Barcelona tembus Semifinal Copa del Rey setelah meraih kemenangan 2-1 atas Albacete Balompie dalam laga perempat final yang digelar di Estadio Carlos Belmonte, Rabu (4/2/2026) dini hari WUB.
Hasil ini memperpanjang performa impresif Blaugrana dengan catatan 16 kemenangan dari 17 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Albacete sebelumnya tampil mengejutkan usai menyingkirkan Real Madrid, sehingga datang dengan kepercayaan diri tinggi untuk kembali menjungkalkan raksasa LaLiga.
Namun sejak menit awal, Barcelona langsung mengambil alih kendali permainan dan membuat tuan rumah lebih banyak bertahan.
BACA JUGA: Emirates Siap Bergemuruh! Arsenal Buru Tiket Final Carabao Cup, Chelsea Wajib Sempurna
Dominasi Barcelona Sejak Awal Laga
Barcelona tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan. Marcus Rashford hampir membuka keunggulan dalam lima menit awal melalui dua peluang beruntun, tetapi masih belum membuahkan gol.
Albacete sempat mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama lewat Antonio Puertas, setelah Lamine Yamal kehilangan bola di area tengah.
Meski demikian, statistik menunjukkan dominasi penuh tim tamu. Dalam 15 menit pertama, Barcelona mencatatkan penguasaan bola hingga 73 persen.
Albacete memilih bertahan total dengan menumpuk 10 pemain di area sendiri dan hanya sesekali melancarkan serangan balik, membuat laga terasa seperti duel “menyerang versus bertahan”.
Gol Spektakuler Lamine Yamal Pecah Kebuntuan
Pertahanan disiplin Albacete sempat membuat Barcelona frustrasi. Peluang demi peluang tercipta, namun celah di lini belakang tuan rumah sangat terbatas.
Cedera yang dialami Carlos Neva pada menit ke-30 memaksa Albacete memasukkan Jesús Vallejo, mantan bek Real Madrid.
Kebuntuan akhirnya pecah lewat skema cepat khas Barcelona. Frenkie de Jong mengirim umpan silang lapangan yang akurat ke sisi kanan, disambut Lamine Yamal dengan sepakan first-time kaki kiri yang menghujam gawang lawan.
Gol tersebut menjadi gol ke-14 Yamal musim ini di semua kompetisi.
Barcelona Tembus Semifinal Copa del Rey Lewat Tekanan Konsisten
Memasuki babak kedua, Barcelona tetap mendominasi jalannya pertandingan. Dani Olmo sempat membuang peluang emas hanya beberapa menit setelah restart, ketika sepakannya justru mengenai tumit pemain bertahan Albacete meski gawang terbuka lebar.
Tekanan tanpa henti akhirnya kembali berbuah gol. Ronald Araújo, yang kembali masuk starting XI, mencetak gol kedua Barcelona melalui sundulan keras memanfaatkan sepak pojok saat laga mendekati satu jam permainan.
Gol tersebut semakin mengukuhkan dominasi Barcelona dan membuat Albacete berada di ujung tanduk.
Albacete Bangkit, Barcelona Tetap Bertahan
Meski tertinggal dua gol, Albacete tidak menyerah begitu saja. Jefté Betancor, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, hampir memperkecil ketertinggalan dan sempat meningkatkan atmosfer stadion.
Penyerang tersebut kemudian menyia-nyiakan peluang emas lewat sundulan, serta sempat mencetak gol yang dianulir karena offside.
Tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil ketika Javi Moreno mencetak gol lewat sundulan diving yang indah, membuat skor berubah menjadi 2-1 dan menciptakan tensi tinggi di menit-menit akhir.
Drama Menit Akhir di Carlos Belmonte
Barcelona nyaris memastikan kemenangan lewat Ferran Torres, namun gol tap-in sang penyerang dianulir karena posisi offside.
Di sisi lain, Albacete hampir menyamakan kedudukan ketika Fran Gámez mendapat peluang di kotak penalti, tetapi sepakannya berhasil disapu bersih di garis gawang.
Albacete mengerahkan seluruh pemain ke depan pada menit terakhir, namun pertahanan Barcelona mampu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
BACA JUGA: Prediksi Starting XI Chelsea vs Arsenal: Rosenior Siapkan Perubahan Besar di Emirates
Rekor Berlanjut, Barcelona Kian Percaya Diri
Kemenangan ini membuat Barcelona memperpanjang rekor pertemuan melawan Albacete menjadi tujuh kemenangan beruntun sejak November 1995.
Lebih dari itu, hasil ini semakin menegaskan konsistensi performa Blaugrana di berbagai ajang musim ini.
Dengan Barcelona Tembus Semifinal Copa del Rey, tim asuhan Xavi Hernández kini selangkah lebih dekat menuju gelar domestik, sekaligus menjaga momentum positif jelang fase krusial kompetisi lainnya.






