Kemenangan tipis lewat satu gol Arsenal menjadi penentu penting dalam perebutan gelar musim ini setelah Arsenal FC sukses menundukkan Newcastle United FC di Emirates Stadium. Hasil ini mengantar pasukan Mikel Arteta kembali ke puncak klasemen Premier League dengan keunggulan tiga poin atas Manchester City.
Meski meraih kemenangan krusial, Arteta justru meluapkan kekecewaannya terhadap sejumlah keputusan wasit yang ia nilai merugikan timnya dalam dua laga terakhir.
Satu Gol Arsenal Jadi Penentu di Tengah Tekanan
Dalam pertandingan ini, lewat satu gol Arsenal dicetak oleh Eberechi Eze melalui skema tendangan sudut pendek yang dieksekusi dengan sempurna. Gol cepat tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.
Arsenal sebenarnya berupaya menambah keunggulan, namun solidnya pertahanan Newcastle membuat mereka kesulitan menciptakan peluang bersih. Situasi semakin menegangkan karena keunggulan satu gol selalu rawan disamakan lawan.
BACA JUGA: Barcelona Unggul 11 Poin Usai Taklukkan Getafe, Gelar LaLiga Kian Dekat
Kontroversi Keputusan Wasit
Salah satu momen paling disorot dalam pertandingan ini terjadi pada menit ke-74, ketika kiper Newcastle, Nick Pope, melakukan pelanggaran terhadap Viktor Gyokeres di luar kotak penalti.
Meski pelanggaran tersebut terlihat keras, wasit hanya memberikan kartu kuning. Keputusan ini menuai protes keras dari Arteta yang merasa timnya dirugikan.
Menurut Arteta, jika Newcastle harus bermain dengan 10 orang, Arsenal memiliki peluang besar untuk menambah jumlah gol dan memperbaiki selisih gol yang sangat penting dalam perburuan gelar.
Kekecewaan Arteta Berlanjut
Bukan hanya di laga ini, Arteta juga masih menyimpan kekecewaan dari pertandingan sebelumnya melawan Manchester City. Dalam laga tersebut, ia menilai Abdukodir Khusanov seharusnya mendapatkan kartu merah setelah melanggar Kai Havertz.
“Jika keputusan itu berpihak kepada kami, situasinya akan sangat berbeda sekarang,” ujar Arteta.
Ia menegaskan bahwa dalam persaingan ketat seperti ini, detail kecil seperti keputusan wasit bisa menjadi penentu nasib sebuah tim.
BACA JUGA: Borneo FC Raih Kemenangan Penting Usai Hajar Semen Padang 3-0 di Segiri
Meski meraih kemenangan, performa Arsenal masih belum sepenuhnya stabil. Dalam beberapa laga terakhir, mereka kesulitan mendominasi permainan secara konsisten.
Kemenangan ini juga mengakhiri tren negatif setelah sebelumnya Arsenal mengalami dua kekalahan beruntun di liga.
Arteta mengakui bahwa timnya belum berada dalam performa terbaik, namun tetap menekankan pentingnya meraih tiga poin dalam situasi seperti ini.
Persaingan Ketat dengan Manchester City
Kemenangan ini membawa Arsenal unggul tiga poin dari Manchester City, namun rival mereka masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
Situasi ini membuat persaingan gelar semakin ketat hingga akhir musim. Arsenal bahkan berpeluang memperlebar jarak menjadi enam poin jika mampu mengalahkan Fulham FC di laga berikutnya.
Namun, tekanan tetap ada karena Manchester City biasanya lebih konsisten di fase akhir musim.
BACA JUGA: Aston Villa Tumbang di Craven Cottage: Gol Sessegnon Bawa Fulham Menang Tipis
Tantangan Berat di Sisa Musim
Arteta menyadari bahwa perjalanan menuju gelar tidak akan mudah. Ia menegaskan bahwa setelah penantian panjang selama lebih dari dua dekade, tidak ada jalan mudah untuk menjadi juara.
Selain kompetisi domestik, Arsenal juga harus membagi fokus dengan laga semifinal Liga Champions UEFA melawan Atletico Madrid.
Kondisi kebugaran pemain seperti Eberechi Eze dan Kai Havertz juga menjadi perhatian menjelang laga penting tersebut.
Kemenangan lewat satu gol atas Newcastle menjadi bukti bahwa Arsenal masih mampu bertahan dalam tekanan besar. Meski performa belum sepenuhnya meyakinkan, hasil ini sangat penting dalam menjaga peluang juara.
BACA JUGA: Statistik Penting Jelang Laga Arsenal vs Newcastle: Peluang The Gunners Menjauh dari Man City
Namun, kontroversi keputusan wasit dan ketatnya persaingan dengan Manchester City membuat perjalanan Arsenal menuju gelar masih penuh tantangan.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin menjadi sangat berharga bagi The Gunners.






