Daftar Juara Piala Afrika Sepanjang Masa kembali diperbarui setelah Senegal keluar sebagai kampiun edisi 2025.
Gelar terbaru ini bukan hanya menambah koleksi trofi Singa Teranga, tetapi juga mempertegas dinamika kekuatan sepak bola Afrika yang terus berubah dari generasi ke generasi.
Dari dominasi Mesir hingga era baru Senegal, Piala Afrika selalu menghadirkan kisah tentang kejayaan, penderitaan, dan kebangkitan.
Kesuksesan Senegal di Maroko menjadi penanda penting bahwa peta kekuatan Afrika tak lagi statis. Turnamen yang telah berlangsung sejak 1957 ini terus melahirkan juara-juara dengan karakter kuat, mencerminkan perkembangan sepak bola di benua tersebut.
Senegal 2025 dan Penegasan Era Baru Afrika
Gelar Piala Afrika 2025 yang Senegal raih terasa spesial. Menang 1-0 atas tuan rumah Maroko lewat perpanjangan waktu di final, Senegal menunjukkan mental juara yang matang.
Gol penentu di extra time sekaligus mengakhiri tekanan besar dari publik Rabat dan memastikan Singa Teranga kembali mencatatkan namanya dalam sejarah.
Trofi ini melengkapi keberhasilan Senegal pada edisi 2021. Dengan dua gelar dalam rentang empat edisi terakhir, Senegal kini resmi masuk jajaran elite Afrika.
Mereka bukan lagi kuda hitam, melainkan tolok ukur baru sepak bola Afrika modern: disiplin, cepat, dan berani.
Mesir Masih Raja, Tapi Tak Sendiri
Jika berbicara Daftar Juara Piala Afrika Sepanjang Masa, Mesir tetap berdiri di puncak. Tujuh gelar yang diraih sejak era awal hingga periode emas 2006-2010 menjadikan The Pharaohs sebagai tim tersukses dalam sejarah AFCON. Konsistensi mereka selama puluhan tahun sulit tertandingi.
Namun dominasi Mesir tak lagi absolut. Kamerun dengan lima gelar, Ghana dengan empat trofi, serta Nigeria dan Pantai Gading yang sama-sama mengoleksi tiga gelar, menjadi bukti bahwa persaingan Afrika selalu hidup. Setiap era menghadirkan kekuatan baru yang siap menantang status quo.
Kamerun, Ghana, dan Nigeria: Penjaga Tradisi Juara
Kamerun dikenal sebagai tim turnamen. Lima gelar AFCON mereka diraih dengan karakter kuat dan pemain-pemain bermental baja.
Ghana, meski terakhir juara pada 1982, tetap konsisten menembus fase akhir dan menjadi simbol sepak bola Afrika Barat.
Nigeria juga memiliki kisah unik. Tiga kali juara, Super Eagles lebih sering finis di posisi ketiga dibanding tim lain.
Bahkan di AFCON 2025, Nigeria kembali membuktikan mentalnya dengan merebut perunggu lewat adu penalti melawan Mesir, menutup turnamen dengan kepala tegak.
Pantai Gading dan Aljazair: Juara di Era Modern
Pantai Gading dan Aljazair menjadi contoh bagaimana generasi emas bisa menentukan sejarah. Ivory Coast atau Pantai Gading sukses di 1992, 2015, dan 2023, dengan ciri khas permainan fisik dan individu kuat. Sementara Aljazair mengukir dua gelar, termasuk pada 2019 dengan gaya bermain kolektif yang solid.
Keberhasilan tim-tim ini memperlihatkan bahwa Piala Afrika tak pernah didominasi satu kekuatan terlalu lama. Setiap negara punya peluang jika mampu memaksimalkan momentum.
BACA JUGA: Nigeria Raih Medali Perunggu Africa Cup of Nations 2025 Usai Drama Adu Penalti Lawan Mesir
Negara-Negara dengan Gelar Perdana yang Ikonik
Beberapa negara mungkin hanya sekali juara, namun kisahnya abadi. Zambia 2012 menjadi salah satu dongeng terindah dalam sejarah AFCON. Tunisia (2004), Sudan (1970), Ethiopia (1962), hingga Afrika Selatan (1996) juga mencatatkan momen emas yang tak tergantikan.
Senegal sendiri kini telah keluar dari daftar “nyaris juara” setelah menambah gelar dan membangun tradisi kemenangan. Dari tim yang sering tersingkir di fase akhir, mereka berubah menjadi simbol konsistensi.
Evolusi Piala Afrika dari Masa ke Masa
Sejak pertama kali digelar pada 1957, Piala Afrika mengalami perubahan besar. Dari turnamen kecil dengan sedikit peserta, kini AFCON menjadi ajang prestisius yang menyedot perhatian global. Format, kualitas pemain, hingga atmosfer stadion berkembang pesat.
Daftar juara yang panjang mencerminkan evolusi tersebut. Dari era Mesir dan Ghana, beralih ke Kamerun dan Nigeria, lalu memasuki fase modern dengan Senegal, Aljazair, dan Pantai Gading sebagai kekuatan utama.
Lebih dari Sekadar Daftar Nama
Melihat Daftar Juara Piala Afrika Sepanjang Masa bukan hanya soal angka dan trofi. Di baliknya ada kisah nasionalisme, air mata, dan kebanggaan sebuah bangsa.
Piala Afrika adalah panggung di mana identitas dan harapan bertemu dalam 90 menit, atau lebih.
Kemenangan Senegal di 2025 menjadi pengingat bahwa sejarah selalu bergerak. Juara boleh berganti, tetapi semangat Afrika tetap sama: penuh gairah, drama, dan kejutan. Dan di situlah keindahan Piala Afrika yang membuatnya terus relevan hingga hari ini.
BACA JUGA: Alvaro Arbeloa Raih Kemenangan Perdana, Gol Madrid Berkat Mbappe dan Asencio
Daftar Juara Piala Afrika (AFCON)
| Tahun | Tuan Rumah | Juara | Runner-up |
|---|---|---|---|
| 1957 | Sudan | Mesir | Etiopia |
| 1959 | Republik Arab Bersatu | Republik Arab Bersatu | Sudan |
| 1962 | Etiopia | Etiopia | Republik Arab Bersatu |
| 1963 | Ghana | Ghana | Sudan |
| 1965 | Tunisia | Ghana | Tunisia |
| 1968 | Etiopia | RD Kongo | Ghana |
| 1970 | Sudan | Sudan | Ghana |
| 1972 | Kamerun | Republik Kongo | Mali |
| 1974 | Mesir | Zaire | Zambia |
| 1976 | Etiopia | Maroko | Guinea |
| 1978 | Ghana | Ghana | Uganda |
| 1980 | Nigeria | Nigeria | Aljazair |
| 1982 | Libya | Ghana | Libya |
| 1984 | Pantai Gading | Kamerun | Nigeria |
| 1986 | Mesir | Mesir | Kamerun |
| 1988 | Maroko | Kamerun | Nigeria |
| 1990 | Aljazair | Aljazair | Nigeria |
| 1992 | Senegal | Pantai Gading | Ghana |
| 1994 | Tunisia | Nigeria | Zambia |
| 1996 | Afrika Selatan | Afrika Selatan | Tunisia |
| 1998 | Burkina Faso | Mesir | Afrika Selatan |
| 2000 | Ghana/Nigeria | Kamerun | Nigeria |
| 2002 | Mali | Kamerun | Senegal |
| 2004 | Tunisia | Tunisia | Maroko |
| 2006 | Mesir | Mesir | Pantai Gading |
| 2008 | Ghana | Mesir | Kamerun |
| 2010 | Angola | Mesir | Ghana |
| 2012 | Gabon/Guinea Khatulistiwa | Zambia | Pantai Gading |
| 2013 | Afrika Selatan | Nigeria | Burkina Faso |
| 2015 | Guinea Khatulistiwa | Pantai Gading | Ghana |
| 2017 | Gabon | Kamerun | Mesir |
| 2019 | Mesir | Aljazair | Senegal |
| 2021 | Kamerun | Senegal | Mesir |
| 2023 | Pantai Gading | Pantai Gading | Nigeria |
| 2025 | Maroko | Senegal | Maroko |
Statistik Juara Piala Afrika Sepanjang Masa
| Negara | Juara | Runner-up | Peringkat 3 | Peringkat 4 |
|---|---|---|---|---|
| Mesir | 7 | 3 | 3 | 3 |
| Kamerun | 5 | 2 | 2 | 1 |
| Ghana | 4 | 5 | 1 | 4 |
| Nigeria | 3 | 5 | 8 | 0 |
| Pantai Gading | 3 | 2 | 4 | 2 |
| Aljazair | 2 | 1 | 2 | 2 |
| RD Kongo | 2 | 0 | 2 | 2 |
| Senegal | 2 | 2 | 0 | 3 |
| Zambia | 1 | 2 | 3 | 0 |
| Tunisia | 1 | 2 | 1 | 3 |
| Sudan | 1 | 2 | 1 | 0 |
| Etiopia | 1 | 1 | 1 | 2 |
| Maroko | 1 | 1 | 1 | 2 |
| Afrika Selatan | 1 | 1 | 2 | 0 |
| Republik Kongo | 1 | 0 | 0 | 1 |
| Mali | 0 | 1 | 2 | 3 |
| Burkina Faso | 0 | 1 | 1 | 2 |
| Uganda | 0 | 1 | 0 | 1 |
| Guinea | 0 | 1 | 0 | 0 |
| Libya | 0 | 1 | 0 | 0 |
| Guinea Khatulistiwa | 0 | 0 | 0 | 1 |






