Belinda Bencic siap pertahankan gelar Mubadala Abu Dhabi Open 2026 dengan penuh kepercayaan diri.
Petenis asal Swiss tersebut kembali mencuri perhatian jelang bergulirnya turnamen WTA Mubadala Abu Dhabi Open 2026. Turnamen WTA 500 ini resmi mulai pekan ini di Zayed Sports City, Abu Dhabi.
Pada Senin pagi waktu setempat, Bencic hadir di Stadium Court untuk menjalani sesi pemotretan bersama trofi juara yang sudah dua kali ia angkat.
Dengan senyum lepas dan sikap santai, petenis peringkat 10 dunia itu juga menyempatkan diri melayani swafoto bersama para penggemar, menandai dimulainya pekan kompetisi yang diprediksi berlangsung sengit.
Belinda Bencic Siap Pertahankan Gelar Mubadala Abu Dhabi Open 2026
Datang sebagai juara bertahan, Belinda Bencic membawa ambisi besar untuk mencatatkan sejarah baru.
Ia memburu gelar ketiganya setelah sebelumnya sukses menjadi kampiun pada edisi 2023 dan 2025. Torehan tersebut membuat Bencic menjadi salah satu pemain paling dominan dalam sejarah singkat Mubadala Abu Dhabi Open.
Gelar yang ia raih pada edisi 2025 memiliki makna emosional tersendiri. Kala itu, Bencic menaklukkan petenis muda Amerika Serikat, Ashlyn Krueger, di partai final.
Kemenangan tersebut menjadi puncak musim comeback sang petenis setelah kembali berkompetisi usai menjalani cuti melahirkan, sekaligus membuktikan bahwa ia masih menjadi kekuatan utama di WTA Tour.
Rekam Jejak Sempurna di Abu Dhabi
Keistimewaan Bencic di Abu Dhabi tidak hanya terletak pada koleksi gelarnya. Hingga kini, ia tercatat belum pernah kalah di turnamen Mubadala Abu Dhabi Open.
Dengan gaya bermain yang mengandalkan presisi, ketahanan mental, serta kecerdasan membaca permainan di seluruh area lapangan, Abu Dhabi seolah menjadi “rumah kedua” bagi petenis berusia 28 tahun tersebut.
Salah satu momen paling mengharukan dalam sejarah turnamen ini terjadi tahun lalu, ketika Bencic merayakan gelar juaranya bersama sang putri, Bella, di tengah gemuruh ribuan penonton di Zayed Sports City.
Adegan tersebut menjadi simbol keberhasilan perjalanan comeback sekaligus sisi emosional dari kariernya sebagai atlet profesional dan ibu.
Prestasi Mentereng di Level Dunia
Sebagai mantan petenis peringkat 4 dunia, Bencic memiliki rekam jejak prestasi yang impresif.
Hingga saat ini, ia telah mengoleksi delapan gelar tunggal WTA sepanjang kariernya.
Prestasi terbesar Bencic datang pada Olimpiade Tokyo 2020, ketika ia meraih medali emas setelah menundukkan Marketa Vondrousova dalam laga final tiga set yang dramatis.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Bencic untuk menghadapi tekanan sebagai unggulan dan juara bertahan di Abu Dhabi.
Pada edisi 2026 ini, ia mendapat keuntungan berupa bye di babak pertama dan akan langsung memulai perjuangannya dari babak 32 besar pada hari Senin.
Bencic: Abu Dhabi Selalu Spesial
Bencic tak menutupi perasaan spesialnya setiap kali kembali berlaga di Abu Dhabi. Ia mengaku selalu mendapatkan energi positif dari atmosfer turnamen dan dukungan para penggemar.
“Mubadala Abu Dhabi Open adalah turnamen yang sangat spesial bagi saya. Saya memiliki begitu banyak kenangan indah di sini,” ujar Bencic.
“Atmosfernya selalu luar biasa, dan dukungan dari para penggemar benar-benar terasa. Saya sangat menantikan satu pekan tenis yang hebat di sini.”
BACA JUGA: Dari Patah Hati ke Sejarah: Elena Rybakina Juara Australian Open Pertama dalam Kariernya
Turnamen Bergengsi Awal Musim WTA
Mubadala Abu Dhabi Open diselenggarakan oleh MARI bekerja sama dengan Mubadala dan Abu Dhabi Sports Council.
Dalam waktu singkat, turnamen ini berkembang menjadi salah satu ajang pembuka musim paling prestisius di kalender WTA.
Selain menyajikan persaingan tenis kelas dunia, Mubadala Abu Dhabi Open juga berfokus pada pengembangan generasi muda, keterlibatan komunitas, serta pengalaman penggemar yang ramah keluarga.
Edisi 2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari hingga 7 Februari 2026, dengan berbagai aktivitas pendukung yang membuat turnamen ini semakin dinantikan.
Dengan status juara bertahan dan rekor sempurna di Abu Dhabi, sorotan jelas tertuju pada Belinda Bencic.
Akankah ia kembali menegaskan dominasinya dan mengukir hat-trick gelar di Timur Tengah?






