Real Sociedad Bungkam Barca, Drama Reale Arena Guncang Perburuan Gelar LaLiga

Real Sociedad Bungkam Barca, Drama Reale Arena Guncang Perburuan Gelar LaLiga
Mikel Oyarzabal cetak gol pertama ke gawang Barca pada menit 32 - Dokumentasi IG: @realsociedad

Real Sociedad bungkam Barca dalam laga penuh tensi yang mengguncang Reale Arena. Kemenangan 2-1 atas Barcelona bukan sekadar tiga poin bagi Sociedad, tetapi juga sebuah pernyataan keras bahwa persaingan gelar LaLiga musim ini masih jauh dari kata aman.

Di tengah tekanan, kontroversi, dan drama tiang gawang, Blaugrana pulang dengan kepala tertunduk.

Hasil ini langsung menyedot perhatian publik sepak bola Spanyol. Barcelona memang masih berada di papan atas klasemen, namun jarak mereka dengan pesaing terdekat kembali menipis.

Sementara itu, Real Sociedad menikmati malam spesial yang mengangkat mereka ke posisi delapan sekaligus mengukir kemenangan prestisius atas sang juara bertahan.

BACA JUGA: Daftar Juara Piala Afrika Sepanjang Masa: Senegal Juara Lagi

Awal Gila, Gol Dianulir Bertubi-tubi

Laga baru berjalan hitungan detik ketika Reale Arena nyaris bergemuruh. Real Sociedad langsung mencetak gol hanya dalam 28 detik, namun euforia tuan rumah terhenti oleh bendera offside. Barcelona lolos dari mimpi buruk awal, meski tekanan belum mereda.

Di sisi lain, Blaugrana mencoba merespons cepat. Pedri langsung menguji ketangguhan Alex Remiro, yang tampil sigap sejak awal laga. Tempo tinggi terus terjaga, namun drama justru hadir lewat keputusan-keputusan VAR.

Fermin Lopez sempat mengira dirinya membuka skor untuk Barcelona. Sayang, setelah tinjauan ulang, wasit menganulir gol tersebut karena pelanggaran dalam proses build-up.

Tak berhenti di situ, Frenkie de Jong dan Lamine Yamal juga mengalami nasib serupa. Dalam satu babak, Barcelona harus menerima kenyataan pahit: empat gol mereka dianulir.

Sociedad Lebih Efektif, Oyarzabal Membuka Luka

Ketika Barcelona sibuk meratapi peluang yang hilang, Real Sociedad justru tampil lebih dingin. Hampir tanpa peringatan berarti, Mikel Oyarzabal muncul sebagai pembeda.

Sebuah bola lambung di tiang jauh disambutnya dengan tendangan voli terukur yang tak mampu dibendung kiper Barcelona.

Gol yang terjadi pada menit 32 tersebut menjadi pukulan telak bagi Blaugrana. Di tengah dominasi penguasaan bola, mereka justru tertinggal. Drama kembali muncul jelang turun minum ketika Barcelona mendapatkan penalti.

Namun setelah intervensi VAR, keputusan itu dianulir. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan Sociedad dan sorakan puas publik Reale Arena.

Tekanan Barca, Benturan Mistar dan Tiang

Memasuki babak kedua, Barcelona menaikkan intensitas. Dani Olmo hampir menyamakan kedudukan, tetapi sepakannya hanya menghantam tiang gawang. Serangan demi serangan dilancarkan, memaksa Remiro bekerja ekstra keras di bawah mistar.

Pelatih Barcelona merespons dengan melakukan tiga pergantian pemain sekaligus, sinyal bahwa mereka tak ingin pulang dengan tangan hampa. Masuknya Robert Lewandowski dan Marcus Rashford memberi warna baru di lini depan.

Lewandowski nyaris mencetak gol lewat sundulan khasnya, namun lagi-lagi Remiro menjadi tembok kokoh. Reale Arena menahan napas, hingga akhirnya Rashford memecah kebuntuan.

Sundulannya sukses mengubah skor menjadi 1-1 dan seolah mengembalikan momentum ke tangan Barcelona.

BACA JUGA: Singa Teranga Mengaum! Senegal Juara Piala Afrika 2025: Drama Extra Time Hancurkan Mimpi Maroko di Final

Kesalahan Fatal, Guedes Jadi Penentu

Namun sepak bola kerap kejam bagi mereka yang lengah. Hanya berselang satu menit setelah gol penyama, lini belakang Barcelona melakukan kesalahan koordinasi.

Gonçalo Guedes tak menyia-nyiakan peluang tersebut. Dengan tenang, ia menaklukkan kiper dan membawa Sociedad kembali unggul.

Gol itu mengguncang mental Barcelona. Mereka mencoba bangkit, tetapi keberuntungan benar-benar menjauh. Pau Cubarsi harus melakukan penyelamatan heroik di garis gawang untuk mencegah kebobolan tambahan, sementara sundulan Jules Kounde kembali membentur mistar.

Harapan sempat muncul ketika Sociedad harus bermain dengan 10 orang setelah kartu kuning Carlos Soler berlanjut menjadi kartu merah.

Tambahan waktu panjang membuka peluang comeback. Namun, bahkan dalam momen krusial itu, Rashford kembali gagal setelah sepakannya dari situasi sepak pojok menghantam tiang.

Malam Kelam Barca, Pesta Sociedad

Peluit panjang berbunyi, menandai malam kelam bagi Barcelona. Mereka gagal mencatatkan 10 kemenangan liga beruntun, rekor yang terakhir diraih hampir satu dekade lalu.

Lebih dari itu, kekalahan ini membuka kembali persaingan juara yang sempat terlihat stabil.

Bagi Real Sociedad, kemenangan ini terasa manis. Tak hanya memperbaiki posisi di klasemen, mereka juga memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang melawan Barcelona dalam dua laga terakhir. Reale Arena kembali menjadi tempat yang angker bagi raksasa Catalan.

BACA JUGA: Nigeria Raih Medali Perunggu Africa Cup of Nations 2025 Usai Drama Adu Penalti Lawan Mesir

Sepak Bola dan Pelajaran tentang Fokus

Laga ini menjadi pengingat keras bahwa dominasi statistik tak selalu berbanding lurus dengan hasil. Barcelona menguasai bola, menciptakan peluang, bahkan mencetak gol, meski dianulir.

Namun Sociedad menunjukkan satu hal penting: efektivitas dan fokus hingga detik terakhir.

Real Sociedad Bungkam Barca bukan sekadar headline, tetapi cerminan betapa rapuhnya keunggulan di level tertinggi sepak bola.

Di LaLiga, satu kesalahan kecil bisa berujung petaka besar. Dan di Reale Arena, Barcelona belajar itu dengan cara paling menyakitkan.

Klasemen Liga Spanyol hingga Pekan ke-20

PosKlubMainMenangSeriKalahPoin
1Barcelona20161349
2Real Madrid20153248
3Villarreal19132441
4Atletico Madrid20125341
5Espanyol20104634
6Real Betis2088432
7Celta Vigo2088432
8Real Sociedad2066824
9Athletic Bilbao20731024
10Girona2066824
11Elche1958623
12Osasuna20641022
13Rayo Vallecano2057822
14Mallorca2056921
15Getafe20631121
16Sevilla19621120
17Valencia2048820
18Deportivo Alaves20541119
19Levante19351114
20Real Oviedo20271113