Tenis  

Bangkit dengan Keyakinan Baru, Daniil Medvedev Melenggang Ke Putaran 2 Australian Open 2026

Bangkit dengan Keyakinan Baru, Daniil Medvedev Melenggang Ke Putaran 2 Australian Open 2026
Daniil Medvedev - Dokumentasi IG: @atptour

Australian Open 2026 menjadi panggung awal yang sarat makna bagi Daniil Medvedev. Petenis asal Rusia itu kembali melangkah dengan kepala tegak di Melbourne Park, membawa optimisme baru setelah melalui periode naik-turun dalam kariernya. Kemenangan di laga pembuka menegaskan satu hal penting: Daniil Medvedev Melenggang Ke Putaran 2 Australian Open bukan sekadar hasil, melainkan simbol kebangkitan.

Medvedev tampil solid saat menyingkirkan Jesper de Jong dalam tiga set langsung. Meski skor akhir menunjukkan kemenangan meyakinkan, pertandingan tersebut menyimpan banyak cerita tentang perjuangan, kesabaran, dan kematangan mental sang mantan petenis nomor satu dunia.

Daniil Medvedev Melenggang Ke Putaran 2 Australian Open Lewat Laga Penuh Dinamika

Medvedev memastikan tiket ke babak kedua usai menaklukkan Jesper de Jong dengan skor 7-5, 6-2, 7-6(2). Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor sempurnanya di awal musim 2026 menjadi 6-0, setelah sebelumnya membuka tahun dengan gelar juara di Brisbane International presented by ANZ.

Pada set pertama, Medvedev langsung dihadapkan pada perlawanan sengit. Ia sempat unggul lebih dulu, namun kehilangan keunggulan break sebanyak dua kali.

BACA JUGA: Coco Gauff Raih Kemenangan Perdana di Australia Terbuka 2026, Awal Mantap Sang Unggulan

De Jong, yang berstatus peringkat 73 dunia, tampil berani dan tak ragu mengimbangi reli panjang dari baseline. Meski demikian, pengalaman Medvedev berbicara banyak. Ia mampu menjaga fokus di poin-poin krusial dan menutup set pembuka dengan skor 7-5.

Memasuki set kedua, tempo pertandingan mulai berubah. Medvedev tampil lebih agresif, meningkatkan akurasi servis dan memaksa De Jong berada dalam tekanan konstan.

Hasilnya, ia menguasai jalannya set kedua dan menutupnya dengan skor 6-2, memperlihatkan perbedaan kualitas yang cukup jelas.

Set ketiga kembali menghadirkan ketegangan. Medvedev sebenarnya memiliki peluang untuk menyelesaikan laga lebih cepat, namun dua kali gagal menutup pertandingan saat unggul 5-4 dan 6-5.

Situasi tersebut sempat membuka celah bagi De Jong untuk bangkit. Namun di tie-break, Medvedev menunjukkan kelasnya. Ia tampil dominan dan mengamankan kemenangan dalam waktu 2 jam 53 menit.

BACA JUGA: Hasil Australia Terbuka 2026 Putaran Pertama: Unggulan Mulus, Kejutan Mulai Bermunculan di Melbourne

Statistik Menegaskan Konsistensi Medvedev

Dari sisi angka, performa Medvedev cukup solid. Berdasarkan catatan Infosys Stats, ia berhasil memanfaatkan tujuh dari 13 break point yang didapatkan.

Angka ini mencerminkan kemampuannya menekan lawan di momen-momen penting, meski masih ada ruang perbaikan dalam menjaga konsistensi saat unggul.

Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa Medvedev semakin nyaman dengan kondisi lapangan keras di Melbourne. Meski mengakui bahwa kecepatan lapangan terasa lebih lambat, ia mampu menyesuaikan strategi dengan bermain lebih sabar dan menunggu kesalahan lawan.

Dari Musim Sulit Menuju Awal Tahun yang Menjanjikan

Perjalanan Medvedev menuju Australian Open 2026 tidaklah mulus. Sepanjang musim 2025, ia mengalami salah satu periode tersulit dalam karier profesionalnya.

Dari empat turnamen Grand Slam, Medvedev hanya mampu mencatat satu kemenangan, yang ironisnya terjadi di Australian Open.

Namun, penutupan musim memberikan secercah harapan. Medvedev berhasil meraih gelar ATP 250 di Almaty, hasil yang menjadi titik balik kepercayaan dirinya.

Pergantian pendekatan latihan serta kerja sama yang lebih intens bersama pelatih Thomas Johansson dan Rohan Goetzke mulai membuahkan hasil.

Awal musim 2026 menjadi konfirmasi dari proses tersebut. Gelar di Brisbane dan kemenangan di Melbourne menunjukkan bahwa Medvedev kembali menemukan ritme dan identitas permainannya.

Medvedev Jujur Soal Tekanan Laga Perdana Grand Slam

Usai pertandingan, Medvedev tak menutupi fakta bahwa laga pembuka di Grand Slam selalu menjadi tantangan tersendiri. Ia mengakui pertandingan berjalan naik-turun dan jauh dari kata mudah.

Menurut Medvedev, kondisi lapangan yang relatif lambat membuat reli berlangsung panjang dan membuka peluang terjadinya banyak break servis. Hal itu terlihat jelas dari jalannya pertandingan, terutama di set pertama dan ketiga.

Namun baginya, kemenangan tetap menjadi hal terpenting. Setelah pengalaman pahit musim lalu, Medvedev merasa lega bisa mengamankan kemenangan straight set, meski belum tampil sempurna.

Tantangan Quentin Halys Menanti di Babak Kedua

Setelah Daniil Medvedev Melenggang Ke Putaran 2 Australian Open, langkah selanjutnya adalah menghadapi Quentin Halys. Petenis asal Prancis itu juga melaju dengan performa meyakinkan setelah menyingkirkan Alejandro Tabilo 6-2, 6-2, 7-6(2).

Pertemuan ini diprediksi menghadirkan tantangan berbeda bagi Medvedev. Halys dikenal memiliki servis keras dan keberanian mengambil inisiatif sejak awal poin.

Medvedev perlu menjaga fokus dan konsistensi, terutama dalam mengantisipasi tekanan di awal gim servis lawan.

Dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki, Medvedev tetap diunggulkan. Namun ia menyadari bahwa setiap pertandingan di Australian Open menuntut level permainan tertinggi.

Alex de Minaur Tampil Meyakinkan di Depan Publik Sendiri

Selain Medvedev, sorotan juga tertuju pada aksi Alex de Minaur. Petenis tuan rumah itu tampil impresif saat menumbangkan Mackenzie McDonald dengan skor 6-2, 6-2, 6-3 di Rod Laver Arena.

De Minaur tampil agresif sejak awal, memanfaatkan kecepatan dan ketepatan pukulan untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Kemenangan ini membuatnya unggul 2-0 dalam catatan pertemuan melawan McDonald.

Usai laga, De Minaur mengaku puas dengan penampilannya. Ia menilai laga pembuka selalu sulit, namun berhasil ia lalui dengan baik berkat fokus dan disiplin permainan.

BACA JUGA: Aryna Sabalenka Lewati Rintangan Pertama di Australian Open 2026, Awal Meyakinkan Sang Ratu Tenis Dunia

Ambisi De Minaur di Australian Open 2026

Australian Open 2026 memiliki arti spesial bagi De Minaur. Setelah menembus perempat final untuk pertama kalinya pada edisi 2025, ekspektasi publik Australia terhadapnya meningkat. Dukungan penonton menjadi energi tambahan baginya untuk melangkah lebih jauh.

Di babak berikutnya, De Minaur akan menghadapi Hamad Medjedovic, yang lolos usai mengalahkan Mariano Navone dengan skor 6-2, 6-7(3), 6-4, 6-2.

Pertandingan ini diprediksi tetap menantang, meski De Minaur berstatus unggulan dan bermain di kandang sendiri.

Nama-Nama Unggulan Lain Ikut Melaju

Hari pembuka Australian Open 2026 juga diwarnai kemenangan sejumlah petenis papan atas lainnya. Tommy Paul, unggulan ke-19, tampil konsisten saat menundukkan Aleksandar Kovacevic 6-4, 6-3, 6-3 dalam duel sesama petenis Amerika Serikat.

Andrey Rublev, unggulan ke-13, juga memastikan langkah ke putaran kedua setelah mengalahkan Matteo Arnaldi 6-4, 6-2, 6-3. Sementara itu, Reilly Opelka mencuri perhatian lewat 23 ace yang ia lepaskan dalam kemenangan 6-4, 6-3, 6-4 atas Nicolai Budkov Kjaer.

Medvedev dan Harapan Baru di Melbourne

Kemenangan di laga pembuka memang belum menjamin apa pun. Namun bagi Medvedev, hasil ini menjadi fondasi penting untuk melangkah lebih jauh. Ia kembali menemukan kepercayaan diri, sesuatu yang sempat hilang di musim sebelumnya.

Australian Open 2026 masih panjang, dan tantangan akan semakin berat. Namun dengan performa awal yang solid, mental yang lebih stabil, serta pengalaman panjang di level tertinggi, Medvedev kembali menjadi sosok yang patut diperhitungkan.

Satu hal sudah pasti: Daniil Medvedev Melenggang Ke Putaran 2 Australian Open dengan keyakinan baru. Perjalanannya di Melbourne baru saja dimulai, dan publik tenis dunia menanti apakah kebangkitan ini akan berujung pada kisah besar di akhir turnamen.