hari ini, tetapi tentang perjalanan panjang seorang atlet yang menolak menyerah pada nasib.

Jika kalah, ia pulang dengan kepala tegak. Jika menang, itu akan menjadi salah satu kisah comeback paling indah di Australian Open tahun ini.

Dan di Melbourne, di bawah matahari musim panas, satu babak baru dalam kisah Karolina Pliskova akan segera ditulis.