Bursa transfer paruh musim langsung memanas. Kabar besar datang dari Lampung ketika Bhayangkara Presisi Lampung FC datangkan 3 penyerang asing baru demi mengubah nasib di putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Langkah agresif ini menjadi sinyal tegas: The Guardian tak ingin sekadar bertahan di papan tengah, mereka ingin kembali menanjak dan bersaing di jalur atas.
Manajemen Bhayangkara FC resmi memperkuat lini depan dengan merekrut tiga pemain asing berkarakter menyerang. Dua di antaranya berposisi winger, sementara satu lagi diplot sebagai ujung tombak.
Kombinasi ini diharapkan menjadi jawaban atas masalah klasik mereka: produktivitas gol yang masih rendah, terutama saat bermain di kandang lawan.
Tiga Amunisi Baru, Fokus Tajamkan Lini Serang
Langkah Bhayangkara Presisi Lampung FC Datangkan 3 Penyerang Asing Baru dimulai dengan pengumuman resmi perekrutan dua winger berpengalaman, Moussa Sidibe dan Privat Mbarga. Tak lama sebelumnya, klub juga telah memperkenalkan striker anyar, Henry Doumbia.
Kedatangan tiga nama ini bukan sekadar tambal sulam. Manajemen dan pelatih Paul Munster ingin membangun ulang sektor depan agar lebih tajam, cepat, dan variatif dalam menyerang.
Privat Mbarga didatangkan dari Dewa United FC dengan status pinjaman. Nama Mbarga jelas bukan sosok asing bagi publik sepak bola nasional.
Ia pernah menjadi andalan Bali United FC dan dikenal sebagai winger eksplosif dengan kemampuan duel satu lawan satu yang tajam.
Sementara Moussa Sidibe direkrut dari klub elite Malaysia, Johor Darul Ta’zim. Namun Sidibe justru lebih akrab dengan atmosfer Liga Indonesia.
Ia pernah menjadi pilar penting Persis Solo selama dua musim, yakni 2023/24 dan 2024/25. Kecepatan, penetrasi, dan naluri gol Sidibe menjadi modal berharga bagi The Guardian.
Henry Doumbia, Mesin Gol yang Diharap Jadi Pembeda
Di lini depan, Bhayangkara FC mengandalkan sosok Henry Doumbia. Striker asal Afrika ini terakhir memperkuat PDRM FC di Liga Super Malaysia musim 2025/26. Dalam tujuh laga, ia mencetak empat gol, catatan yang cukup menjanjikan.
Sebelum berlabuh di Asia Tenggara, Doumbia sempat berpetualang di sejumlah kompetisi, mulai dari Liga Libya, Liga Uni Emirat Arab, hingga Liga Thailand.
Pengalaman lintas liga ini diharapkan membuatnya cepat beradaptasi dengan kerasnya persaingan di BRI Super League.
Manajemen percaya, Doumbia bisa menjadi solusi di lini depan yang selama putaran pertama kerap tumpul saat menghadapi tekanan lawan.
Statistik Bicara: Masalah Gol Jadi Alarm Serius
Keputusan Bhayangkara Presisi Lampung FC Datangkan 3 Penyerang Asing Baru tidak datang tanpa alasan. Statistik hingga pekan ke-17 menjadi bukti nyata bahwa sektor ofensif memang membutuhkan suntikan tenaga.
Hingga pertengahan musim, The Guardian baru mampu mencetak 14 gol dan kebobolan 18 gol. Dari 17 pertandingan, mereka mengoleksi 22 poin hasil dari enam kemenangan, empat kali imbang, dan tujuh kekalahan. Posisi ke-9 klasemen jelas belum ideal bagi tim yang punya ambisi besar.
Produktivitas gol menjadi perhatian utama. Dengan rerata kurang dari satu gol per pertandingan, Bhayangkara FC kerap kesulitan mengunci kemenangan meski tampil solid di beberapa laga.
BACA JUGA: Jadwal Liga Champions Matchday 7 Pekan Ini: Duel Panas Inter vs Arsenal hingga Madrid Tantang Monaco
Kuat di Kandang, Rapuh di Tandang
Menariknya, performa Bhayangkara FC justru cukup meyakinkan saat bermain di kandang. Dari sembilan laga home, mereka meraih lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya sekali kalah. Di kandang, Illija Spasojevic dan kawan-kawan mencetak 11 gol serta hanya kebobolan lima kali.
Namun cerita berubah drastis saat tampil sebagai tamu. Dari delapan laga tandang, Bhayangkara FC hanya sekali menang, sekali imbang, dan enam kali kalah.
Produktivitas mereka juga jeblok: hanya tiga gol tercipta, sementara gawang mereka kebobolan 13 kali.
Catatan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Paul Munster. Kehadiran Sidibe, Mbarga, dan Doumbia diharapkan bisa mengubah wajah Bhayangkara FC, khususnya dalam laga-laga tandang yang selama ini menjadi titik lemah.
Persaingan Ketat di Papan Tengah Klasemen
Di klasemen sementara, Bhayangkara FC masih tertahan di peringkat kesembilan. Jarak poin dengan tim-tim di zona lima besar sebenarnya tidak terlalu jauh, namun kesalahan kecil bisa membuat mereka terperosok lebih dalam.
Berikut klasemen BRI Super League 2025/2026 hingga pekan ke-17:
- Persib Bandung : 38 poin
- Borneo FC Samarinda : 37 poin
- Persija Jakarta : 35 poin
- Malut United FC : 34 poin
- Persita : 31 poin
- PSIM Yogyakarta : 30 poin
- Persebaya Surabaya : 28 poin
- Bali United FC : 27 poin
- Bhayangkara Presisi Lampung FC : 22 poin
- Arema FC : 21 poin
- Dewa United Banten FC : 20 poin
- PSM Makassar : 19 poin
- Persik Kediri : 19 poin
- Madura United FC : 17 poin
- PSBS Biak : 16 poin
- Persis Solo : 10 poin
- Semen Padang FC : 10 poin
- Persijap Jepara : 9 poin
Melihat ketatnya jarak antar tim, satu atau dua kemenangan beruntun bisa langsung mendongkrak posisi Bhayangkara FC ke papan atas.
Paul Munster Siapkan Wajah Baru The Guardian
Pelatih Paul Munster kini punya lebih banyak opsi di lini depan. Dengan hadirnya tiga pemain asing baru, variasi skema serangan Bhayangkara FC dipastikan bertambah.
Mbarga dan Sidibe bisa menjadi ancaman dari sisi sayap, membuka ruang, sekaligus mengirim suplai matang ke kotak penalti. Sementara Doumbia diplot sebagai target man yang siap menuntaskan peluang.
Munster berharap, kehadiran trio anyar ini tidak hanya meningkatkan jumlah gol, tetapi juga mentalitas tim dalam menghadapi laga-laga besar.
Optimisme Baru di Lampung, Asa Bangkit di Putaran Kedua
Langkah Bhayangkara Presisi Lampung FC Datangkan 3 Penyerang Asing Baru menandai babak baru perjuangan The Guardian. Dengan amunisi segar, mereka ingin menghapus catatan buruk di laga tandang dan kembali menebar ancaman di papan atas.
Putaran kedua akan menjadi ujian sesungguhnya. Apakah trio asing ini mampu menjawab ekspektasi? Ataukah Bhayangkara FC kembali terjebak di zona medioker?
Satu hal pasti, dengan wajah baru di lini serang, The Guardian siap bertarung lebih garang. Lampung kini menanti, apakah perubahan ini akan menjadi titik balik menuju kebangkitan.






