Tenis  

Inilah Juara Tunggal Putra Australia Open Terbanyak: Djokovic Gagal Juara, Tapi Pecahkan Rekor di Melbourne

Inilah Juara Tunggal Putra Australia Open Terbanyak Djokovic Gagal Juara, Tapi Pecahkan Rekor di Melbourne
Novak Djokovic - Dokumentasi: (c) ATP TOUR

Juara tunggal putra Australia Open terbanyak kembali menjadi topik hangat usai Novak Djokovic menorehkan sederet catatan bersejarah di Australian Open.

Meski gagal meraih gelar Grand Slam ke-25 setelah kalah dari Carlos Alcaraz di partai final, turnamen ini tetap menjadi panggung monumental bagi petenis asal Serbia tersebut.

Di usia 38 tahun, Djokovic terus membuktikan statusnya sebagai salah satu petenis terhebat sepanjang masa.

Sepanjang dua pekan di Melbourne Park, ia tidak hanya bersaing memperebutkan trofi, tetapi juga memperpanjang dan menciptakan rekor-rekor baru yang mempertegas dominasinya di level tertinggi tenis dunia.

BACA JUGA: Alcaraz Pimpin PIF ATP Live Race To Turin, Djokovic dan Sinner Mengintai di Awal Musim 2026

Rekor Kemenangan Terbanyak di Australian Open

Dengan lolos ke final Australian Open 2026, Djokovic kini mengoleksi 104 kemenangan di Melbourne Park.

Angka tersebut menempatkannya di posisi teratas sebagai petenis dengan kemenangan terbanyak di Australian Open, baik di kategori putra maupun putri.

Rekor ini membuat Djokovic melampaui legenda Swiss Roger Federer, yang mencatatkan 102 kemenangan sepanjang kariernya di Australia.

Lebih dari itu, Djokovic kini menjadi satu-satunya petenis dalam sejarah yang memiliki minimal 100 kemenangan di tiga Grand Slam berbeda: Australian Open, Roland Garros, dan Wimbledon.

Daftar Petenis dengan Kemenangan Tunggal Terbanyak di Australian Open

PeringkatPemainJumlah Kemenangan
1Novak Djokovic104
2Roger Federer102
3Serena Williams92
4Rafael Nadal77
5Margaret Court60

Pertama Tembus 400 Kemenangan Grand Slam

Djokovic kembali mencetak sejarah dengan menjadi petenis pertama yang mencapai 400 kemenangan pertandingan Grand Slam.

Ia menutup Australian Open dengan total 402 kemenangan, semakin menjauh dari para pesaing terdekatnya.

Federer berada di posisi kedua dengan 369 kemenangan, sementara Serena Williams mengikuti di belakangnya dengan 367 kemenangan.

Catatan ini semakin mengukuhkan Djokovic sebagai pemain paling konsisten dan tahan lama dalam sejarah era Open.

BACA JUGA: Drama Hari Pertama! Ini Hasil Lengkap Round 1 Abu Dhabi Open 2026 Tunggal Putri, Janice Tjen Melaju

Finalis Australian Open Tertua di Era Open

Turnamen ini juga menjadikan Djokovic sebagai finalis Australian Open tertua di era Open.

Pada usia 38 tahun, ia memecahkan rekor lama milik Ken Rosewall, yang mencapai final pada tahun 1972 saat berusia 37 tahun.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa usia belum menjadi penghalang bagi Djokovic untuk bersaing di level tertinggi, bahkan di turnamen dengan intensitas fisik setinggi Australian Open.

Rekor Final Grand Slam Terbanyak

Djokovic kembali memperpanjang rekornya sebagai petenis dengan final tunggal Grand Slam terbanyak sepanjang sejarah. Final Australian Open ini merupakan final Grand Slam ke-38 dalam kariernya.

Sebelumnya, Djokovic telah berdiri sendiri di puncak daftar sejak mencapai final Wimbledon 2023. Di belakangnya, legenda tenis putri Chris Evert menempati posisi kedua dengan 34 final Grand Slam.

Raja Final Grand Slam di Atas Usia 35 Tahun

Rekor lain yang tak kalah mengesankan adalah pencapaian Djokovic di usia matang. Australian Open 2026 menjadi final Grand Slam ketujuh Djokovic setelah berusia 35 tahun, rekor terbanyak di era Open.

Sebelumnya, ia berbagi rekor dengan Ken Rosewall yang mencatatkan enam final. Serena Williams mencapai lima final di usia tersebut, sementara Federer empat kali.

Juara Tunggal Putra Australia Open Terbanyak, Warisan Djokovic Tak Tergoyahkan

Meski gagal menambah koleksi gelar di Melbourne tahun ini, status Djokovic sebagai Juara Tunggal Putra Australia Open Terbanyak dan pemegang berbagai rekor utama tetap tidak tergoyahkan.

BACA JUGA: Alexandra Eala Lawan Sonmez: Duel Sahabat yang Penuh Emosi di Abu Dhabi Open

Konsistensi, daya saing, dan mental juaranya menjadikan Djokovic figur sentral dalam sejarah tenis modern.

Dengan kalender ATP yang masih panjang, Djokovic berpeluang kembali menambah daftar prestasinya.

Namun, terlepas dari hasil di masa depan, jejak sejarah yang ia tinggalkan di Australian Open akan menjadi standar emas bagi generasi berikutnya.