Persis Solo akhirnya mengirim pesan tegas kepada seluruh pesaing di papan bawah. Menjelang dimulainya putaran kedua BRI Super League 2025/26, manajemen Laskar Sambernyawa melakukan langkah berani: Laskar Sambernyawa datangkan 3 amunisi asing baru dalam waktu nyaris bersamaan.
Tiga nama asal Serbia resmi bergabung, masing-masing mengisi sektor vital tim. Mereka adalah kiper Vukasin Vranes, bek tengah Dusan Mijic, dan gelandang serang Miroslav Maricic.
Transfer ini bukan sekadar formalitas bursa, melainkan respons langsung atas situasi genting yang sedang dihadapi Persis.
Ancaman degradasi nyata di depan mata. Karena itu, paruh kedua musim dipandang sebagai momen hidup-mati bagi klub kebanggaan Kota Solo tersebut.
Manuver Agresif Menyambut Putaran Kedua Super League
Putaran pertama menjadi pelajaran pahit bagi Persis. Inkonsistensi permainan, lemahnya lini tengah, dan rapuhnya pertahanan membuat tim kesulitan keluar dari papan bawah.
Menjelang pekan ke-18, manajemen memilih tidak menunggu keajaiban. Bursa transfer dimanfaatkan secara agresif.
Dalam hitungan hari, pada Ahad (18/1), Persis memperkenalkan Vukasin Vranes dan Dusan Mijic. Dan dua hari kemudian, tepatnya Selasa (20/1): Miroslav Maricic diumumkan sebagai rekrutan ketiga.
Tiga pemain, tiga posisi krusial, satu tujuan: mengubah arah musim.
Langkah cepat ini menunjukkan bahwa Persis tidak ingin berjudi dengan sisa kompetisi.
Vukasin Vranes, Tembok Baru di Bawah Mistar
Masalah di sektor penjaga gawang menjadi salah satu sorotan paruh pertama musim. Kebobolan dari situasi sederhana kerap terjadi.
Vukasin Vranes datang untuk menambah stabilitas di lini terakhir. Dengan pengalaman di sepak bola Eropa, ia diharapkan: Meningkatkan kepercayaan diri lini belakang, lebih dominan dalam duel Udara, dan lebih tenang dalam distribusi bola.
Peran kiper sangat vital dalam laga-laga krusial, terutama ketika Persis harus bermain bertahan.
Dusan Mijic, Pilar Baru Pertahanan Laskar Sambernyawa
Jika Vranes menjaga gawang, maka Dusan Mijic bertugas melindungi area di depannya. Bek tengah ini diplot sebagai pemimpin baru di jantung pertahanan.
Kehadirannya hendak bisa mengurangi kesalahan elementer, memperbaiki koordinasi antarpemain belakang, dan menambah kekuatan duel fisik.
Dalam kompetisi seketat Super League, satu kesalahan kecil di lini belakang bisa berujung petaka.
Miroslav Maricic, Otak Kreatif yang Dinanti Lini Tengah
Rekrutan ketiga, Miroslav Maricic, mungkin menjadi kepingan terpenting. Selama paruh pertama musim, Persis kerap kesulitan membangun serangan. Aliran bola macet, peluang minim, dan kreativitas hampir tak terlihat.
Maricic datang sebagai jawaban atas masalah itu.
Pemain terakhir memperkuat FK Radnik Bijeljina di Liga Premier Bosnia dan Herzegovina ini diproyeksikan sebagai: pengatur tempo permainan, penyambung lini belakang dan depan, dan sumber peluang dari lini kedua
Ia datang dengan misi jelas: membantu Persis keluar dari zona degradasi.
“Saya datang karena ingin mengubah situasi tim bersama para pemain lainnya. Saya optimis bisa membantu Persis tetap berada di kasta tertinggi,” ujar Maricic.
Satu Misi Bersama: Selamat dari Jurang Degradasi
Berbeda dengan klub papan atas yang memburu gelar, target Persis jauh lebih mendasar: bertahan hidup.
Posisi di klasemen membuat setiap laga terasa seperti final.
Tiga pemain asing ini direkrut bukan untuk proyek jangka panjang, melainkan solusi instan untuk sisa musim.
Maricic menegaskan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa kerja keras.
“Jika kita ingin mengubah situasi, kita harus memberikan 100 persen di setiap latihan dan pertandingan,” tegasnya.
Pesan ini menggambarkan mentalitas bertahan hidup yang harus dimiliki seluruh tim.
Proyek Mini Serbia: Membangun Chemistry Lebih Cepat
Menariknya, Persis memilih merekrut tiga pemain dari negara yang sama.
Kesamaan bahasa, budaya, dan latar belakang hendaknya mempercepat adaptasi.
Vranes, Mijic, dan Maricic bisa membentuk poros baru: Vranes di bawah mistar, Mijic di jantung pertahanan, dan
Maricic di pusat permainan
Jika ketiganya langsung klik, Persis berpotensi mengalami perubahan signifikan dalam waktu singkat.
Tekanan Besar Bermain di Klub Tradisional
Maricic menyadari bahwa Persis bukan klub biasa. “Persis adalah salah satu klub terbesar di negara ini,” katanya.
Status klub besar membawa dua sisi: dukungan luar biasa dari supporter dan tekanan besar ketika hasil buruk dating.
Ia mengaku sudah mendengar cerita tentang fanatisme pendukung Solo.
“Saya dengar penonton Solo adalah salah satu yang terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Atmosfer Stadion Manahan bisa menjadi senjata, tetapi juga bisa menjadi beban jika hasil tak sesuai harapan.
Paruh Kedua: Medan Perang Sebenarnya
Putaran kedua Super League akan menjadi ujian sesungguhnya bagi proyek darurat Persis. Tidak ada lagi ruang untuk eksperimen.
Setiap poin sangat berharga. Setiap kesalahan bisa berakibat fatal. Tiga amunisi asing ini akan langsung menerima ujian dalam laga-laga krusial melawan sesama tim papan bawah.
Pertanyaannya kini hanya satu: seberapa cepat mereka bisa beradaptasi?
Harapan Baru, Jalan Terjal Menanti
Langkah Persis mendatangkan tiga pemain asing menunjukkan satu hal: mereka belum menyerah.
Laskar Sambernyawa datangkan 3 amunisi asing baru bukan sekadar headline, melainkan simbol perlawanan.
Perlawanan terhadap degradasi, perlawanan terhadap keterpurukan, dan perlawanan untuk menjaga harga diri klub tradisional. Kini, harapan itu berada di kaki Vranes, Mijic, dan Maricic.
Sisa musim akan menjadi panggung pembuktian: apakah trio Serbia ini mampu mengubah nasib Persis, atau justru menjadi catatan lain dalam musim yang penuh tekanan.
Satu hal pasti, perjuangan Laskar Sambernyawa baru saja dimulai.






