Bencic dan Svitolina cetak cejarah di dunia tenis putri setelah untuk pertama kalinya dua petenis berstatus ibu berhasil menembus peringkat 10 besar WTA secara bersamaan.
Momen bersejarah ini tercipta usai pembaruan ranking WTA pasca Australia Open, menandai tonggak penting bagi olahraga perempuan di level elite.
Belinda Bencic dari Swiss dan Elina Svitolina asal Ukraina kini sama-sama berada di jajaran Top 10 WTA, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak tur ini berdiri.
Keberhasilan keduanya menjadi simbol kuat bahwa peran sebagai ibu tidak menjadi penghalang untuk bersaing di level tertinggi tenis profesional.
BACA JUGA: Ranking WTA Usai Australia Open 2026: Ini 20 Besar Terbaru, Sabalenka Masih Raja, Osaka Bangkit!
Perjalanan Bencic Kembali ke Puncak Setelah Cuti Melahirkan
Belinda Bencic kembali menembus Top 10 pada pertengahan Januari, pertama kalinya sejak ia meninggalkan lapangan pada September 2023 untuk melahirkan putrinya, Bella.
Perjalanan comeback petenis Swiss itu penuh tantangan, namun kerja kerasnya terbayar lunas hanya satu tahun setelah kembali berkompetisi.
Bencic memanfaatkan aturan Special Ranking Rule yang disediakan WTA bagi petenis yang kembali setelah cuti melahirkan.
Dengan konsistensi performa dan mental yang kuat, ia perlahan mengumpulkan poin hingga akhirnya kembali ke jajaran elite dunia.
“Bisa kembali ke Top 10 WTA satu tahun setelah kembali bertanding usai cuti melahirkan adalah pencapaian yang sangat saya banggakan,” ujar Bencic.
Ia mengakui bahwa proses tersebut tidak mudah dan membutuhkan dedikasi penuh dari dirinya, keluarga, serta tim pendukungnya.
Bencic dan Svitolina Cetak Sejarah Usai Australia Open
Elina Svitolina menyusul Bencic masuk Top 10 setelah mencatat performa luar biasa di Australia Open.
Petenis Ukraina itu melaju hingga semifinal, sebuah hasil yang mengantarkannya kembali ke 10 besar dunia dan sekaligus menciptakan sejarah bersama Bencic.
Svitolina, yang merupakan ibu dari seorang putri bernama Skai, menyebut kembalinya ke Top 10 sebagai mimpi yang menjadi kenyataan.
Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut memiliki makna emosional yang jauh lebih besar karena diraih setelah menjalani peran baru sebagai seorang ibu.
“Ini seperti mimpi bisa kembali ke Top 10 WTA. Melakukannya sebagai seorang ibu berarti segalanya bagi saya,” kata Svitolina.
Ia juga mengapresiasi dukungan luar biasa dari para penggemar yang terus menyemangatinya sepanjang perjalanan comeback.
BACA JUGA: Misi Hat-trick Juara! Belinda Bencic Siap Pertahankan Gelar Mubadala Abu Dhabi Open 2026
Komitmen WTA Dukung Petenis Ibu
Keberhasilan Bencic dan Svitolina tak lepas dari kebijakan progresif WTA dalam beberapa musim terakhir.
Untuk menciptakan lingkungan di mana keibuan dan performa elite tidak dipandang sebagai pilihan yang saling bertentangan, WTA memperkenalkan sejumlah inisiatif maternitas yang inovatif.
Program tersebut memungkinkan petenis ibu untuk kembali berkompetisi dengan peringkat terlindungi, sehingga mereka tidak kehilangan kesempatan bersaing di turnamen besar.
Kebijakan ini menjadi salah satu faktor penting di balik kembalinya Bencic dan Svitolina ke papan atas ranking.
CEO WTA, Portia Archer, menyebut pencapaian ini sebagai momen luar biasa bagi tenis dan olahraga perempuan secara umum.
Menurutnya, keberhasilan dua ibu di Top 10 WTA membuktikan bahwa atlet perempuan dapat terus berprestasi di level tertinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
Kisah Bencic dan Svitolina Cetak Sejarah kini menjadi inspirasi bagi banyak atlet perempuan di seluruh dunia.
Mereka membuktikan bahwa menjadi ibu tidak menghentikan ambisi profesional, bahkan di olahraga dengan tuntutan fisik dan mental setinggi tenis.
Pencapaian ini juga membuka diskusi lebih luas tentang dukungan terhadap atlet perempuan, keseimbangan karier dan keluarga, serta pentingnya kebijakan yang inklusif di dunia olahraga profesional.
Kabar Lain dari WTA: Mertens Kuasai Peringkat Ganda
Selain momen bersejarah di sektor tunggal, kabar menarik juga datang dari nomor ganda.
Elise Mertens kembali merebut peringkat satu dunia ganda WTA setelah menjuarai Australia Open bersama Zhang Shuai.
Gelar tersebut membuat Mertens melampaui Katerina Siniakova, yang sebelumnya memegang posisi puncak sejak September tahun lalu.
Bagi Mertens, ini menjadi pencapaian istimewa setelah total 39 pekan sebelumnya pernah menghuni peringkat satu dunia ganda.






