Carlos Alcaraz kembali menjadi sorotan jelang Qatar ExxonMobil Open 2026. Petenis nomor satu dunia itu diketahui terus memoles kualitas servisnya sebagai senjata utama menghadapi ketatnya persaingan musim ini.
Namun, Alcaraz ternyata tidak sendirian. Rival terdekatnya, Jannik Sinner, juga mengungkapkan fokus serupa menjelang tampil di turnamen ATP 500 Doha.
Persaingan dua bintang muda ini kembali memanas, bukan hanya di atas lapangan, tetapi juga dalam persiapan teknis yang semakin detail.
Carlos Alcaraz dan Revolusi Servis di Level Tertinggi
Perkembangan servis Carlos Alcaraz menjadi salah satu topik hangat dalam beberapa bulan terakhir.
Sebagai pemuncak PIF ATP Rankings, Alcaraz berupaya menambah variasi dan konsistensi pukulan pembuka untuk meningkatkan efektivitas poin cepat.
Servis menjadi aspek krusial dalam tenis modern, terutama di turnamen level ATP 500 hingga Grand Slam.
Dengan margin persaingan yang sangat tipis, peningkatan kecil pada akurasi dan kecepatan servis bisa menentukan hasil pertandingan.
Upaya Alcaraz ini ternyata turut menginspirasi para rivalnya, termasuk Sinner.
Sinner Tak Mau Ketinggalan
Unggulan kedua di Doha, Jannik Sinner, mengakui bahwa fokus utamanya saat ini adalah memperkuat servis dan menjaga kebugaran fisik.
“Sejujurnya kami sedang bekerja pada hal-hal mendasar. Mencoba membuat servis menjadi sangat solid karena itu sangat penting,” ujar Sinner menjelang turnamen di Doha.
Selain teknik servis, Sinner juga menekankan pentingnya sesi latihan di gym untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan.
Ia ingin memastikan ada peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa duel antara Alcaraz dan Sinner kini tak hanya soal rally panjang dan permainan baseline agresif, tetapi juga soal efektivitas servis.
Modal Statistik Sinner Jelang Doha
Sinner datang ke Doha untuk pertama kalinya sebagai unggulan kedua. Penampilannya terakhir terjadi di semifinal Australian Open, saat ia kalah dari Novak Djokovic dalam laga sengit.
Meski kalah, statistik servisnya cukup impresif. Ia mencatatkan 75 persen first serve dan memenangkan 80 persen poin dari servis pertamanya.
BACA JUGA: Fantastis, Usia Baru 19 Tahun, Victoria Mboko Resmi Tembus Top 10 WTA Petenis Putri Dunia
Angka tersebut menunjukkan fondasi kuat yang kini ingin ia tingkatkan lagi.
Sinner juga menegaskan bahwa sebagian besar pekerjaan fisik telah dilakukan pada masa pramusim di Dubai.
Kini, fokusnya adalah mempertahankan level kebugaran dan menerjemahkan latihan ke performa pertandingan.
Debut Doha dan Tantangan Machac
Di babak pertama Qatar ExxonMobil Open, Sinner akan menghadapi Tomas Machac. Secara rekor pertemuan, Sinner unggul 2-0 atas petenis Ceko tersebut.
Meski begitu, ia tetap waspada karena turnamen ATP 500 selalu menghadirkan tekanan tinggi sejak babak awal.
Doha sendiri bukan kota asing bagi Sinner. Ia pernah meraih gelar turnamen junior di sana beberapa tahun lalu.
Kini, level kompetisinya jauh lebih tinggi, dengan Alcaraz sebagai unggulan teratas dalam undian yang sama.
Persaingan Peringkat Dunia Memanas
Dalam PIF ATP Live Rankings, Sinner tertinggal 2.750 poin dari Alcaraz. Namun situasinya menarik karena petenis Italia itu tidak memiliki poin besar untuk dipertahankan hingga turnamen Roma pada Mei mendatang.
Artinya, peluang mengejar selisih poin terbuka lebar jika ia mampu tampil konsisten di rangkaian turnamen awal musim ini.
Dengan keduanya berada di Doha, peluang duel panas kembali tercipta. Dalam beberapa turnamen terakhir yang diikuti bersama, hampir selalu salah satu dari mereka keluar sebagai juara.
BACA JUGA: Usai Tembus Top 10 Dunia, Cedera Siku Datang, Victoria Mboko Mundur dari Dubai Championships 2026
Fokus Servis Jadi Kunci Musim 2026
Fakta bahwa baik Alcaraz maupun Sinner sama-sama memprioritaskan peningkatan servis menunjukkan arah evolusi permainan mereka.
Servis bukan lagi sekadar pembuka poin, tetapi senjata utama untuk mengontrol ritme pertandingan.
Bagi Alcaraz, peningkatan ini penting untuk menjaga dominasinya sebagai pemain nomor satu dunia.
Sementara bagi Jannik Sinner, servis yang lebih solid bisa menjadi pembeda dalam duel ketat melawan rival-rival elite.
Turnamen Doha menjadi panggung awal untuk melihat hasil kerja keras keduanya.
Jika perkembangan servis berjalan sesuai rencana, musim 2026 bisa menjadi babak baru dalam rivalitas paling menarik di dunia tenis saat ini.






