Preview PSIM Jogya vs Persis Solo jelang laga pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/26. Laga bertajuk Derby Mataram ini akan mempertemukan dua rival klasik Jawa Tengah–DIY di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2) sore, dalam situasi yang sama-sama menekan bagi kedua tim.
PSIM Yogyakarta bertekad bangkit setelah dua kekalahan beruntun yang membuat posisi mereka tertahan di papan tengah.
Sementara Persis Solo datang dengan misi bertahan hidup di kompetisi, mengingat mereka masih terpuruk di dasar klasemen.
Gengsi, tekanan, dan ambisi tiga poin menjadikan duel ini diprediksi berlangsung sengit sejak menit awal.
BACA JUGA: Tempat Menonton PSIM vs Persis Solo Jadi Ajang Harga Diri dan Titik Balik Musim
PSIM Yogyakarta Siap Bangkit di Derby Mataram
PSIM Yogyakarta menatap laga Derby Mataram dengan motivasi berlipat. Dua hasil minor, yakni kekalahan 0-3 dari Persebaya Surabaya dan takluk 1-2 dari Borneo FC, sempat menghambat laju Laskar Mataram di klasemen sementara.
Pemain PSIM, Riyatno Abiyoso, menegaskan bahwa timnya sudah melupakan hasil buruk tersebut dan kini fokus penuh menghadapi Persis Solo.
Menurutnya, laga derby selalu memiliki tensi dan atmosfer berbeda yang bisa menjadi momentum kebangkitan.
“Dua kekalahan kemarin sudah berlalu. Kami fokus di laga selanjutnya untuk meraih tiga poin dan menjalankan instruksi pelatih sebaik mungkin,” ujar Riyatno.
PSIM saat ini berada di peringkat ke-7 klasemen dengan koleksi 30 poin. Sebagai tim promosi, posisi tersebut tentu menjadi capaian positif, namun kemenangan di Derby Mataram akan membuat langkah mereka ke depan jauh lebih ringan.
Peran Riyatno Abiyoso dan Kedalaman Skuad PSIM
Riyatno Abiyoso bukanlah pilihan utama di bawah asuhan Jean-Paul van Gastel, namun performanya yang solid saat menghadapi Borneo FC membuat peluang tampil sejak menit awal terbuka lebar.
Pemain sayap kiri ini tercatat baru tampil sembilan kali dari 19 laga dengan total 246 menit bermain.
Meski minim menit bermain, kontribusinya cukup terasa. Riyatno sudah menyumbang satu gol penting saat PSIM bermain imbang 1-1 kontra Persijap Jepara pada pekan ke-15.
Dengan pulihnya beberapa pemain inti, PSIM diprediksi tampil lebih solid dan agresif di laga ini.
Preview PSIM Jogya vs Persis Solo: Misi Hidup-Mati Laskar Sambernyawa
Di kubu tamu, Preview PSIM Jogya vs Persis Solo menjadi alarm keras bagi Persis Solo yang masih terbenam di dasar klasemen.
Laskar Sambernyawa saat ini baru mengoleksi 10 poin dari 19 pertandingan, hasil dari dua kemenangan, empat imbang, dan 14 kekalahan.
Pemain Persis, Althaf Indie, menegaskan bahwa seluruh skuad siap bertarung habis-habisan demi membawa pulang poin penuh dari Bantul.
“Ini Derby Mataram dan kami berada di dasar klasemen. Itu menjadi motivasi besar untuk berjuang maksimal. Kami akan fight demi tiga poin,” tegas Althaf.
Persis memang membutuhkan lebih dari sekadar performa apik. Mereka harus tampil efektif dan disiplin jika ingin mencuri poin dari kandang PSIM.
Althaf Indie Jadi Andalan Persis Solo
Althaf Indie menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad Persis musim ini. Dari 19 laga yang dijalani, ia tampil di 17 pertandingan dengan total 857 menit bermain.
Keberadaannya di lini tengah menjadi penyeimbang permainan Persis yang tengah beradaptasi dengan banyak pemain baru.
Jika Persis mampu meraih kemenangan di laga ini, peluang untuk naik dua strip di klasemen terbuka lebar.
Namun tantangan tersebut tidak mudah, mengingat PSIM juga memiliki ambisi besar untuk kembali ke jalur kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Derby Sarat Gengsi, Siapa Lebih Siap Mental?
Derby Mataram bukan sekadar laga biasa. Atmosfer stadion, tekanan suporter, dan rivalitas panjang membuat mental pemain menjadi faktor penentu.
PSIM unggul dari segi posisi klasemen dan kestabilan tim, sementara Persis datang dengan mental “nothing to lose”.
Siapa yang lebih siap memanfaatkan momentum akan keluar sebagai pemenang. Duel ini diprediksi berlangsung ketat dengan tempo tinggi dan potensi drama hingga menit akhir.






