Tenis  

Alexandra Eala Lawan Sonmez: Duel Sahabat yang Penuh Emosi di Abu Dhabi Open

Alexandra Eala Lawan Sonmez Duel Sahabat yang Penuh Emosi di Abu Dhabi Open
Alexandra Eala - Dokumentasi: (c) WTA

Alexandra Eala Lawan Sonmez menjadi salah satu laga paling menarik di babak pertama Mubadala Abu Dhabi Open 2026, Senin (2/2/2026).

Pertemuan ini bukan sekadar duel dua petenis muda berbakat di WTA Tour, tetapi juga pertemuan dua sahabat dekat yang sama-sama sedang menorehkan sejarah bagi negaranya masing-masing.

Alexandra Eala, petenis asal Filipina, sukses mengatasi perlawanan Zeynep Sonmez dari Turki dengan skor meyakinkan 6-4, 6-3 dalam waktu 1 jam 29 menit.

Kemenangan ini memperpanjang rekor sempurna Eala atas Sonmez menjadi 3-0 dalam pertemuan mereka di level profesional.

BACA JUGA: Dari Popok ke Top 10! Bencic dan Svitolina Cetak Sejarah, Dua Ibu Tembus Petenis Dunia Saat Bersamaan

Duel Dua Pelopor dari Asia

Laga Alexandra Eala Lawan Sonmez sarat makna historis. Eala tercatat sebagai petenis Filipina pertama yang menembus peringkat 50 besar dunia, sementara Sonmez menjadi wanita Turki pertama yang mampu melangkah hingga babak ketiga turnamen Grand Slam.

Dua pekan sebelumnya, keduanya tampil mencuri perhatian di Australian Open.

Dukungan besar dari diaspora Filipina dan Turki membuat pertandingan mereka di Melbourne berlangsung dalam atmosfer luar biasa, penuh sorak sorai, nyanyian, dan kibaran bendera nasional.

Namun, suasana berbeda terasa di Abu Dhabi. Dukungan penonton kali ini didominasi oleh penggemar Eala.

Meski demikian, selepas pertandingan, hal pertama yang dilakukan petenis berusia 20 tahun itu bukanlah selebrasi berlebihan, melainkan memberikan penghormatan tulus kepada sahabatnya.

“Saya sangat terhormat bisa berbagi lapangan dengan salah satu sahabat terdekat saya, Zeynep,” ujar Eala.

“Saya sangat mengaguminya. Dia benar-benar membuat gebrakan besar, dan persahabatan kami melampaui tenis. Saya sangat bersyukur akan hal itu.”

BACA JUGA: Ranking WTA Usai Australia Open 2026: Ini 20 Besar Terbaru, Sabalenka Masih Raja, Osaka Bangkit!

Persaingan Ketat, Gaya Bermain Mirip

Meski bersahabat di luar lapangan, Eala dan Sonmez tetap tampil habis-habisan di dalam pertandingan.

Eala, yang kini menempati peringkat 45 dunia, menyoroti kemiripan gaya bermain mereka, sama-sama agresif, gemar memukul datar, dan mengambil bola lebih awal untuk membuka sudut lapangan.

Rally cepat dan pertukaran pukulan keras menjadi ciri khas laga ini. Kedua pemain juga sama-sama memiliki servis yang bisa diserang, namun diimbangi dengan mental agresif saat melakukan return.

Hal tersebut tercermin dari total 10 kali break servis yang terjadi dalam 19 gim sepanjang pertandingan.

Kunci kemenangan Eala terletak pada start cepat di setiap set. Ia mampu mencuri keunggulan lebih awal, lalu menjaga jarak meski Sonmez terus berusaha mengejar.

Upaya petenis Turki itu patut diapresiasi, namun tak pernah benar-benar mampu menyamakan kedudukan.

“Bermain melawan teman sendiri memang sesuatu yang harus dibiasakan,” kata Eala. “Sebagai profesional, kita belajar memisahkan perasaan.

Kami berdua ingin yang terbaik satu sama lain, tapi saat di lapangan, kami akan melakukan segalanya untuk menang.”

Tantangan Berikutnya Menanti Eala

Setelah kemenangan ini, Eala akan menghadapi lucky loser asal Belarus, Aliaksandra Sasnovich, di babak berikutnya.

Sasnovich sebelumnya tampil impresif dengan menyingkirkan unggulan kedelapan Paula Badosa melalui pertarungan tiga set 6-4, 3-6, 6-1.

Sasnovich adalah pemain yang piawai memanfaatkan variasi pukulan, sudut tajam, serta lob akurat, tantangan tersendiri bagi Eala yang mengandalkan tempo cepat dan agresivitas dari baseline.

BACA JUGA: Misi Hat-trick Juara! Belinda Bencic Siap Pertahankan Gelar Mubadala Abu Dhabi Open 2026

Drama Ostapenko Warnai Hari Pertandingan

Selain laga Eala, hari pertandingan di Abu Dhabi juga diwarnai duel dramatis yang melibatkan unggulan ketujuh Jelena Ostapenko.

Petenis Latvia itu harus bekerja ekstra keras sebelum menundukkan petenis kualifikasi Oksana Selekhmeteva dengan skor 5-7, 7-6(4), 6-2 dalam waktu 2 jam 43 menit.

Ostapenko bahkan sempat menyelamatkan dua match point sebelum akhirnya membalikkan keadaan. Ini menjadi kemenangan pertamanya dari posisi tertinggal match point sejak 2024.

Di babak selanjutnya, Ostapenko akan menghadapi kualifikasi muda asal Ceko, Sara Bejlek, yang tampil dominan saat menyingkirkan finalis tahun lalu Ashlyn Krueger.