Tiebreak krusial Iga Swiatek antar kemenangan atas Yuan Yue menjadi kisah dramatis yang membuka perjalanan sang petenis nomor dua dunia di Australian Open tahun ini, Senin (19/01/2026).
Di bawah sorotan lampu Melbourne, Iga Swiatek harus bekerja jauh lebih keras dari perkiraan untuk menaklukkan perlawanan gigih Yuan Yue. Skor 7-6(5), 6-3 memang terlihat meyakinkan, tetapi jalannya laga penuh tekanan, emosi, dan momen penentuan yang menguji mental juara Grand Slam enam kali itu.
Beberapa bulan lalu, duel ini mungkin terasa rutin. Swiatek pernah melumat Yuan 6-0, 6-3 di Beijing hanya dalam 74 menit. Namun di Rod Laver Arena, cerita berubah total.
Yuan datang dengan kepercayaan diri tinggi, membawa semangat dari babak kualifikasi, dan memaksa Swiatek keluar dari zona nyaman.
BACA JUGA: Servis Nyaris Sempurna! Jessica Pegula Libas Zakharova di Round 1 Australia Terbuka
Set Pertama Berjalan Panas, Yuan Bikin Swiatek Ketar-Ketir
Sejak gim pembuka, Yuan menunjukkan bahwa ia tak datang sekadar menjadi pelengkap. Petenis asal China itu langsung mematahkan servis Swiatek dan mempertahankan keunggulan awal.
Kecepatan kaki dan keberanian menyerang membuat reli-reli panjang tercipta, memaksa Swiatek beberapa kali kehilangan kontrol.
Statistik mencerminkan betapa ketatnya set pertama. Swiatek melakukan 21 unforced error, jauh lebih banyak dibanding Yuan yang hanya mencatat 13 kesalahan sendiri. Dalam situasi seperti ini, pengalaman Swiatek benar-benar diuji.
Swiatek sempat menyamakan kedudukan menjadi 3-3, tetapi Yuan kembali mencuri momentum lewat satu break dan satu hold. Pada titik ini, Yuan hanya berjarak dua gim dari merebut set pembuka, sebuah ancaman serius bagi unggulan utama turnamen.
Namun, seperti layaknya juara besar, Swiatek tak panik. Ia mengencangkan fokus, memperbaiki arah servis, dan memenangkan tiga dari empat gim berikutnya. Skor imbang memaksa set pertama ditentukan lewat tiebreak.
Tiebreak Penentuan Jadi Titik Balik Laga
Di sinilah momen yang kemudian dikenang sebagai Tiebreak Krusial Iga Swiatek Antar Kemenangan Atas Yuan terjadi. Kedua pemain saling menekan sejak awal tiebreak. Poin demi poin berlangsung ketat, hingga Swiatek unggul tipis 5-4.
Pada poin ke-10 tiebreak, drama tercipta. Reli keras berlanjut, lalu bola Swiatek menyentuh net cord dan memantul tanggung. Dengan refleks cepat, Swiatek maju ke depan net dan menghantam backhand winner yang membuat stadion bergemuruh.
Pukulan itu membuka peluang double set point. Yuan sempat bertahan dengan sebuah ace untuk menyelamatkan satu set point. Namun Swiatek kembali menunjukkan kualitasnya: satu backhand winner lagi mengakhiri set pertama.
Set pembuka pun menjadi milik Swiatek dengan skor 7-6(5). Sebuah kemenangan psikologis yang amat penting.
Momentum Berpihak, Swiatek Menggila di Awal Set Kedua
Kemenangan di tiebreak langsung mengubah arah pertandingan. Swiatek tampil jauh lebih agresif di awal set kedua. Ia merebut tiga gim pembuka tanpa banyak perlawanan, memanfaatkan servis pertama yang mulai stabil.
Data menunjukkan dominasi Swiatek semakin terasa. Ia memenangkan 72 persen poin dari servis pertamanya dan sukses menekan servis kedua Yuan dengan merebut 21 dari 34 poin (62 persen).
Permainan baseline yang solid kembali menjadi senjata utama petenis Polandia itu.
Meski tertinggal 0-3, Yuan belum menyerah. Ia bahkan sempat meminta medical timeout karena masalah pada punggung bawah. Selepas perawatan, Yuan bangkit luar biasa.
Ia memenangkan tiga dari empat gim berikutnya, termasuk satu gim maraton berdurasi 10 menit dengan total 16 poin, untuk memperkecil jarak menjadi 4-3.
BACA JUGA: Gemuruh Melbourne Jadi Saksi, Amanda Anisimova Tundukkan Waltert di Round 2 Australia Terbuka
Ketangguhan Mental Swiatek Tutup Perlawanan Yuan
Pada momen krusial itu, pengalaman Swiatek kembali berbicara. Ia tak memberi celah lebih jauh. Di kedudukan 4-3, Swiatek mematahkan servis Yuan satu kali lagi, lalu menutup laga dengan servisnya sendiri.
Swiatek akhirnya mengakhiri pertandingan dengan skor 7-6(5), 6-3 setelah dua jam pertarungan intens. Ia memenangkan hampir setengah poin saat menerima servis lawan, 40 dari 82 poin, jauh lebih unggul dibanding Yuan yang hanya mencatat 36 persen.
Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke putaran kedua. Catatan penting juga tercipta: Swiatek meraih kemenangan ke-25 secara beruntun di babak pertama turnamen Grand Slam pada ajang WTA Tour Driven by Mercedes-Benz.
Perlawanan Yuan Layak Dapat Apresiasi
Meski kalah, penampilan Yuan Yue pantas mendapat pujian. Datang dari jalur kualifikasi, ia menunjukkan bahwa jarak peringkat bukan penghalang untuk memberi tekanan kepada pemain elite.
Yuan berhasil mengonversi 3 dari 7 peluang break point, jauh lebih baik dibanding pertemuan pertama mereka. Ia juga berani bertarung dalam reli panjang dan beberapa kali memaksa Swiatek keluar dari ritme.
Kondisi fisik yang sempat terganggu tak memadamkan semangatnya. Kebangkitannya di set kedua menjadi bukti mental baja yang dimilikinya.
BACA JUGA: Bangkit dengan Keyakinan Baru, Daniil Medvedev Melenggang Ke Putaran 2 Australian Open 2026
Menatap Putaran Kedua, Swiatek Kian Percaya Diri
Dengan hasil ini, Swiatek melangkah ke putaran kedua untuk menghadapi Marie Bouzkova. Laga melawan Yuan bisa menjadi alarm penting bahwa jalan menuju gelar tak akan mudah.
Namun, dari pertandingan ini pula terlihat alasan mengapa Swiatek selalu difavoritkan. Saat permainan tak sempurna, ia tetap mampu bertahan. Saat tekanan datang, ia menemukan cara untuk bangkit.
Tiebreak krusial di set pertama bukan hanya penentu kemenangan, tetapi juga simbol kedewasaan permainan Swiatek. Di panggung besar seperti Australian Open, momen-momen kecil sering kali menentukan nasib besar.
Dan kali ini, satu backhand winner di tiebreak menjadi kunci yang membuka jalan kemenangan.






