Persaingan menuju final semakin panas setelah jadwal semifinal Dubai Tennis Championships 2026 resmi menempatkan tiga petenis Amerika di empat besar bersama satu penantang tangguh dari Eropa Timur.
Komposisi ini langsung mencuri perhatian karena terakhir kali tiga semifinalis berasal dari negara yang sama di turnamen Dubai terjadi 25 tahun lalu.
Empat nama yang tersisa bukan sekadar semifinalis biasa. Mereka adalah pemain Top 10 dunia dengan pengalaman final besar, rivalitas terbaru, serta cerita dramatis dari babak sebelumnya.
Dua duel semifinal bahkan merupakan ulangan pertandingan perempat final Grand Slam yang baru terjadi kurang dari sebulan lalu.
Turnamen kini memasuki fase paling menentukan di Aviation Club Tennis Centre, di mana satu kemenangan lagi akan membawa para petenis ke partai puncak WTA 1000 kedua musim ini.
BACA JUGA: Carlos Alcaraz Bangkit dan Mengalahkan Karen Khachanov di Doha, Sempurna 10-0 Musim 2026
Duel All-American: Jessica Pegula vs Amanda Anisimova
Pertandingan semifinal pertama mempertemukan unggulan keempat melawan unggulan kedua dalam duel sesama Amerika yang sarat gengsi. Secara statistik, Pegula unggul telak 4-0 dalam rekor pertemuan.
Namun angka itu tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan sebenarnya, karena tiga kemenangan tersebut terjadi sebelum Anisimova mencapai level baru dalam kariernya tahun lalu.
Dalam pertemuan terakhir mereka, yang berlangsung sedikit lebih dari tiga minggu lalu di Australian Open, Jessica Pegula menang 6-2, 7-6(1), tetapi laga berlangsung jauh lebih ketat daripada skor terlihat.
Pegula mengakui bahwa duel melawan kompatriotnya selalu sulit ditebak. Ia menilai setiap pertemuan mereka selalu berlangsung ketat dan penuh reli panjang.
Sementara itu, Anisimova datang ke semifinal dengan momentum luar biasa setelah bangkit menundukkan Mirra Andreeva 2-6, 7-5, 7-6(4).
Kemenangan tersebut bukan sekadar comeback pertama musim ini, tetapi juga menggagalkan upaya sang lawan mempertahankan gelar.
Bahkan, itu menjadi kemenangan ketiganya atas juara bertahan turnamen WTA 1000, catatan yang hanya kalah dari legenda Rusia Svetlana Kuznetsova dalam 17 tahun terakhir.
Strategi Anisimova juga menarik perhatian. Ia tampil lebih variatif dengan 25 kali maju ke net untuk mempersingkat reli dan mematahkan pertahanan lawan. Pendekatan ini menunjukkan evolusi gaya bermainnya yang kini lebih berani mengambil risiko.
Di sisi lain, Pegula melaju ke semifinal ketujuh berturut-turut di level tur setelah mengalahkan Clara Tauson 6-3, 2-6, 6-4. Catatan konsistensi itu membuatnya menjadi pemain pertama sejak Agnieszka Radwanska pada 2015-2016 yang mencapai prestasi serupa.
Pegula menyebut peningkatan performanya datang dari kombinasi kebugaran fisik yang lebih baik dan peningkatan kualitas permainan selama enam bulan terakhir.
Ia juga mengungkap sempat bergelut dengan masalah lutut kronis, tetapi kini merasa jauh lebih nyaman bergerak di lapangan.
BACA JUGA: Bangkit dari Ketertinggalan, Svitolina Capai Semifinal Kelima di Dubai Usai Bangkit Dramatis
Pertarungan Ulangan Grand Slam: Coco Gauff vs Elina Svitolina
Semifinal kedua mempertemukan unggulan ketiga melawan unggulan ketujuh dalam duel yang menjanjikan tensi tinggi.
Rekor pertemuan mereka imbang 2-2, tetapi pertemuan terakhir dimenangkan Elina Svitolina dengan skor telak 6-1, 6-2 di Melbourne, hanya 24 hari lalu.
Gauff tiba di semifinal setelah menang meyakinkan 6-0, 6-2 atas Alexandra Eala. Menariknya, ia mengaku tidak menyangka bisa melaju sejauh ini, mengingat performanya sempat tidak stabil.
Ia bahkan tersingkir di laga pertama Doha oleh Elisabetta Cocciaretto dan harus menyelamatkan tiga match point saat menghadapi Elise Mertens di babak 16 besar Dubai.
Masalah utama Gauff masih pada servis. Ia mencatat 16 double fault dalam satu pertandingan dan total 36 sepanjang turnamen, terbanyak di antara semua pemain.
Meski begitu, kekuatan bertahan dan kemampuan return-nya tetap menjadi senjata utama. Dalam laga terakhir, ia mematahkan servis lawan enam kali dan mencatat 19 break point yang dimenangkan, tertinggi di turnamen.
Di sisi lain, Svitolina mencapai semifinal setelah bangkit mengalahkan Antonia Ruzic 3-6, 6-2, 6-3. Petenis berusia 31 tahun itu menunjukkan mentalitas kuat dengan menyelamatkan 11 dari 14 break point sekaligus mencatat lima break servis.
Svitolina memiliki sejarah manis di Dubai. Ia pernah menjuarai turnamen ini dua kali berturut-turut pada 2017 dan 2018. Kenangan tersebut memberinya motivasi ekstra untuk kembali menembus final.
Faktor Penentu: Statistik, Mental, dan Momentum
Jika melihat angka servis pertama, Svitolina unggul jauh dengan 71 persen poin menang dibanding 41 persen milik Gauff. Statistik ini menunjukkan area yang harus diperbaiki Gauff jika ingin membalas kekalahan terakhirnya.
Di sisi lain, duel Pegula vs Anisimova akan sangat ditentukan oleh strategi. Pegula unggul pengalaman dan konsistensi, sementara Amanda Anisimova membawa variasi permainan yang semakin matang.
Kedua pertandingan semifinal ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga ujian kesiapan mental menuju fase penentuan gelar. Tekanan, stamina, dan detail taktik akan menjadi pembeda.
Jadwal Semifinal Dubai Tennis Championships 2026
Berikut jadwal babak semifinal WTA Dubai Tennis Championships, Jumat (20/2/2026):
- Jessica Pegula vs Amanda Anisimova, pukul 20:00 WIB
- Elina Svitolina vs Coco Gauff, pukul 22:00 WIB
Pemenang kedua pertandingan akan bertemu di final untuk memperebutkan trofi juara.
BACA JUGA: Gauff Terlalu Tangguh bagi Eala, Melaju Mulus ke Semifinal Dubai Tenis Championships 2026
Semifinal dengan Aroma Final
Komposisi semifinal tahun ini membuat banyak pengamat menyebut fase ini sebagai “final sebelum final”. Kualitas permainan, ranking pemain, dan rivalitas terbaru membuat setiap laga terasa seperti partai puncak.
Apakah dominasi Amerika akan berlanjut hingga final sesama rekan senegara? Atau justru Svitolina akan merusak skenario tersebut dan kembali menulis kisah sukses di Dubai?
Jawabannya akan terungkap dalam pertandingan yang dipastikan berlangsung sengit dan emosional.






